Rabu, 16 Agustus 2017

Mengisi Hari Kemerdekaan Dengan Taqwa


Bismillah
25 Dzulhijjah 1438 H / 17 Agustus 2017 M

Merdeka Itu Adalah 'Isy Kariman Aw Mut Syahidan. ( ﻋﺶ ﻛﺮﻳﻤﺎ ﺃﻭ ﻣﺖ ﺷﻬﻴﺪﺍ )
Merdeka itu mengeluarkan segala keyakinan kepada makhluk dari dalam hati.
Merdeka itu mengisi, menjaga keutuhan NKRI
Merdeka itu yang benar - benar bertaqwa kepada Allah Aza Waajalla.

So , Karena Allah ciptakan kita dengan latar belakang yang berbeda namun identitasnya yang diakui oleh Allah adalah orang yang paling bertaqwa sebagaimana Firman Allah Aza Wajalla berfirman :
Hai manusia, ( ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱ )
sesungguhnya Kami menciptakan kamu ( ﺇِﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻛُﻢْ )
dari seorang laki-laki ( ﻣِﻦْ ﺫَﻛَﺮٍ )
dan seorang perempuan ( ﻭَﺃُﻧْﺜَﻰ )
dan menjadikan kamu berbangsa-2
dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-2 ( ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻛُﻢْ ﺷُﻌُﻮﺑًﺎ ﻭَﻗَﺒَﺎﺋِﻞَ ﻟِﺘَﻌَﺎﺭَﻓُﻮﺍ )
Sesungguhnya org yg paling mulia di antara kamu  ( ﺇِﻥَّ ﺃَﻛْﺮَﻣَﻜُﻢْ )
di sisi Allah ialah org yg paling taqwa di antara kamu .( ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺗْﻘَﺎﻛُﻢْ )
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal . ( ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ﺧَﺒِﻴﺮٌ )
(QS. Al Hujurat: 13)

Melalui ayat ini Allah swt memberitahukan kepada kita semua bahwa

1. Orang yang paling mulia disi-Nya adalah orang yang bertaqwa
2. Dia telah mencitakan manusia awalnya dari seorang lelaki dan seorang perempuan.
3. Dari kedua jenis manmusia tersebut kemudian Dia ciptakan semakin banyak manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku ;
4. Tujuan dibuat berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling tolong menolong, saling membantu, saling menghormati dan saling menghargai, serta saling berkasih sayang diantara mereka, layaknya berkasih sayang terhadap dirinya sendiri.

Wallahuta'allam

Referensi :
- Al-Quran
- Tafsir Ibnu Katsir
- Ensiklopedi Hadits

http:// Abuafka.blogspot.com

Senin, 14 Agustus 2017

Kesalahan-kesalahan Dibulan Dzulhijjah


Bismillah
Senin 23 Dzulhijah 1438 H / 14 Agustus 2017 M

Kesalahan-kesalahan Dibulan Dzulhijjah

Telah kita ketahui bersama tentang keutamaan dan amalan -amalan dibulan Dzulhijjah , namun sangat sedikit yang kuatir tentang amalan-amalan yang telah dilakukan, apakah sesuai dengan sunah atau sebaliknya amalan bid'ah yang akan merusak amalan-amalan kita . Memang bulan Dzulhijjah adalah bulan penuh ibadah, terutama pada 10 hari yang pertama. kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi sebab dan sering terjadi di bulan Dzulhijjah umumnya, dan pada 10 hari pertama Dzulhijjah khususnya karena kejahilan. Semoga kita terhindar dari berbuat kesalahan serupa sehingga bulan Dzulhijjah bisa menjadi salah satu ladang amal shalih kita. Aamiin

Diantara Kesalahan-kesalahan nya Adalah :

○● 1. Tidak berniat untuk menyambut dan beramal diawal- awal bulan Dzulhijjah

Sebagaimana kebalikan dari tulisan kami menyambut bulan Dzulhijjah dgn bismillah dan didalam tulisan kami Marhaban ya Syahru Dzulhijjah Ke 1 (ﻣَﺮْﺣَﺒَﺎً ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ َﺫُﻭ ﺍﻟﺤَﺠَّﺔِ ) telah kami jelaskan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam menyamakan bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah.

○●2 . Melewatkan kesempatan beramal shalih di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Sungguh manusia dalam kerugian firman Allah Aza Waajalla kecuali yang beriman dan beramal saleh,.dalam tulisan kami sebelumnya telah kami jelaska bahwa amalan saleh di 10 hari Dzulhijah lebih dicintai daripada jihad fii sabiilillaah , Kecuali org yg keluar dgn jiwa dan hartanya (ke medan jihad), ( ﺇِﻻَّ ﺭَﺟُﻞٌ ﺧَﺮَﺝَ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻣَﺎﻟِﻪِ )
dan tidak ada 1 pun yg kembali (mati dan hartanya diambil musuh).( ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺮْﺟِﻊْ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ)
(HR. Ahmad 1968, Bukhari 969, dan Turmudzi 757).

Maha benar Allah atas segala firmannya ,maka kebanyakan manusia lalai didalam beramal dibulan ini entah itu sebabnya kurangnya ilmu tau lainnya. Sudah sepantasnya manusia selalu memperdalam ilmu agama , dengan belajar InsyaAllah tidak menyia-nyiakan hari-hari di bulan Dzulhijjah, menit demi menitnya berlalu begitu saja dengan  memperbanyak amal soleh seperti takbir, tahmid, dan tahlil syiam 1 - 8 dan puasa arafah masih banyak lainya di awal bulan Dzulhijjah.( silahkan lihat tulisan sebelumnya Awali bulan Dzulhijjah dengan bismillah).

○● 3. Meninggalkan Syiam Hari ‘Arafah disebabkan kebodohan atau menggap syiam sunah tidak apa-apa ditinggalkan.

Ini menunjukan bahwa manusia sudah berbangga dengan dosanya dan dinaunginya.Padahal Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda
Dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Dan puasa pada hari Arafah ( ﺻِﻴَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺮَﻓَﺔَ  )
karena mengharap dari Allah ( ﺍَﺣْﺘَﺴِﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠّﻪِ  )
menghapuskan (dosa) satu tahun yg telah lalu ( ﺍَﻥْ ﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲْ ﻗَﺒْﻠَﻪُ )
dan satu tahun yang akan datang. ( ﻭَﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲْ ﺑَﻌْﺪَﻩُ  )
(HR Imam Muslim (3/168)

Sungguh begitu meruginya bila kita tidak melakukan puasa pada hari ‘Arafah adalah sebuah kesalahan yang nyata bagi orang yang tidak sedang melaksanakan haji, sementara tidak ada halangan yang membuat mereka tidak berpuasa. Ataukah Allah telah tutup kebaikan untuk kita ?

○● 4. Mengisi hari Arafah dengan hal-hal yang tiada faidahya.

Amalan-amalan yang tidak dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan perbuatan -perbuatan yang tidak ada faidahnya.

○● 5. Tidak memanfaatkan hari Arafah dengan memperbanyak do’a.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sebaik-baik do’a adalah do’a di hari Arafah. Dan sebaik-baik do’a yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku adalah: “Laa ilaaha illallāhu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. (HR. At Tirmidzi )

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. ( ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀِ ﺩُﻋَﺎﺀُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺮَﻓَﺔَ )
(HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 10: 33).

○● 6. Tidak Menunaikan Haji dan Umroh sedangkan ia mampu.( Namun sering trefeling ke Eropa )

Padahal Amalan yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah. Berdasarkan berbagai hadits shahih Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Dari umrah ke umrah adh tebusan (dosa-2 yg dikerjakan) ( ﺍﻟﻌﻤﺮﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﻤﺮﺓ ﻛﻔﺎﺭﺓ  )
di antara keduanya, ( ﻟﻤﺎ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ )
dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga. ( ﻭﺍﻟﺤﺞ ﺍﻟﻤﺒﺮﻭﺭ ﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﺟﺰﺍﺀ ﺇﻻ ﺍﻟﺠﻨﺔ )

Mudah-mudahan Allah mudahkan hati dan langkah kita menuju kebaitullah.

○● 7. Kesalahan dalam takbiran secara umumnya , Mencontohkan takbiran secara berjama'ah.

Hal ini tidak pernah dicontohkan oleh suri teladan kita Nabi besar Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tidak juga sahabat, tabi’in , tabi’ut tabi’in sampai imam keemapat. Lalu timbul pertanyaan , Siapakah yang kita ikuti dalam beribadah ??

Adapun kapan waktu takbir ?? Iktilaf para ulama ;
-- Sebagian berpendapat masuknya waktu magrib diwaktu 10 Dzulhijah.
-- Bertakbir ketika menuju musollah dan ketika sudah dilapangan

Adapun takbir itu ada dua :
~Takbir muqoyyad (dikaitkan dengan waktu tertentu).
muqoyyad adalah takbir dikaitkan dengan waktu tertentu yaitu dilakukan setelah shalat wajib berjama’ah ( Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (Dengan catatan tidak dilakukan dengan takbir berjam'ah).

Menurut atsar takbir muqoyyad bagi orang yang tidak berhaji dilakukan mulai dari shalat Shubuh pada hari ‘Arofah (9 Dzulhijah) hingga waktu ‘Ashar pada hari tasyriq yang terakhir . Adapun bagi orang yang berhaji dimulai dari shalat Zhuhur hari Nahr (10 Dzulhijah) hingga hari tasyriq yang terakhir.

○● 8. Tidak melaksanakan shalat ‘id tanpa udzur yang diterima oleh syari’at.

Sebagian mereka berdalih bahwa hukum shalat ‘id Adha adalah hanya sunnah, yang apabila dikerjakan mendapat pahala, sedangkan jika tidak dikerjakan maka tidak berdosa.Tidak kita tahu ,bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya? dalam potongan hadits disebutkan dari Ummu Atiyyah radhiallahu anha, dia berkata, Rasulullah memerintahkan kami untuk keluar di hari raya --
Idul Fitri dan Idul Adha. ( ﺃَﻣَﺮَﻧَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ِ ﺃَﻥْ ﻧُﺨْﺮِﺟَﻬُﻦَّ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻭَﺍﻷَﺿْﺤَﻰ )

Rasulullah shallallahu ‘ alaihi wassallam yang perintahkan apakah kita mengangap dengan meninggalkan shalat Idul Adha kita tidak merugi ?? Semoga Allah memberi kita petunjuk.

○●9 . Haramnya syiam dihari Tasyriq, yaitu : Hari yang ke-11, 12 dan13 dari bulan Hajji (Dzulhijjah) .

Sebagaimana dalil dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata ( عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ )
Rasulullah bersabda, ( قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ  )
Hari ‘Arafah (di ‘Arafah), ( يَوْمُ عَرَفَةَ  )
hari Nahr (menyembelih), ( وَ يَوْمُ النَّحْرِ )
dan hari tasyriq adalah hari raya kita orang-2 Islam.( وَ اَيَّامُ التَّشْرِيْقِ عِيْدُنَا اَهْلَ اْلاِسْلاَمِ )
Dan hari itu adalah hari makan-2. ( وَ هِيَ اَيَّامُ اَكْلٍ وَ شُرْبٍ )
(HR. Tirmidzi juz 2, hal. 135, no. 770)

Dari Nubaisyah Al-Hudzaliy, ia berkata ( عَنْ نُبَيْشَةَ اْلهُذَلِيّ قَالَ )
Rasulullah bersabda,  ( قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ )
Hari-2 Tasyriq adalah ( اَيَّامُ التَّشْرِيْقِ )
hari makan minum  ( اَيَّامُ اَكْلٍ وَ شُرْبٍ )
dan menyebut (mengingat) Allah. (وَ ذِكْرِ اللهِ )
(HR. Muslim juz 2 hal. 800)

○● 10. Tidak mengenakan pakaian yang terbaik yang dimiliki.

Di sini mereka membedakan antara idul fitri dengan idul adh-ha. Idul fitri pakaiannya bagus-bagus, harum-harum, dan bersih-bersih, berbeda dengan Idul Adh-ha yang ala kadarnya saja. Ini tidak sesuai dengan sunnah Nabi yang memerintahkan kita untuk berpakaian yang terbaik yang kita punya ketika kita akan melaksanakan shalat ‘id, baik Idul Fitri maupun Idul Adh-ha.

○●11. Mengkhususkan Idul Adh-ha untuk ziarah ke kuburan orang tua atau karib kerabat yang sudah meninggal.

Mereka berkeyakinan bahwa di hari raya orang-orang yang sudah meninggal tersebut berhak untuk diziarahi sebagaimana ketika mereka masih hidup di dunia. Dengan demikian menjadi tradisi di setiap hari raya, ziarah ke kuburan orang tua atau kerabat atau bahkan yang tidak punya hubungan kekerabatan, namun karena kewalian atau keshalihan dari penghuni kuburan tersebut. Ini juga sebuah tradisi yang diada-adakan dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum ajma’iin .

Bahkan ditakutkan mengarah kepada kesyirikan karena menyambut hari raya dan menetapkan ziarah sebagai idul ( terus berulang-2) sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Dan janganlah jadikan kubur sebagai ‘ied, ( ﻭَﻻَ ﺗَﺠْﻌَﻠُﻮﺍ ﻗَﺒْﺮِﻯ ﻋِﻴﺪًﺍ )

(HR. Abu Daud no. 2042 dan Ahmad 2: 367 )

Dijelaskan dalam ‘Aunul Ma’bud (6: 23) disebutkan, yang dimaksud ‘ied adalah perkumpulan di suatu tempat yang terus berulang baik tahunan, mingguan, bulanan, atau semisal itu.

○● 12. Tidak mendengarkan khutbah Idul Adha karena berpemahaman hanya ibadah sunah meningalkannya tidaklah berdosa.

Sebagian mereka berpemahaman dengan dalil barangsiapa yg mau duduk mendengarkan khutbah silakan duduk, (  ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﺠْﻠِﺲَ ﻟِﻠْﺨُﻄْﺒَﺔِ ﻓَﻠْﻴَﺠْﻠِﺲْ )
barangsiapa yg ingin untuk pergi silakan pergi. ( ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﺬْﻫَﺐَ ﻓَﻠْﻴَﺬْﻫَﺐْ )

Dan sebagian yang lain berpemahaman melecehkan sunah ( perjalanan hidup Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam) karna mendahulukan nafsunya.

Padahal Nabi bersabda (  ﺷَﻬِﺪْﺕُ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻌِﻴﺪَ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗَﻀَﻰ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻗَﺎﻝَ )
Sesungguhnya kami akan berkhutbah, ( ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﺨْﻄُﺐُ )
[HR. Abu Dawud, )

Dan dijelaskan dalam hadits yang lain Rasulullah , ( ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ )
Abu Bakar, dan 'Umar radhiyallahu 'anhu ( ﻭَﺃَﺑُﻮ ﺑَﻜْﺮٍ ﻭَﻋُﻤَﺮُ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ )
mereka melaksanakan shalat dua Hari Raya sebelum khutbah.( ﺍﻟْﻌِﻴﺪَﻳْﻦِ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟْﺨُﻄْﺒَﺔِ )
(HR. Bukhari & Muslim).

○● 13. Mampu namun tidak mau berqurban.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, ( ﻣَﻦْ ﻭَﺟَﺪَ ﺳَﻌَﺔً ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﻀَﺢِّ )
maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami. ( ﻓَﻼ ﻳَﻘْﺮَﺑَﻦَّ ﻣُﺼَﻼَّﻧَﺎ )

Para ulama hadits ikhtilaf menghukumi hadits ini namun dapat kita dapat  ambil faidah begitu pentingnya berqurban. (HR Ahmad dalam Musnad-nya no. 8273 ,  At-Tirmidzi, Ibnu ‘Abdl-Barr, Al-Baihaqi dan Ibnu Hajar merajihkan hadits tersebut mauquf).

○● 14. Anggapan sebagian orang bahwa bagi yang ingin melaksanakan qurban maka harus meniatkannya sebelum masuk bulan Dzulhijjah.

Mereka berangapan daging qurban jadi daging sembelihan biasa.
Keterangan diatas adalah batil sesat dan menyesatkan. Pendapat yang benar adalah
kapan saja di hari 10 pertama Dzulhijjah itu seseorang berniat untuk berqurban, maka saat itu juga ia menahan diri untuk tidak memotong kuku, rambut kepala maupun rambut anggota tubuhnya yang lain sampai ia menyembelih qurbannya. Para ulama menjelaskan bahwa seandainya seseorang yang ingin berqurban baru meniatkannya setelah masuk bulan Dzulhijjah, lalu sebelumnya ia telah memotong kuku atau rambutnya, maka qurbannya tetap sah. Keharaman memotong kuku atau rambut dimulai sejak ia memasang niat qurban.

