Bismillah.
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula) ( وَقَالُوا )
hidup hanyalah kehidupan kita didunia saja, ( إِنْ هِيَ إِلا حَيَاتُنَا )
dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan. ( وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ )
( QS Al-An'am (6): 29).
Faidah Ayat :
Dengan kata lain, niscaya mereka akan kembali melakukan hal-hal yang dilarang mengerjakannya; dan niscaya mereka akan mengatakan : ◇◆ hidup hanyalah kehidupan kita didunia saja◇◆ ( إِنْ هِيَ إِلا حَيَاتُنَا )
maksud ucapan mereka yg disinalir oleh Allah dalam Al-Qur'an bahwa hidup ini hanya didunia saja kemudian tidak ada hari berbangkit sesudahnya (tidak ada pembalasan ). ( Tafsir Ibnu Khasir )
Maka secara tidak langsung tabir hati mereka telah Allah Aza Wajalla telanjangi dgn perbuatannya, diantara contoh perbuatan dan realitanya mereka lebih mementingkan urusan dunia (sekicil apapun) dan meninggalkan urusan akherat adalah salah satu bukti dari hakekatnya tidak beriman dengan hari pembalasan ( kiamat ).
Betapa dahsyat kekufuran mereka. Sekiranya Allah beri mereka kesempatan kembali ke dunia, mereka akan tetap kafir. Penyebabnya adalah kecintaan mereka pada kehidupan dunia dan tidak beriman kepada akhirat. Sungguh merugilah orang yang mengingkari akhirat itu . Ketika kiamat tiba, mereka akan menyesali kejahatan dan kezaliman yang mereka lakukan. Kehidupan dunia adalah permainan dan senda gurau belaka. Negeri akhirat itulah yang terbaik bagi orang yang bertakwa. Kenapa mereka tidak bisa memahaminya?
Wallahuta'allam
Sebaliknya seorang yang betul-betul beriman tentu mampu mengambil sebuah pelajaran dari perbuatan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian baik melalui hati , lisan dan perbuatan mereka.. Jangan sampai kita sadar maupun tidak sadar bertasyabuh degan mereka (mengikuti langkah kekafiran mereka).Dalam hadits dijelaskan :
Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-2 yg sebelum kamu ( ﻟَﺘَﺘَّﺒِﻌَﻦَّ ﺳَﻨَﻦَ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ )
sejengkal demi sejengkal ( ﺷِﺒْﺮًﺍ ﺑِﺸِﺒْﺮٍ )
dan sehasta demi sehasta, ( ﻭَﺫِﺭَﺍﻋًﺎ ﺑِﺬِﺭَﺍﻉٍ )
bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, ( ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﻮْ ﺩَﺧَﻠُﻮْﺍ ﺟُﺤْﺮَ ﺿَﺐٍّ )
niscaya kamu mengikuti mereka. ( ﺗَﺒِﻌْﺘُﻤُﻮْﻫُﻢْ )
Kami bertanya, Ya Rasulullah ( ﻗُﻠْﻨَﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪ )
orang Yahudi dan Nasrani? ( ﺍَﻟْﻴَﻬُﻮْﺩُ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ )
Jawab Nabi, Siapa lagi? ( ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻤَﻦْ )
(HR. Al-Bukhari : ( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ ﺍﻟﺨﺪﺭﻱ، ﺻﺤﻴﺢ
Saudaraku padahal kita pasti akan dibangkitkan lagi oleh Allah untuk membayar perbuatan yg pernah kita lakukan secara sempurna.
Wallahuta'allam
Bersambung
http:// Abuafka.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar