Senin, 31 Juli 2017

Membayar Zakat Pertanian Itu Berarti Mensyukuri Nikmat Allah Aza Wajalla

Lanjutan....

Salah satu bentuk nikmat yang tak terhingga adalah ketika seorang hamba yang penuh dengan kekurangan namun Allah Aza Wajalla ilhamkan langkahnya didalam kebaikan. Diantaranya adalah Allah Aza Wajalla mudahkan untuk menyalurkan zakat pertanian.
Sebab setiap nikmat yang ada pada kita semuanya dari Allah Aza Wajalla sebagaimana firman-Nya : Dan apa saja ( ﻭَﻣَﺎ )
ada pada kamu ( ﺑِﻜُﻢْ )
dari nikmat ,( ﻣِﻦْ ﻧِﻌْﻤَﺔٍ )
maka dari Allah-lah (datangnya).( ﻓَﻤِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ )
(Qs. An Nahl: 53).

Adapun dalil-2 wajibnya zakat pertanian :
Sebagaimana  firman Allah Azza wa Jalla :
Hai orang-2 yg beriman, ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا )
nafkahkanlah (di jalan Allah) (  أَنْفِقُوا  )
dari yg baik-2 ( مِنْ طَيِّبَاتِ  )
sebagian dari hasil usahamu ( مَا كَسَبْتُمْ )
dan dari apa yang ( وَمِمَّا )
kami keluarkan untuk kamu ( أَخْرَجْنَا لَكُمْ )
Dari bumi (  مِنَ الْأَرْضِ )
(Qs Al-Baqarah (2) :267]

Dan dalam ayat lain Allah Aza Wajalla berfirman ,
dan tunaikanlah haknya  ( وَآتُوا حَقَّهُ  )
di hari memetik hasilnya  ( يَوْمَ حَصَادِهِ )
(dengan disedekahkan kepada fakir miskin)  

Dan pada harta-harta mereka ( وَفِي أَمْوَالِهِمْ  )
ada hak untuk orang miskin yang meminta (  حَقٌّ لِلسَّائِلِ  )
dan orang miskin yg tidak mendapat bagian. (  وَالْمَحْرُومِ  )
(Qs Adz-Dzariyat ( 51): 19).
Dalam tafsir dijelaskan bahwa mereka selalu membayar zakat dan bersedekah serta bersilaturahmi. ( Tafsir Ibnu Kasir )

Nishab zakat pertanian ,
~ Nishab padi / gabah yang wajib zakat adalah 653 kg
Sebagaimana syarat kewajiban zakat pertanian didalam hadits shahih Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda , dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu secara marfu’ yang berbunyi:
Tidak ada (kewajiban) zakat pada biji-bijian ( لَيْسَ فِيْ حَبٍّ )
dan buah kurma ( وَلاَ ثَمَرٍ صَدَقَةٌ  )
hingga mencapai 5 ausaq (lima wasaq) ( حَتَّى يَبْلُغَ خَمْسَةَ أَوْسُق )
[HR Muslim]

Penjelasan
Satu wisq = 60 sha’. Dan satu sha’ menurut ukuran Madinah adalah 4 mud adalah 5 rithl dan sepertiganya, sekitar 2176 gr atau 2,176 Kg. Maka satu nishab itu adalah: 300 sha’ x 2,176 = 652,8 kg dan dibulatkan menjadi 653 Kg. Jadi Lima wisq = 300 sha’= + 653 kg padi/gabah,

~ Sedangkan beras nishabnya yang wajib zakat adalah 520 Kg.
Zakat beras ulama menjelaskan nishabnya berbeda dengan padi / gabah sebab sudah bersih  + 520 Kg beras.