○● 15. Anggapan sebagian orang, jika orang yang berqurban itu memotong kuku atau rambutnya sebelum qurbannya disembelih, maka qurbannya tidak sah dan tidak diterima.

Ini adalah suatu kekeliruan, karena tidak ada hubungannya antara menahan diri dari memotong kuku atau rambut dengan sahnya atau diterimanya sebuah qurban. Yang benar dalam masalah ini, jika dia melakukannya karena lupa atau tidak tahu, maka ia tidak berdosa. Jika ia sengaja melakukannya, maka ia berdosa namun tidak ada kafaratnya. Sedangkan qurbannya tetap sah dan insya Allah diterima oleh Allah Ta’ala .

○● 16. Anggapan sebagian orang, bahwa jika yang melakukan qurban itu adalah seorang wanita, maka ia harus mengikat rambutnya, dan tidak boleh melepaskan ikatannya serta tidak boleh menyisirnya selama 10 hari tersebut sampai qurbannya disembelih.

Bahkan sebagian mereka, ada yang mengumpulkan rambut-rambut mereka yang rontok kemudian meletakkannya kembali di sela-sela rambut kepalanya. Ini tidak benar. Yang benar, boleh bagi wanita yang berqurban menyisir rambutnya dan tidak mengapa jika rambutnya rontok asal tidak menyengaja untuk merontokkan rambutnya.

○● 17. Sebagian orang mengira bahwa shahibul qurban (si pemilik qurban) dilarang menggunakan minyak wangi, berdalih dengan qiyas menyerupai keadaan orang yang muhrim (orang yang sedang melakukan ihram, baik umrah atau haji). Hal ini tidak benar

○● 18. Sebagian orang mengira apabila shahibul qurban mengikut sertakan anggota keluarganya dalam seekor qurban, maka anggota keluarganya juga dilarang untuk memotong kuku dan rambut. Ini tidak benar. Yang dilarang memotong kuku dan rambut adalah orang yang memiliki qurban tersebut saja. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban dengan dua ekor kambing, sambil berkata: Ya Allah, ini qurban Muhammad, dan keluarga Muhammad, serta ummat Muhammad. (HR. Abu Dawud).

Nabi tidak pernah melarang anggota keluarganya untuk memotong kuku dan rambut kala itu. Ini menunjukkan bahwa yang dilarang memotong kuku dan rambut adalah hanya shahibul qurban saja.

○● 19. Sebagian orang biasanya melakukan qurban atas nama salah satu anggota keluarganya yang sudah meninggal dan berkeyakinan tidak boleh mengikutsertakan anggota keluarga yang lain dalam qurban tersebut. Ini adalah keyakinan yang keliru dan tidak berlandaskan dalil.

○● 20 .Sebagian orang beranggapan bahwa menyembelih qurban tidak boleh dilakukan pada malam hari, bahkan melarang dengan keras orang yang akan melakukannya. Ini anggapan yang tidak benar. Waktu menyembelih qurban dimulai setelah shalat Idul Adh-ha dan berakhir sebelum terbenamnya matahari pada hari tasyrik yang terakhir (13 Dzulhijjah). Sama saja hukumnya baik dilakukan pada siang hari atau malam hari sekalipun.

○● 21. Beranggapan tidak boleh beraqiqah dan berkurban dengan hewan betina

Hadis dari Umu Kurzin radliallahu ‘anha , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda , Aqikah untuk anak laki-laki dua kambing ( ﻋﻦ ﺍﻟﻐﻼﻡ ﺷﺎﺗﺎﻥ )
dan anak perempuan satu kambing. ( ﻭﻋﻦ ﺍﻟﺠﺎﺭﻳﺔ ﺷﺎﺓ )
Tidak jadi masalah jantan maupun betina. ( ﻻ ﻳﻀﺮﻛﻢ ﺫﻛﺮﺍﻧﺎ ﻛﻦ ﺃﻭ ﺇﻧﺎﺛﺎ )

(HR. Ahmad 27900 dan An Nasa’i 4218 dan dishahihkan Syaikh Al Albani).

○● 22. Larangan menjual daging Udlhiyah ( Qurban )

Dari Qatadah bin Nu’man, ( عَنْ قَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ )
bahwasanya Nabi  bersabda, ( اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ )
Jgnlah kalian menjual daging-2 ( لاَ تَبِيْعُوْا لُحُوْمَ )
Hadyi (denda hajji) ( اْلهَدْيِ )
dan daging udlhiyah (qurban), ( وَ اْلاَضَاحِى )
makanlah dan sedeqahkanlah ( فَكُلُوْا وَ تَصَدَّقُوْا )
dan manfaatkanlah kulitnya,  ( وَ اسْتَمْتِعُوْا بِجُلُوْدِهَا )
dan janganlah kalian menjualnya. ( وَ لاَ تَبِيْعُوْهَا )
Dan apabila kalian diberi dagingnya, ( وَ اِنْ اُطْعِمْتُمْ مِنْ لَحْمِهَا )
maka makanlah jika kalian mau. ( فَكُلُوْا اِنْ شِئْتُمْ )
(HR. Ahmad 5 : 478, no. 16211)

○●Semoga Allah Aza Wajalla menjaga diri kita dari amalan-amalan yang menyelisihi Rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wasallam.

Wallahu a’lam
Bersambung

Refrensi :
Ensiklopedi Hadits


Minggu, 13 Agustus 2017

Ikhtiar Tanpa Batas (Ke 2) Karunia Allah Aza Wajalla Sangatlah Luas



Bismillah
Senin 23 Dzulhijah 1438 H / 14 Agustus 2017 M
Ikhtiar Tanpa Batas (Ke 2)
Karunia Allah Aza Wajalla Sangatlah Luas

Dia-lah yg menjadikan bumi itu mudah bagimu, ( ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍْﻷَﺭْﺽَﺫَﻟُﻮﻻً )
maka berjalanlah di segala penjurunya ( ﻓَﺎﻣْﺸُﻮﺍ ﻓِﻲ ﻣَﻨَﺎﻛِﺒِﻬَﺎ )
dan makanlah sebagian dari rezekiNya. ( ﻭَﻛُﻠُﻮﺍ ﻣِﻦ ﺭِّﺯْﻗِﻪِ )
Dan hanya kepadaNya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan ( ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨُّﺸُﻮﺭُ )
(Qs Al Mulk : 15)

Penjelasan Tafsir :

Allah Aza Wajalla menyebutkan nikmat yangg telah Dia anugerahkan kepada makhlukNya dengan menyediakan bumi bagi mereka dan membentangkannya untuk mereka. Dia membuatnya sebagai tempat menetap yang tenang, tidak miring dan tidak juga bergoyang, karena Dia telah menciptakan gunung-gunung padanya. Dan Dia alirkan air di dalamnya dari mata air. Dia bentangkan jalan-jalan, serta menyediakan pula di dalamnya berbagai manfaat, tempat bercocok tanam dan buah-buahan. SubhanaAllah , sungguh begitu mahalnya nikmat yang telah Allah Aza Wajalla berikan kepada kita , sungguh tidak akan bisa kita membayarnya, kecuali taufiknya dan nikmat mana yang telah kita dustakan??

~Dia-lah yg menjadikan bumi itu mudah bagimu, ( ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍْﻷَﺭْﺽَﺫَﻟُﻮﻻً )
maka berjalanlah di segala penjurunya ( ﻓَﺎﻣْﺸُﻮﺍ ﻓِﻲ ﻣَﻨَﺎﻛِﺒِﻬَﺎ )

Para mufasirin seperti Ibnu Abbas, Mujahid, As-Saddi, dan Qatadah mengatakan bahwa manakibuha ( ﻣَﻨَﺎﻛِﺒِﻬَﺎ ) artinya daerah-daerah yang jauh, daerah-daerah pedalamannya, dan seluruh kawasannya. Ibnu Abbas dan Qatadah mengatakan pula bahwa manakibuha artinya gunung-gunungnya.

Maksudnya lakukanlah perjalanan ke mana saja yang kalian kehendaki dari seluruh belahannya, serta bertebaranlah kalian ke segala penjurunya untuk menjalankan berbagai macam usaha dan perdagangan untuk mencari karunia Allah Aza Wajalla.Ketahuilah, bahwa usaha kalian tidak akan bermanfaat kecuali jika Allah memudahkan untuk kalian.

~Makanlah sebagian dari rezekiNya ( ﻭَﻛُﻠُﻮﺍ ﻣِﻦ ﺭِّﺯْﻗِﻪِ )

Jadi , usaha yang merupakan sarana, sama sekali tidak bertentangan dengan tawakal.
Maka berupaya dengan menempuh sarananya tidaklah bertentangan dengan citra tawakal kepada Allah.

Imam Ahmad mengatakan, ( قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ  )
telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, ( حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ )
telah menceritakan kepada kami Haiwah, ( حَدَّثَنَا حَيْوَة )
telah menceritakan kepadaku Bakar ibnu Amr ( أَخْبَرَنِي بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو )
ia pernah mendengar Abdullah ibnu Hubairah mengatakan ( أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ هُبَيْرة يَقُولُ )
bahwa ia pernah mendengar Abus Sahm Al-Habsyani
mengatakan  ( إِنَّهُ سَمِعَ أَبَا تَمِيمٍ الجَيشاني يَقُولُ  )
bahwa ia pernah mendengar Umar ibnul Khattab mengatakan ( إِنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يَقُولُ )
bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda ( أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم يقوللَوْ  )
Seandainya kalian bertawakal kepada Allah ( أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ  )
dgn sebenar-benar tawakal, ( حَقَّ تَوَكُّلِهِ )
niscaya Dia akan memberimu rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki --
kepada burung ( لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ )
burung pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong (  تَغْدُو خِمَاصًا  )
dan pulang di petang hari dalam keadaan perut kenyang. ( وتَرُوح بِطَانًا )

(HR.Turmuzi, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkannya melalui hadis Ibnu Hubairah; Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih).

Maka di dalam hadis ini dikukuhkan adanya keberangkatan di petang dan pagi hari untuk mencari rezeki disertai dengan rasa tawakalnya kepada Allah Swt. karena Dialah Yang Menundukkan, Yang Memperjalankan, dan Yang Menjadikan penyebab adanya rezeki itu.

~Dan hanya kepadaNya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan ( ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨُّﺸُﻮﺭُ )

Maksudnya ialah, tempat kembali pada hari Kiamat kelak.
( Tafsir Ibnu Katsir, IV/420, Cet. Darus Salam).

Manusia adalah mahluk paling sempurna yang Allah Aza Wajalla ciptakan dari makhluk lainnya, maka nilai syukurnya adalah bertekat berat mencari karunia Allah Aza Wajalla dimanapun berada sedang hasilnya semua kehendak -Nya.

Ya robb mudahkan urusan kami dan ampunilah dosa kami Aamiin

Wallahuta'allam
Bersambung ke Ikhtiar Tanpa Batas ke 3

Refrensi :
☆ Al-Qur'an
☆☆ Tafsir Ibnu Katsir
☆☆☆ Ensiklopedi Hadits
Dll..

Kamis, 10 Agustus 2017

Amalan -amalan Syahru Dzulhijjah



Bismillah
Jum'at ,19 Dzulhijah 1438 H / 10 Agustus 2017 M

Amalan -amalan Syahru Dzulhijjah

◇◆1. Niat Mengagungkannya dgn beramal soleh semata - 2 karena Allah Aza wajalla.
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, ( ٍﻋَﻦْ ﻋُﻤَﺮَ )
bahwa Rasulullah bersabda, (ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻬﻢ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ )
Amal itu tergantung niatnya ( ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺎﻟﻨِّﻴَّﺔِ  )
dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. ( ﻭَﻟِﻜُﻞِّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻯ )
(HR. Bukhari )

Sesungguhnya Allah (  ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَ ﺟَﻞَّ  )
tidak menerima suatu amal perbuatan ( ﻻَ ﻳَﻘْﺒَﻞُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﻤَﻞِ )
kecuali yang murni  (  ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﺧَﺎﻟِﺼًﺎ  )
dan hanya mengharap ridho Allah. (  ﻭَﺍﺑْﺘُﻐِﻲَ ﺑِﻪِ ﻭَﺟْﻬُﻪُ  )
(HR. Abu Dawud dan Nasa’i)

◇◆ 2. Syiam Sunah dihari 1 - 9 Dzulhijah terutama  dihari Arafah.
Disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.

Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ( (ﻋَﻦْ ﺑَﻌْﺾِ ﺃَﺯْﻭَﺍﺝِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ  )
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan
hari awal Dzulhijah, ( ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳَﺼُﻮﻡُ ﺗِﺴْﻊَ ﺫِﻯ ﺍﻟْﺤِﺠَّﺔِ )
(HR. Abu Daud no. 2437).

Syiam adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Puasa ini adalah untuk-Ku, ( ﺍﻟﺼﻮﻡ ﻟﻲ )
dan Aku lah yang akan membalasnya. ( ﻭﺃﻧﺎ ﺃﺟﺰﻱ ﺑﻪ )
Sungguh dia telah meninggalkan syahwat ( ﺍﻧﻪ ﺗﺮﻙ ﺷﻬﻮﺗﻪ )
makanan dan minumannya semata-mata karena Aku ( ﻭﻃﻌﺎﻣﻪ ﻭﺷﺮﺍﺑﻪ ﻣﻦ ﺃﺟﻠﻲ )
[Muttafaq ‘alaihi, dan ini lafazh al-Bukhari]

Dalam hadits lain
Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah ( ﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﻳﺼﻮﻡ ﻳﻮﻣﺎً ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ )
melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dgn puasanya itu dari api -
neraka selama tujuh puluh tahun. ( ﺇﻻ ﺑﺎﻋﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺬﻟﻚ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻭﺟﻬﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﺧﺮﻳﻒ )
[HR.Muttafaqun ‘Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Dan puasa pada hari Arafah ( ﺻِﻴَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺮَﻓَﺔَ  )
karena mengharap dari Allah ( ﺍَﺣْﺘَﺴِﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠّﻪِ  )
menghapuskan (dosa) satu tahun yg telah lalu ( ﺍَﻥْ ﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲْ ﻗَﺒْﻠَﻪُ )
dan satu tahun yang akan datang. ( ﻭَﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲْ ﺑَﻌْﺪَﻩُ  )
(HR Imam Muslim (3/168)
Penjelasan ulama kata Dosa-2 yang dihapuskan di sini adalah dosa-dosa yang kecil.
Di antara sahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar , Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. ( Latho-if Al Ma’arif , hal. 459. )

◇◆ 3. Menunaikan Haji dan Umroh bagi yang mampu.

Yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah. Berdasarkan berbagai hadits shahih Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Dari umrah ke umrah adh tebusan (dosa-2 yg dikerjakan) ( ﺍﻟﻌﻤﺮﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﻤﺮﺓ ﻛﻔﺎﺭﺓ  )
di antara keduanya, ( ﻟﻤﺎ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ )
dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga. ( ﻭﺍﻟﺤﺞ ﺍﻟﻤﺒﺮﻭﺭ ﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﺟﺰﺍﺀ ﺇﻻ ﺍﻟﺠﻨﺔ )

◇◆ 4. Takbir Hari Raya dan Dzikir

Yang termasuk amalan sholeh juga adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak do’a. Disunnahkan untuk mengeraskan suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya.
Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan,
Ibnu ‘Abbas berkata, ( ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﺑْﻦُ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ )
Berdzikirlah kalian pada Allah ( ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ )
di hari-2 yg ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah  ( ﻓِﻰ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣَﻌْﻠُﻮﻣَﺎﺕٍ ﺃَﻳَّﺎﻡُ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮِ )
dan juga pada hari-hari tasyriq. ( ﻭَﺍﻷَﻳَّﺎﻡُ ﺍﻟْﻤَﻌْﺪُﻭﺩَﺍﺕُ ﺃَﻳَّﺎﻡُ ﺍﻟﺘَّﺸْﺮِﻳﻖِ )
Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah ( ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﺑْﻦُ ﻋُﻤَﺮَ ﻭَﺃَﺑُﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ )
pernah keluar ke pasar pd 10 hari pertama Dzulhijah,( ﻳَﺨْﺮُﺟَﺎﻥِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴُّﻮﻕِ ﻓِﻰ ﺃَﻳَّﺎﻡِ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮِ )
lalu mereka bertakbir, ( ﻳُﻜَﺒِّﺮَﺍﻥِ )
lantas manusia pun ikut bertakbir.( ﻭَﻳُﻜَﺒِّﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺑِﺘَﻜْﺒِﻴﺮِﻫِﻤَﺎ )
Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.( ﻭَﻛَﺒَّﺮَ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﻋَﻠِﻰٍّ ﺧَﻠْﻒَ ﺍﻟﻨَّﺎﻓِﻠَﺔِ )
( HR. Bukhari )

Penjelasan berkenaan takbir Ada yaitu ada 2 :
~Takbir muthlaq (tanpa dikaitkan dengan waktu tertentu)
Muthlaq adalah takbir yang  tidak dikaitkan pada waktu dan tempat tertentu.contoh sebagaimana hadits diatas Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah bertakbir dipasar dan dijalan-jalan, namun ada catatan penting yg dimaksud hadits diatas bukan untuk mendukung takbiran pada abat ini ( penuh dg pelecehan).