Kapan haulnya zakat pertanian dan berapa % zakat pertanian ;
~Menurut Yusuf Al-Qardhawai dalam Fiqh az-zakat bahwa zakat padi dikeluarkan langsung saat panen , sebab zakat ini tidak mengenal haul. Zakat padi ini dikeluarkan dari hasil netto (penghasilan bersih) setelah dikurangi semua beban biaya (pupuk serta semprot hama kecuali biaya irigasi/menggunakan diesel) dan mencapai nishab.
~Sedangkan pendapat lain mengatakan tidak harus dibayar langsung.
~Hadits Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Pada pertanian yg tadah hujan ( فِيْمَا سَقَتِ السَّمَاءُ )
atau mata air ( وَالْعُيُوْنُ )
atau yg menggunakan penyerapan akar (Atsariyan) ( أَوْ كَانَ عَثَريّاً  )
diambil sepersepuluh (  الْعُشُر )
dan yang disirami dengan penyiraman (  وَمَا سُقِيَ باِلنَّضْح ِ)
maka diambil seperduapuluh. ( نِصْفُ الْعُشُرِ )
[HR al-Bukhari]

Bagaiman Bila Seimbang  Tadah Hujan dan Mesin Sedot
Ukuran ini apabila tidak tercampur kedua sistem pengairan ini. Apabila tercampur antara tadah hujan dengan pengairan dengan biaya dalam satu usaha penanaman maka dapat dirinci sebagai berikut: Apabila seimbang antara tadah hujan dengan pengairan dengan pembiayaan maka diambil 3/40 atau 7,5 % sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Qudamah dalam kitab al-Mughni 4/165 dan ada yang menukilkan ijma’ ulama atas hal ini.

~ Pembyaran zakat pertanian ada 2 cara sebagaimana pendapat ulama berikut :
Menurut Madzhab Syafi’i, Imam Malik, Imam Ahmad dan Daud Azh Zhohiri. zakat padi tidak bileh ditunaikan dalam bentuk uang( Qimah).Alasannya karena ketentuannya telah demikian.
Dalil pendapat pertama adalah dari Abu Bakr Ash Shiddiq menyebutkan jumlah zakat sesuai yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan,
Jika unta telah mencapai 25-35 ekor, ( ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺑَﻠَﻐَﺖْ ﺧَﻤْﺴًﺎ ﻭَﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ )
maka ada kewajiban zakat dgn 1 bintu makhodh --
(unta betina umur 1 tahun). (  ﻓَﻔِﻴﻬَﺎ ﺑِﻨْﺖُ ﻣَﺨَﺎﺽٍ )
Jika tidak ada bintu makhodh, ( ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺑِﻨْﺖُ ﻣَﺨَﺎﺽٍ  )
maka boleh dgn 1 ibnu labun (unta jantan umur 2 tahun).( ﻓَﺎﺑْﻦُ ﻟَﺒُﻮﻥٍ )
(HR. Abu Daud no. 1567,)

Jika boleh diganti dengan yang lain yang senilai semacam uang, tentu akan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam jelaskan.

Sedangkan menurut madzhab Hanafi, Imam Abu Hanifah, Ats Tsauri, pendapat Imam Bukhari, salah satu pendapat dalam madzhab Syafi’i dan salah satu pendapat Imam Ahmad Boleh dikeluarkan dengan yang senilai, misalnya dengan uang dan pakaian. Semua zakat harta, termasuk zakat tanaman, boleh ditunaikan dalam bentuk uang yang seniali dengan harta zakat yang harus di keluarkan, bukan 10 % dari harga jual.

Dalilnya : Mu’adz radhiyallahu ‘anhu pernah berkata kepada penduduk Yaman,
Berikanlah kepadaku barang berupa pakaian pakaian ( ﺍﺋْﺘُﻮﻧِﻰ ﺑِﻌَﺮْﺽٍ ﺛِﻴَﺎﺏٍ ﺧَﻤِﻴﺺٍ  )
atau baju lainnya sebagai ganti gandum dan jagung dalam zakat.
Hal itu lebih mudah bagi kalian (  ﺃﻭْ ﻟَﺒِﻴﺲٍ ﻓِﻰ ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔِ ﻣَﻜَﺎﻥَ ﺍﻟﺸَّﻌِﻴﺮِ ﻭَﺍﻟﺬُّﺭَﺓِ ﺃَﻫْﻮَﻥُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ )
dan lebih baik/ bermanfaat bagi para shahabat Nabi di Madinah . ( ﻭَﺧَﻴْﺮٌ ﻷَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺑِﺎﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ )
(HR. Bukhari )

Hadits ini menunjukkan bahwa Mu’adz menarik zakat dengan sesuatu yang senilai, bukan dengan gandum sesuai ketetapan.

Dan Contoh: Hasil panen 1500 kg, laku terjual Rp 1.400.000. Harga pasar per 100 kg Rp 100.000. Menurut Madzhab Syafi’i, zakat yang semestinya di keluarkan adalah 150 kg, (= 10 % x 1500 kg). Menurut Madzhab Hanafi dapat juga di tunaikan dalam bentuk uang Rp 150.000. (setara dengan harga pasar 150 kg), bukan 10% dari harga jual (1.400.000)

Pendapat rojih (terkuat) dari 1, 2 ,3  adalah : menggabungkan di antara kedua dalil.
Pada asalnya, zakat harus dibayarkan sesuai dengan jenis yang disebutkan dalam dalil. Namun jika terpaksa atau karena adanya kebutuhan dan pertimbangan maslahat, maka diperbolehkan membayarkan zakat dengan nilainya (uang atau yang lainnya).

Ancaman Bagi Yang Engan Menyalurkan Zakat
Dan janganlah ( وَلا  )
orang -2 yg kikir itu mengira (  يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ  )
dgn apa yg Allah telah berikan kpd mereka ( بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ  )
dari karuniya - Nya ( مِنْ فَضْلِهِ  )
menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka.( هُوَ خَيْرًا لَهُمْ )
padahal kikir itu buruk bagi mereka (  بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ  )
Mereka akan dikalungi  (  سَيُطَوَّقُونَ  )
dg apa yg mereka kikirkan ( harta) ( مَا بَخِلُوا بِهِ )
kelak pada hari kiamat. ( يَوْمَ الْقِيَامَةِ )
Dan kepunyaan Allah-lah  ( وَللهِ )
segala warisan ( مِيرَاثُ )
(yang ada) di langit dan di bumi. (  السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ )
Dan Allah ( وَاللهُ )
mengetahui apa yg kamu kerjakan (  بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ )
[Qs Ali Imran:180].

PENJELASAN
Janganlah sekali-kali orang yang bakhil + kikir +medit ( yg engan berzakat) menyangka, bahwa dia mengumpulkan harta itu akan bermanfaat baginya. Bahkan sebaliknya hal itu akan membahayakannya dalam (urusan) agamanya, dan kemungkinan juga dalam (urusan) dunianya. Kemudian Allah memberitakan tentang tempat kembali hartanya pada hari kiamat, Allah Aza wajalla berfirman,
mereka akan dikalungi dilehernya ( سَيُطَوَّقُونَ )
dgn apa yg mereka kikirkan dgnnya( harta) ( مَا بَخِلُوا بِهِ )
kelak pada hari kiamat. ( يَوْمَ الْقِيَامَةِ )
TAFSIRNYA adalah harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di leher mereka, kelak pada hari kiamat, sebagaimana hadits shahih berikut ;

Bersabda,  ( عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم )
Barangsiapa diberi harta oleh Allah, ( مَنْ آتَاهُ اللَّهُ )
Lalu Dia Tidak MENUNAIKAN ZAKATNYA, ( مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ )
Pada Hari Kiamat ( َ يَوْمَ الْقِيَامَةِ )
Hartanya Dijadikan Untuknya Menjadi Seekor Ular Jantan Aqra’
(yang kulit kepalanya rontok karena dikepalanya --
terkumpul banyak racun),  ( شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ )
yg berbusa dua sudut mulutnya.Ular itu dikalungkan
(di lehernya) pada hari kiamat. Ular itu memegang dgn --
kedua sudut mulutnya, ( زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي  )
lalu ular itu berkata, ( ثُمَّ يَقُول )
Saya adalah hartamu, (  أَنَا مَالُكَ  )
saya adalah simpananmu. (  أَنَا كَنْزُكَ  )
Kemudian beliau membaca, (  َ ثُمَّ تَلَا  )
Sekali-kali janganlah orang-2 yg bakhil  --
menyangka … Al ayat. (  لَا يَحْسِبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ ) الْآيَةَ )
[HR Bukhari no. 1403]