~Takbir muqoyyad (dikaitkan dengan waktu tertentu).
muqoyyad adalah takbir dikaitkan dengan waktu tertentu yaitu dilakukan setelah shalat wajib berjama’ah ( Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (Dengan catatan tidak dilakukan dengan takbir berjam'ah).

Menurut atsar takbir muqoyyad bagi orang yang tidak berhaji dilakukan mulai dari shalat Shubuh pada hari ‘Arofah (9 Dzulhijah) hingga waktu ‘Ashar pada hari tasyriq yang terakhir . Adapun bagi orang yang berhaji dimulai dari shalat Zhuhur hari Nahr (10 Dzulhijah) hingga hari tasyriq yang terakhir.

Cara bertakbir adalah dengan ucapan: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd .

◇◆ 5. Shalat Idul Adha diLapangan

Shalat ‘ied Adha menurut para ulama ada 2 pendapat ;
~Pertama hukumnya sunah muakadah
~Kedua wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang dalam keadaan mukim adalah hadits dari Ummu ‘Athiyah, beliau berkata,

Dari Ummu Atiyyah radhiallahu anha, dia berkata,
Rasulullah memerintahkan kami untuk keluar di hari raya --
Idul Fitri dan Idul Adha. ( ﺃَﻣَﺮَﻧَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻥْ ﻧُﺨْﺮِﺟَﻬُﻦَّ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻭَﺍﻷَﺿْﺤَﻰ )
Baik wanita yg baru balig,  ( ﺍﻟْﻌَﻮَﺍﺗِﻖَ )
wanita sedang haid ( ﻭَﺍﻟْﺤُﻴَّﺾَ  )
dan wanita perawan.( ﻭَﺫَﻭَﺍﺕِ ﺍﻟْﺨُﺪُﻭﺭِ )
Sementara org yg haid dipisahkan dari (tempat) shalat. ( ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﺍﻟْﺤُﻴَّﺾُ ﻓَﻴَﻌْﺘَﺰِﻟْﻦَ ﺍﻟﺼَّﻼﺓَ )
Agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan doa umat Islam.( ﻭَﻳَﺸْﻬَﺪْﻥَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَ ﻭَﺩَﻋْﻮَﺓَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ )
Saya berkata, Wahai Rasulullah, ( ﻗُﻠْﺖُ , ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ )
ada di antara kami yg tidak mempunyai jilbab. ( ﺇِﺣْﺪَﺍﻧَﺎ ﻻ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻟَﻬَﺎ ﺟِﻠْﺒَﺎﺏٌ )
Beliau mengatakan, ( ﻗَﺎﻝَ  )
Sebaiknya saudara perempuannya memberinya jilbab. ( ﻟِﺘُﻠْﺒِﺴْﻬَﺎ ﺃُﺧْﺘُﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺟِﻠْﺒَﺎﺑِﻬَﺎ )
(HR Bukhari (324) dan Muslim (890)

Maksudnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah kaum muslimin untuk keluar dari rumah untuk menunaikan shalat ‘ied. Sebagaimana dalam Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman : Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr). ( ﻓَﺼَﻞِّ ﻟِﺮَﺑِّﻚَ ﻭَﺍﻧْﺤَﺮْ)
(QS. Al Kautsar: 2).

Maksud ayat ini adalah perintah untuk melaksanakan shalat ‘ied.

◇◆ 6. Mendengarkan khutbah Idul Adha Lebih baik

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abdullah bin as-Saib beliau berkata:
Aku mengikuti shalat Ied bersama Rasulullah Ketika selesai shalat --
beliau bersabda (  ﺷَﻬِﺪْﺕُ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻌِﻴﺪَ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗَﻀَﻰ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻗَﺎﻝَ )
Sesungguhnya kami akan berkhutbah, ( ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﺨْﻄُﺐُ )
barangsiapa yg mau duduk mendengarkan khutbah
silakan duduk, (  ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﺠْﻠِﺲَ ﻟِﻠْﺨُﻄْﺒَﺔِ ﻓَﻠْﻴَﺠْﻠِﺲْ )
barangsiapa yg ingin untuk pergi silakan pergi. ( ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﺬْﻫَﺐَ ﻓَﻠْﻴَﺬْﻫَﺐْ )
[HR. Abu Dawud, anNasaai, dan Ibnu Majah dishahihkan oleh al Albaniy dalam shahih sunan abi dawud]

Perlu kita ketahui bersama Apa yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan sahabatnya adalah sebaik-baiknya amalan , sebagaiman penjelasan hadits
Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ( ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ )
Abu Bakar, dan 'Umar radhiyallahu 'anhu ( ﻭَﺃَﺑُﻮ ﺑَﻜْﺮٍ ﻭَﻋُﻤَﺮُ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ )
mereka melaksanakan shalat dua Hari Raya sebelum khutbah.( ﺍﻟْﻌِﻴﺪَﻳْﻦِ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟْﺨُﻄْﺒَﺔِ )
(HR. Bukhari & Muslim).

Imam Nawawi di dalam kitabnya Raudhatuth Thalibin mengatakan bahwa hukum mendengarkan khutbah adalah sunnah. Apabila seseorang masuk, sedangkan Imam sedang berkhutbah, apabila berada di musholla (tanah lapang), maka orang yang baru masuk tersebut duduk dan mendengarkan khutbah. Kemudian bila telah selesai, maka baru mengerjakan shalat Id secara sendirian.

◇◆ 7.  Berqurban /Udhhiyah ( ﺍﻷﺿﺤﻴﺔ )

Dalil Allah Aza Waajalla berfirman ,
Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr). ( ﻓَﺼَﻞِّ ﻟِﺮَﺑِّﻚَ ﻭَﺍﻧْﺤَﺮْ)
(QS. Al Kautsar: 2).

Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq ,hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Berkurban dgn menyembelih 2 ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yg menyembelihnya dgn menyebut nama Allah dan
bertakbir, ( ﻭﻗﺪ ﺛﺒﺖ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺿﺤﻰ ﺑﻜﺒﺸﻴﻦ ﺃﻣﻠﺤﻴﻦ ﺃﻗﺮﻧﻴﻦ ﺫﺑﺤﻬﻤﺎ ﺑﻴﺪﻩ ﻭﺳﻤﻰ ﻭﻛﺒّﺮ )
serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu ( ﻭﻭﺿﻊ ﺭﺟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺻﻔﺎﺣﻬﻤﺎ )
[Muttafaqun ‘Alaihi].

Di hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, ( ﻣَﻦْ ﻭَﺟَﺪَ ﺳَﻌَﺔً ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﻀَﺢِّ )
maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami. ( ﻓَﻼ ﻳَﻘْﺮَﺑَﻦَّ ﻣُﺼَﻼَّﻧَﺎ )
Para ulama hadits ikhtilaf menghukumi hadits ini. HR Ahmad dalam Musnad-nya no. 8273, ( At-Tirmidzi, Ibnu ‘Abdl-Barr, Al-Baihaqi dan Ibnu Hajar merajihkan hadits tersebut mauquf).

◇◆ 8. Sedekah

Sedekah dan berinfak adalah merupakan amal sholeh, dengannya terangkatlah kesulitan dan hilangnya kesedihan, dan yang terbaik adalah tatkala waktu dibutuhkan dan di zaman yang mulia.

Selanjutnya Amalan yang umum yang tidak hanya dilakukan dibulan Dzulhijjah,
◇◆ 9. Memperbanyak Amalan Sholeh

Sebagaimana keutamaan hadits Ibnu ‘Abbas yang menunjukkan dianjurkannya memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan beramar ma’ruf nahi mungkar. .

Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Tidak ada hari dimana suatu amal salih (  ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﺍﻟْﻌَﻤَﻞُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢُ  )
lebih dicintai Allah  (  ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ  )
melebihi amal salih yg dilakukan ( ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﺍﻟْﻌَﻤَﻞُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ )
di sepuluh hari ini  (  ﻣِﻦْ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻷَﻳَّﺎﻡِ )
(sepuluh hari pertama Dzulhijjah). ( ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺃَﻳَّﺎﻡَ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮِ  )
Para sahabat bertanya, ( ﻗَﺎﻟُﻮﺍ )
Wahai Rasulullah,  ( ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ )
termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? ( ﻭَﻻَ ﺍﻟْﺠِﻬَﺎﺩُ ﻓِﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ  )
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ( ﻗَﺎﻝَ )
Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. ( ﻭَﻻَ ﺍﻟْﺠِﻬَﺎﺩُ ﻓِﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ )
Kec org yg keluar dgn jiwa dan hartanya (ke medan jihad), ( ﺇِﻻَّ ﺭَﺟُﻞٌ ﺧَﺮَﺝَ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻣَﺎﻟِﻪِ )
dan tidak ada 1 pun yg kembali (mati dan hartanya diambil musuh).( ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺮْﺟِﻊْ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ)
(HR. Ahmad 1968, Bukhari 969, dan Turmudzi 757).

◇◆ 9. Bertaubat

Termasuk yang ditekankan pula di awal Dzulhijah adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat serta meninggalkan tindak zholim terhadap sesama.
Bertaubat memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam, ia merupakan sebab kemenangan dan kebahagiaan. Allah mewajibkannya bagi semuat umat dari segala dosa. Allah berkata kepada mereka yang menyatakan Allah punya istri dan anak :
Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah ( ﺃَﻓَﻠَﺎ ﻳَﺘُﻮﺑُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﭐﻟﻠَّﻪِ )
dan memohon ampun kepada-Nya? ( ﻭَﻳَﺴۡﺘَﻐۡﻔِﺮُﻭﻧَﻪُۥ )
(Qs Al-Maidah : 74)

Dan Allah berfirman kepada kaum mukminin :

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, ( ﻭَﺗُﻮﺑُﻮٓﺍْ ﺇِﻟَﻰ ﭐﻟﻠَّﻪ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ِ  )
hai orang-orang yang beriman ( ﺃَﻳُّﻪَ ﭐﻟۡﻤُﺆۡﻣِﻨُﻮﻥَ  )
supaya kamu beruntung  ( ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢۡ ﺗُﻔۡﻠِﺤُﻮﻥَ  )
(QS An-Nuur : 31)

Dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertaubat kepada Allah setiap harinya 100 kali, (HR.Al-Bukhari )

Dan kita lebih membutuhkan untuk bertaubat, dan sebaik-baik hari bagi seorang hamba adalah hari dimana ia bertaubat. Nabi 'alaihis sholatu was salam berkata kepada Ka'ab bin Malik radhiallahu 'anhu :
Bergembiralah dengan hari terbaik yg engkau lalui sejak engkau dilahirkan -
oleh ibumu ( ﺃَﺑْﺸِﺮْ ﺑِﺨَﻴْﺮِ ﻳَﻮْﻡٍ ﻣَﺮَّ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻣُﻨْﺬُ ﻭَﻟَﺪَﺗْﻚَ ﺃُﻣُّﻚَ )
(HR Al - Bukhari-Muslim )

Maka sungguh indah seseorang yang bertaubat ia bertaubat di hari-hari yang paling dicintai oleh Allah. Dan siapa yang benar dalam taubatnya maka ia akan meraih derajat yang tinggi, dan Allah akan merubah dosa-dosanya menjadi pahala-pahala Aamiin.

Ya Allah Mudahkanlah hamba mengamalkan syariat -Mu.Aamin
Wallahuta'allam

Bersambung..

Refrensi :
Mushaf Al-Qur'an
Tafsir ibnu Kasir
Ensiklopedi Hadits
www.rumaysho.com
Dll

http:// Abuafka.blogspot.com

Selasa, 08 Agustus 2017

SAYYIDUL ISTIGHFAR ( ﺳَﻴِّﺪُ ﺍﻟْﺎِﺳْﺘِﻐْﻔﺎﺭِ )

Bismillah
Rabu 17 Dzulqa’dah 1438 H / 9 Agustus 2017 M

SAYYIDUL ISTIGHFAR ( ﺳَﻴِّﺪُ ﺍﻟْﺎِﺳْﺘِﻐْﻔﺎﺭِ )
Abu Afka

Dari Syaddad bin Aus ( ﻋَﻦْ ﺷَﺪَّﺍﺩِ ﺑْﻦِ ﺃَﻭْﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ )
dari Nabi bersabda , ( ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ )

Sesungguhnya Istighfar yg paling baik  ( ﺳَﻴِّﺪُ ﺍﻟْﺎِﺳْﺘِﻐْﻔﺎﺭِ )
adalah seseorang hamba mengucapkan (  ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮْﻝَ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ  )

Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, (  ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺭَﺑِّﻲْ )
tidak ada Ilah yg berhak diibadahi dgn benar --
selain Engkau. ( ﻟَﺎ ﺇِﻟٰـﻪ ﺇِﻟٰـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ َ )
Engkau yg menciptakan aku  ( ﺧَﻠَﻘْﺘَﻨِﻲْ  )
dan aku adlh hamba-Mu. ( ﻭَﺃَﻧَﺎ ﻋَﺒْﺪُﻙَ )
Aku menetapi perjanjian-Mu (  ﻭَﺃَﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻬْﺪِﻙَ  )
dan janji-Mu sesuai dgn kemampuanku. ( ﻭَﻭَﻋْﺪِﻙَ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖُ )
Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan --
perbuatanku, ( ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺻَﻨَﻌْﺖُ )
aku mengakui nikmat-Mu kepadaku  ( ﺃَﺑُﻮْﺀُ ﻟَﻚَ ﺑِﻨِﻌْﻤﺘِﻚَ ﻋَﻠَﻲَّ )
dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, ( ﻭَﺃَﺑُﻮْﺀُ ﺑِﺬَﻧْﺒِﻲْ )
maka ampunilah aku. ( ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ )
Sebab tidak ada yg dapat mengampuni dosa ( ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏَ )
selain Engkau . ( ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ  )

Beliau bersabda Barangsiapa mengucapkannya ( ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻟَﻬَﺎ )
di waktu siang dgn penuh keyakinan  (ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻣُﻮْﻗِﻨًﺎ ﺑِﻬَﺎ )
lalu meninggal pd hari itu sebelum waktu sore, ( ﻓَﻤَـﺎﺕَ ﻣِﻦْ ﻳﻮْﻣِﻪِ ﻗَﺒْﻞ ﺃَﻥْ ﻳُﻤْﺴِﻲَ )
maka ia termasuk penghuni surga. ( ﻓَﻬُﻮ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ )

Barangsiapa membacanya di waktu malam ( ﻭَﻣَﻦْ ﻗَﺎﻟَﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ )
dgn penuh keyakinan ( ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﻮْﻗِﻦٌ ﺑِﻬَﺎ )
lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, ( ﻓَﻤَﺎﺕَ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳُﺼْﺒِﺢَ )
maka ia termasuk penghuni surga. ( ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ )
(HR Imam Al-Bukhari (no. 6306, 6323)

PENJELASAN :

◇◆ Ya Allah, Engkau adalah Rabbku,  (  ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺭَﺑِّﻲْ )

Artinya pengakuan seorang hamba bahwa Allah Azza wa Jalla adalah Rabbnya. Rabb adalah pemilik, pencipta, pemberi rizki dan pengatur semua urusan makhluk-Nya.  Pengakuan tentang (tauhid rububiyyah) Allah Azza wa Jalla .

◇◆ Tidak ada Ilah yg berhak diibadahi dgn benar selain Engkau. ( ﻟَﺎ ﺇِﻟٰـﻪ ﺇِﻟٰـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ َ )

Kalimat ini ( ﻟَﺎ ﺇِﻟٰـﻪ ﺇِﻟٰـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ َ )  merupakan perwujudan ( tauhid uluhiyyah) . Tiada illah yang wajib diibadahi kecuali Allah dan Illah-Ilah selain Allah adalah batil.