Demikianlah akhir perjalanan harta yang tidak ditunaikan zakatnya.Pemiliknya menyangka, bahwa hartanya akan mengekalkannya atau bermanfaat baginya. Namun ternyata akan menjadi sarana untuk menyiksanya. (didunia ataupun - diakherat kelak) Balasan didunia bagi harta yg tidak dizakati pasti tidak akan berkah dan mendatangkan malapetaka baik nampak maupun tidak nampak. Sedangkan diakherat kelak akan merasakan beragam siksaan yg pedih dineraka.
Dan tidak bisa kita pungkiri sesungguhnya harta merupakan ujian besar yang diberikan Allah kepada manusia. Dan manusia, ketika mendapatkan harta yang berlimpah, kebanyakan tidak lulus menghadapi ujian ini. Di antara bentuk ujian dalam harta, ialah membayar zakat, bagi orang yang telah berkewajiban membayarnya. Janganlah seseorang menyangka, bahwa harta yang melimpah akan dapat menyelamatkannya, jika dia tidak tunduk dan taat kepada Penciptanya dalam mengatur harta.Sebelum terlambat yang akan membuahkan penyesal , mari kita selektif dalam berzakat,Allah Azza wa Jalla berfirman :  Dan adapun orang yg diberi ( وَأَمَّا مَنْ أُوتِي )
kepadanya kitab (catatan amal)nya ( كِتَابَهُ )
dari sebelah kirinya, ( بِشِمَالِهِ )
maka dia berkata: ( فَيَقُولُ )
Aduhai kiranya aku ( يَالَيْتَنِي )
Aku tidak diberi kitabku. ( ْلَمْ أُوتَ كِتَابِيَه )
dan aku tidak mengetahui ( وَلَمْ أَدْرِ )
bagaimanakah perhitungan amalku ( مَاحِسَابِيَهْ )
Wahai, kiranya  (  يَالَيْتَهَا )
kematian adalah ( كَانَتِ )
yg menyelesaikan segala sesuatu, ( الْقَاضِيَةَ )
sekali-kali tidak (  مَآ )
memberi manfaat (berguna) ( أَغْنَى )
dariku hartaku. ( عَنِّي مَالِيَهْ )
Telah hilang kekuasaan dariku.( هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ )
[Qs Al Haqqah (69) :25-29].

Penyesalan yang tiada gunanya...

Ya Robb mudahkanlah urusan kami dan ampuni sikap berlebih-2an kami Aamiin.
Wallahu a‘lam

http:// Abuafka.blogspot.com

Minggu, 30 Juli 2017

Palistine Pasti Merdeka Dan Yahudi Pasti Hancur.

Bismillah
Palistine Pasti Merdeka
Dan Yahudi Pasti Hancur.

Sebagaimana didalam hadits dijelaskan :
Rasulullah Bersabda : ( ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ  )
Kiamat tidak akan terjadi ( ﻟَﺎ ﺗَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ  )
sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, ( ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻘَﺎﺗِﻞَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ )
lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka  (  ﻓَﻴَﻘْﺘُﻠُﻬُﻢْ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ  )
sampai-2 setiap orang Yahudi ( ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺨْﺘَﺒِﺊَ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩِﻱُّ  )
bersembunyi di balik batu dan pohon, (  ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺀِ ﺍﻟْﺤَﺠَﺮِ ﻭَﺍﻟﺸَّﺠَﺮِ  )
tetapi batu dan pohon itu berkata,  ( ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﺤَﺠَﺮُ ﺃَﻭْ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮُ )
Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ( ﻳَﺎ ﻣُﺴْﻠِﻢُ ﻳَﺎ ﻋَﺒْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪ )
ada orang Yahudi di belakangku, (  ِ ﻫَﺬَﺍ ﻳَﻬُﻮﺩِﻱٌّ )
kemarilah dan bunuhlah dia. ( ﺧَﻠْﻔِﻲ ﻓَﺘَﻌَﺎﻝَ ﻓَﺎﻗْﺘُﻠْﻪُ )
Kecuali (pohon) gharqad  (  ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻐَﺮْﻗَﺪَ  )
karena ia adalah pohon Yahudi. (  ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣِﻦْ ﺷَﺠَﺮِ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩِ  )
( HR Muslim dalam Shahih-nya ).

PENJELASAN :
Apa yang dikabarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini adalah sebuah berita ghaib, yang pasti benar dan pasti akan terjadi. karena, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengucapkan perkara syari’at dengan kemauan diri sendiri, apalagi perkara-perkara ghaib yang Allah Aza Wajalla tidak khabarkan , semuanya berasal dari wahyu Allah Aza Wajalla :
Dan tiadalah ( ﻭَﻣَﺎ )
yg diucapkannya itu (  ﻳَﻨْﻄِﻖُ )
menurut kemauan hawa nafsunya. ( ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻬَﻮَﻯ )
Ucapannya itu tiada lain hanyalah ( ﺇِﻥْ ﻫُﻮَ ﺇِﻻَّ  )
wahyu yang diwahyukan (kepadanya). ( ﻭَﺣْﻲٌ ﻳُﻮﺣَﻰ )
[Qs An Najm (53) : 3-4].

Diantara perkara yang ghoib tersebut berkenaan dengan hari kiamat yang pasti akan terjadi.Namun , ----
kiamat tidak akan terjadi ( ﻟَﺎ ﺗَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ  )
sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, ( ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻘَﺎﺗِﻞَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ )
lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka  (  ﻓَﻴَﻘْﺘُﻠُﻬُﻢْ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ  )

~Sedangkan dalam potongan hadits Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma  dijelaskan
Kaum Yahudi nanti akan memerangi kalian, ( ﺗُﻘَﺎﺗِﻠُﻜُﻢُ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩُ )
tetapi kalian akan (diberi kekuatan) menguasai
(mengalahkan mereka) ( ﻓَﺘُﺴَﻠَّﻄُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ  )

Dari pengabungan matan hadits diatas menunjukan bahwa perang antara muslim dan yahudi tidak bisa dielakkan sebagaimana faktanya sekarang, peristiwa tersebut terjadi beberapa waktu sebelum kemunculan Dajjal dan turunnya ‘Isa Alaihissallam, kemudian berlanjut hingga Dajjal muncul yang diikuti oleh Yahudi, dan ‘Isa Alaihissallam turun, lalu bergabung bersama barisan kaum Muslimin.

Selanjutnya , sampai-2 setiap orang Yahudi ( ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺨْﺘَﺒِﺊَ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩِﻱُّ  )
bersembunyi di balik batu dan pohon, (  ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺀِ ﺍﻟْﺤَﺠَﺮِ ﻭَﺍﻟﺸَّﺠَﺮِ  )

Hal ini menunjukkan terdesaknya kaum Yahudi ketika kaum Muslimin menyerang
mereka, hingga mereka pun mencari tempat-tempat persembunyian.

tetapi batu dan pohon itu berkata,  ( ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﺤَﺠَﺮُ ﺃَﻭْ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮُ )
Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ( ﻳَﺎ ﻣُﺴْﻠِﻢُ ﻳَﺎ ﻋَﺒْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪ )
ada orang Yahudi di belakangku, (  ِ ﻫَﺬَﺍ ﻳَﻬُﻮﺩِﻱٌّ )
kemarilah dan bunuhlah dia. ( ﺧَﻠْﻔِﻲ ﻓَﺘَﻌَﺎﻝَ ﻓَﺎﻗْﺘُﻠْﻪُ )
Kecuali (pohon) gharqad  (  ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻐَﺮْﻗَﺪَ  )

Gharqad adalah sejenis pohon berduri yang dikenal di Negeri Baitul Maqdis (Palestina). Di sanalah Dajjal dan Yahudi (akan) dibunuh (yakni oleh Nabi Isa’ Alaihissallam dan kaum Muslimin).( Imam an Nawawi  ).

karena ia adalah pohon Yahudi. (  ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣِﻦْ ﺷَﺠَﺮِ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩِ  )

Berita dalam hadits ini merupakan kabar gembira bagi umat Islam. Merupakan janji Allah Aza Wajalla , yaitu berupa kemenangan atas musuh kaum Muslimin. Musuh yang paling dengki dan paling keras permusuhannya terhadap umat Islam, yaitu bangsa Yahudi.( Qs Al -Maidah (5) ayat 82.)