◇◆ Engkau yg menciptakan aku  (ﺧَﻠَﻘْﺘَﻨِﻲْ  ) dan aku adlh hamba-Mu. ( ﻭَﺃَﻧَﺎ ﻋَﺒْﺪُﻙَ )

Pengakuan hamba bahwa tidak ada yang menciptakan alam semesta beserta isinya ini melainkan hanya Allah Azza wa Jalla saja. Seluruhnya adalah makhluk, baik di langit maupun di bumi. Allah Azza wa Jalla yang telah menciptakan semua makhluk. Kalimat ini mengandung (prilaku hamba) yang menghinakan dan merendahkan dirinya di hadapan Allah Azza wa Jalla . Di dalamnya terkandung tauhid rububiyyah. Doa ini diucapkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga menunjukan bahwa beliau adalah seorang hamba, yang tidak berhak untuk diibadahi.

◇◆ Aku menetapi perjanjian-Mu (  ﻭَﺃَﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻬْﺪِﻙَ  )
dan janji-Mu sesuai dgn kemampuanku. ( ﻭَﻭَﻋْﺪِﻙَ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖُ )

Aku tetap dalam perjanjian-Mu Ya Allah, yakni : beriman kepada-Mu, melaksanakan ketaatan kepada-Mu dan melaksanakan perintah-perintah-Mu semampuku. Menurut kemampuan aku, ( ﻭَﻭَﻋْﺪِﻙَ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖُ ) karena Allah tidaklah membebani suatu jiwa melainkan sesuai dengan kemampuannya. (At-Taghabun (64) :16 ). Dan yang dimaksud janji di sini adalah janji ketika Allah mengeluarkan calon-calon makhluk atau ruh. ( Qs Al-A’raf (7): 172]

◇◆ Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, ( ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺻَﻨَﻌْﺖُ )

Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan amal perbuatanku dan akibat buruknya, ditimpa dengan petaka, agar diampuninya dosa, dan kembali kepada perbuatan jelekku.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan perbuatan dosa dan maksiat. Sesungguhnya perbuatan dosa membawa akibat yang jelek. Orang yang durhaka kepada orang tua, memutuskan silaturahim, menzhalimi orang lain, mengambil hak orang lain, makan riba, dan dosa-dosa lainnya akan membawa akibat yang jelek. Diantara akibat buruknya adalah hilangnya barakah dalam ilmu kita dan hafalan kita. Akibat dosa yang paling berbahaya adalah akan di adzab oleh Allah Azza wa Jalla . Harta yang diperoleh dengan cara zhalim maka harta itu tidak akan mendapatkan barakah, akan membuat istrinya dan anak-anaknya durhaka.Hendaknya kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari segala perbuatan dosa kita.
Akibat dosa tersebut diantaranya hilangnya barakah umur kita, barakah ilmu kita, amal ketaatan, dan hilangnya hafalan. Yang paling bahaya adalah tidak diampuni dosa kita. Atau kita kembali kepada perbuatan dosa itu.

◇◆ aku mengakui nikmat-Mu kepadaku  ( ﺃَﺑُﻮْﺀُ ﻟَﻚَ ﺑِﻨِﻌْﻤﺘِﻚَ ﻋَﻠَﻲَّ )

Aku mengakui dan menetapkan besarnya nikmat-Mu kepadaku, dan agungnya karunia-Mu dan kebaikan-Mu kepadaku. Setiap Muslim dan Muslimah wajib menisbatkan semua nikmat kepada Allah Azza wa Jalla . Semua nikmat yang diberikan Allah Azza wa Jalla , baik di langit, bumi dan diantara keduanya adalah berasal dari Allah Azza wa Jalla
( Qs An-Nahl (16):53)

◇◆ dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, ( ﻭَﺃَﺑُﻮْﺀُ ﺑِﺬَﻧْﺒِﻲْ )

Aku mengakui kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan, berupa perbuatan dosa, kesalahan, kelalaian, kewajiban yang aku tinggalkan, perbuatan haram dan maksiat yang aku lakukan. Pengakuan ini sebagai langkah awal untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Azza wa Jalla

◇◆ maka ampunilah aku. ( ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ )

Ya Allah, ampunilah seluruh dosa yang telah aku lakukan. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Seorang hamba yang bertakwa tatkala ia berbuat dosa, ia segera memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla. ( Qs Ali ‘Imran (3):135).

◇◆ Sebab tidak ada yg dapat mengampuni dosa ( ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏَ )
selain Engkau . ( ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ  )

Pengakuan kita bahwa tidak ada yang dapat mengampuni semua dosa-dosa kecuali hanya Allah Azza wa Jalla . Oleh karena kita memohon ampun hanya kepada Allah Azza wa Jalla , tidak kepada selain-Nya. Allah Maha Pengampun dan Penerima taubat.

◇◆ Beliau bersabda Barangsiapa mengucapkannya ( ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻟَﻬَﺎ )
di waktu siang dgn penuh keyakinan  (ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻣُﻮْﻗِﻨًﺎ ﺑِﻬَﺎ )
lalu meninggal pd hari itu sebelum waktu sore, ( ﻓَﻤَـﺎﺕَ ﻣِﻦْ ﻳﻮْﻣِﻪِ ﻗَﺒْﻞ ﺃَﻥْ ﻳُﻤْﺴِﻲَ )
maka ia termasuk penghuni surga. ( ﻓَﻬُﻮ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ )

Maksudya :
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk membacanya dengan penuh keyakinan ketika berada di waktu pagi dan sore hari.

Refrensi :
- Al -Azkar
- Ensiklopedi Hadits
- Almanhaj.or.id

Wallahu a’lam
Bersambung ke Taubat 1

http:// Abuafka.blogspot.com

Senin, 07 Agustus 2017

Hanya Allah Satu-satunya Pemberi Hidayah



Bismillah
Selasa , 16 Dzulqa’dah 1438 H / 8 Agustus 2017 M

Lanjutan ,
Mahalnya Sebuah Hidayah ke 4
Hanya Allah Satu-satunya Pemberi Hidayah

Ketahuilah wahai manusia , wahai pencinta kebenaran wahai para orang tua yang mencintai anaknya karena Allah Aza Waajalla , bahwa hanya Allah yang dapat memberi hidayah kebaikan. Upaya yang kita lakukan sebagai  manusia (atau sebagai orangtua) dalam mewarnai keluarga dan memperbaiki akhlaq anak adalah dalam rangka menjalani kewajiban Allah yang dibebankan kepada kita, ( para orangtua ) Adapun hasil dari upaya tersebut adalah mutlak ditangan Allah Aza Waajalla.
Sebagaimana berfirman -Nya :

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, ( مَنْ يَهْدِ اللَّهُ  )
maka dialah yang mendapat petunjuk ( فَهُوَ الْمُهْتَدِي )
dan barang siapa yang disesatkan Allah, ( وَمَنْ يُضْلِلْ )
maka merekalah aranv-2 yang merugi. ( فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ )
( Qs.AI-A’raf (7) 178 )

TAFSIR NYA :
Allah Aza Wajalla berfirman bahwa barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya; dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, maka sesungguhnya dia telah merugi, kecewa, dan sesat tanpa dapat dielakkan lagi. Karena sesungguhnya sesuatu yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi, dan sesuatu yang tidak dikehendaki­Nya pasti tidak akan terjadi. Karena itulah di dalam hadis Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘ anhu disebutkan dalam muqadimah Rasululullah shallallahu ‘ alaihi wasallam ,

Sesungguhnya segala puji bagi Allah. ("إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِِ )
Kami memuji, memohon pertolongan, ( نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ  )
memohon hidayah,  ( وَنَسْتَهْدِيهِ )
dan memohon ampun hanya kepada-Nya. ( وَنَسْتَغْفِرُهُ  )
Dan Kami berlindung kepada Allah ( وَنُعُوذُ بِاللَّهِ  )
dari kejahatan hawa nafsu kami  ( مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا )
dan keburukan-2 amal perbuatan kami. ( وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا )
Barang siapa yg diberi petunjuk oleh Allah, ( مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ )
tidak ada yg dapat menyesatkannya ( فَلَا مُضِلَّ لَهُ )
dan barang siapa disesatkan oleh Allah, ( وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ )
tidak ada yg dapat memberikan petunjuk kepadanya ( فَلَا هَادِيَ لَهُ )
Dan saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata,
tiada sekutu bagi-Nya. ( وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ  )
Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba
dan Rasul­Nya. ( وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ )
( HR Ahmad , Dalam Tafsir Ibni Katsir )

Dan Ayat Allah Aza Waajalla berfirman
Maka sesungguhnya Allah ( فَإِنَّ اللَّهَ )
menyesatkan siapa yg dikehendaki­-Nya ( يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ )
dan menunjuki siapa yg dikehendaki-Nya. ( وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ )
Maksudnya dengan kekuasaan-Nya, maka terjadilah apa yang dikehendaki-Nya.

maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan
terhadap mereka. ( فَلا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ  )
Maksudnya, janganlah kamu merasa kecewa dengan hal tersebut, karena sesungguhnya Allah Mahabijaksana dalam menentukan takdir-Nya. Sesungguhnya Allah menyesatkan orang yang sesat dan memberi petunjuk orang yang mendapat petunjuk hanyalah karena pengetahuan­Nya yang sempurna dan hujah-Nya yang tiada taranya. Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yg mereka perbuat. ( إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ )
(Qs Fathir (35) : 8)

Ayat diatas ditafsirkan dengan hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam
Ibnu Abu Hatim sehubungan dgn makna ayat ini mengatakan, ( قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ عِنْدَ هَذِهِ الْآيَةِ )
telah menceritakan kepada kami ayahku, ( حَدَّثَنَا أَبِي )
telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Auf Al-Himsi, ( حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَوْفٍ الحِمْصي )
telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Kasir, ( حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِير )
dari Al-Auza'i, ( عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ )
dari Yahya ibnu Abu Amr Asy-Syaibani atau Rabi'ah, ( عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي عَمْرٍو السَّيباني أَوْ: رَبِيعَةَ )
dari Abdullah ibnu Ad-Dailami ( عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الدَّيْلَمِيِّ  )
yg mengatakan bahwa ia datang kepada Abdullah ibnu Amr ( قَالَ: أَتَيْتُ عبد الله بن عمرو )
yg saat itu sedang berada di sebuah kebun di Taif yg dikenal dengan --
nama Al-Waht.  (وهو في حائط بِالطَّائِفِ يُقَالُ لَه ُ: الْوَهْطُ )
Lalu Abdullah ibnu Amr berkata, ( قَالَ )
bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda ( سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ )
Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk-Nya dlm kegelapan, ( إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ خَلْقَهُ فِي ظُلْمَةٍ )
kemudian Dia melemparkan sebagian dri cahaya-Nya kpd mereka,  ( ثُمَّ أَلْقَى عَلَيْهِمْ مِنْ نُورِهِ )
maka barang siapa yg terkena cahaya-Nya pada hari itu, ( فَمَنْ أَصَابَهُ مِنْ نُورِهِ يَوْمَئِذٍ  )
berarti dia mendapat petunjuk. ( فَقَدِ اهْتَدَى )
Dan barang siapa yg luput dari cahaya-Nya berarti ia akan sesat. ( وَمَنْ أَخْطَأَهُ مِنْهُ ضَلَّ )
Karena itulah aku hanya dapat mengatakan,  ( فَلِذَلِكَ أَقُولُ )
Keringlah pena u/ mencatat apa yg diketahui oleh Allah  (جَفَّ الْقَلَمُ عَلَى مَا عَلِمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ )

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan didalam riwayat lain ;
Dari Zaid Abu Aufa yg mengatakan bahwa di suatu hari Rasulullah keluar menemui kami (para sahabat), ( عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  )
lalu beliau bersabda (  فَقَالَ )
Segala puji bagi Allah yang memberi petunjuk  (الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي يَهْدِي )
dari kesesatan ( مِنَ الضَّلَالَةِ )
dan menghindarkan kesesatan ( وَيُلْبِسُ الضَّلَالَةَ )
dari orang yang disukai-Nya. ( عَلَى مَنْ أَحَبَّ )
(Hadis ini garib sekali ( kesendirianya ).

Allah Aza Wajalla juga berfirman ;
Dan kalau Kami menghendaki, ( وَلَوْ شِئْنَا )
niscaya Kami akan berikan  ( لآتَيْنَا )
kepada tiap-2 jiwa petunjuk (bagi)nya (  كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا )
(Qs As-Sajdah ( 32 ) : 13)

Ayat diatas tafsirkan dengan Qs Yunus: 99
Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, ( وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ )
tentulah beriman semua orang ( لآمَنَ مَنْ )
yg di muka bumi seluruhnya. (   فِي الأرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا)
Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia ( ٍ وَمَا كَانَ لِنَفْس )
supaya mereka menjadi orang-2 yg beriman semuanya? ( أَنْ تُؤْمِنَ  )
Dan tidak ada seorang pun akan beriman kec dgn  izin Allah ( إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ )
dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-2 yg --
tidak mempergunakan akalnya?    ( وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ )
(Qs Yunus(10) : 99 )

Maksudnya : Hai Nabi Muhammad Shallallahu ‘ alaihi wassalam, niscaya Dia ( Allah ) mengizinkan seluruh penduduk bumi untuk beriman kepada apa yang disampaikan olehmu kepada mereka, lalu me­reka beriman semuanya. Akan tetapi, hanya Allah-lah yang mengetahui hikmah dalam semua apa yang dilakukan-Nya. (Tafsir Ibnu Katsir)

Semakna dengan ayat lain Allah Aza Wajalla berfirman :
Jikalau Tuhanmu menghendaki, ( وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ )
tentu Dia( Allah ) menjadikan manusia umat yg (1), (لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً )
tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, ( وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ )
kecuali orang-2 yg diberi rahmat oleh Robbmu ( إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ )
dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. ( وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ )
Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan ( وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ  )
sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahanam ( لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ )
dgn jin dan manusia (yg durhaka) semuanya. ( مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ )
(Qs Hud (11) : 118-119)

Kemudian Al -Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan dengan banyak ayat dibawah ini , Allah Aza Wajalla berfirman :
Maka tidakkah orang-2 yg beriman itu ( أَفَلَمْ يَيْأَسِ الَّذِينَ آمَنُوا )
mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki --
(semua manusia beriman),  ( أَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ )
tentu Allah memberi petunjuk kpd  manusia --
semuanya. ( لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًا )
(Qs Ar-Ra'd(13): 31)

Maksudnya : manusia dipaksa untuk beriman tidak bisa dan tidak ada hak bagimu melakukan hal itu, dan hal itu bukanlah diserahkan kepadamu melainkan hanya kepada Allah Aza Wajalla ( Tafsir Ibnu Katsir )

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk ( لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ )
tetapi Allah-lah yg memberi petunjuk (memberi taufik) ( وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي )
siapa yang dikehendaki-Nya.  ( مَنْ يَشَاءُ )
(Qs Al-Baqarah: 272)

Boleh jadi kamu (Muhammad) membinasakan dirimu, ( لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ )
karena mereka tidak beriman. ( أَلا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ )
(Qs Asy-Syu'ara (42): 3)

karena sesungguhnya tugasmu ( فَإِنَّمَا عَلَيْكَ )
hanya menyampaikan saja, ( الْبَلاغُ )
sedangkan Kamilah yg menghisab amalan mereka.( وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ )
(Qs Ar-Ra'd (13) : 40)

Maka berilah peringatan,( فَذَكِّرْ)
karena sesungguhnya kamu ( إِنَّمَا أَنْتَ )
hanyalah org yg memberi peringatan, ( مُذَكِّرٌ )
kamu bukanlah org yg berkuasa atas mereka.( لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصيْطِرٍ )
(Qs Al-Gasyiyah( 88):21-22)

KESIMPULAN :
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Allah Aza Wajalla Maha Memperbuat segala apa yang dikehendaki-Nya, Yang menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya, Yang menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya, disebabkan pengetahuan, hikmah, dan keadilan-Nya.
Maka sudah sepantasnya orang yang beriman  mempergunakan akalnya untuk memikirkan hujah-hujah dan dalil-dalil Allah. Allah Maha Adil dalam melakukan hal tersebut, yaitu dalam memberi petunjuk kepada orang yang ditunjuki-Nya dan menyesatkan orang yang disesatkan-Nya.(Tafsir Ibnu Katsir)

Ibrahnya adalah semakin sadar kita mahalnya sebuah hidayah Allah Aza Waajalla.

Ya Allah berilah Hidayah kepada hati ini untuk selalu patuh mengikuti syariat-Mu.Aamiin
Semoga ada manfaatnya .

Refrensi :
- Buku Tarbiyatul Abna karya Syaikh Mustofa Al Adawi.
- Tafsir Ibnu Katsir
- Ensiklopedi hadits..
- Dll.

Wallahu a’lam
Bersambung ....
Mahalnya Sebuah Hidayah ke 5
Hanya Allah Satu-satunya Pemberi Hidayah

http:// Abuafka.blogspot.com