Mudah-an menjaga kita kaum muslimin Aamiin.
Wallahu a‘lam

http:// Abuafka.blogspot.com

Gaya Hidup dan Berfikirnya Orang-2 Yg Tidak Beriman Kepada Allah Aza Wajalla(bagian ke 1)

Bismillah.
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula) (  وَقَالُوا  )
hidup hanyalah kehidupan kita didunia saja, (  إِنْ هِيَ إِلا حَيَاتُنَا )
dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan.  (  وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ )
( QS Al-An'am (6): 29).

Faidah Ayat :
Dengan kata lain, niscaya mereka akan kembali melakukan hal-hal yang dilarang mengerjakannya; dan niscaya mereka akan mengatakan  :  ◇◆  hidup hanyalah kehidupan kita didunia saja◇◆ (  إِنْ هِيَ إِلا حَيَاتُنَا )
maksud ucapan mereka yg disinalir oleh Allah dalam Al-Qur'an bahwa hidup ini hanya didunia saja kemudian tidak ada hari berbangkit sesudahnya (tidak ada pembalasan ). ( Tafsir Ibnu Khasir )

Maka secara tidak langsung tabir hati mereka telah Allah Aza Wajalla telanjangi dgn perbuatannya,  diantara contoh perbuatan dan realitanya mereka lebih mementingkan urusan dunia (sekicil apapun) dan meninggalkan urusan akherat adalah salah satu bukti dari hakekatnya tidak beriman dengan hari pembalasan ( kiamat ).

Betapa dahsyat kekufuran mereka. Sekiranya Allah beri mereka kesempatan kembali ke dunia, mereka akan tetap kafir. Penyebabnya adalah kecintaan mereka pada kehidupan dunia dan tidak beriman kepada akhirat. Sungguh merugilah orang yang mengingkari akhirat itu . Ketika kiamat tiba, mereka akan menyesali kejahatan dan kezaliman yang mereka lakukan. Kehidupan dunia adalah permainan dan senda gurau belaka. Negeri akhirat itulah yang terbaik bagi orang yang bertakwa. Kenapa mereka tidak bisa memahaminya?

Wallahuta'allam

Sebaliknya seorang yang betul-betul beriman tentu mampu mengambil sebuah pelajaran dari perbuatan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian baik melalui hati , lisan dan perbuatan mereka.. Jangan sampai kita sadar maupun tidak sadar bertasyabuh degan mereka (mengikuti langkah kekafiran mereka).Dalam hadits dijelaskan :

Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-2 yg sebelum kamu  ( ﻟَﺘَﺘَّﺒِﻌَﻦَّ ﺳَﻨَﻦَ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ  )
sejengkal demi sejengkal (  ﺷِﺒْﺮًﺍ ﺑِﺸِﺒْﺮٍ  )
dan sehasta demi sehasta,  (  ﻭَﺫِﺭَﺍﻋًﺎ ﺑِﺬِﺭَﺍﻉٍ   )
bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, (  ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﻮْ ﺩَﺧَﻠُﻮْﺍ ﺟُﺤْﺮَ ﺿَﺐٍّ   )
niscaya kamu mengikuti mereka. (  ﺗَﺒِﻌْﺘُﻤُﻮْﻫُﻢْ  )
Kami bertanya, Ya Rasulullah (   ﻗُﻠْﻨَﺎ  ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪ  )
orang Yahudi dan Nasrani?  (  ﺍَﻟْﻴَﻬُﻮْﺩُ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ  )
Jawab Nabi, Siapa lagi?   (    ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻤَﻦْ  )
(HR. Al-Bukhari  : ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ ﺍﻟﺨﺪﺭﻱ، ﺻﺤﻴﺢ ‏

Saudaraku padahal kita pasti akan dibangkitkan lagi oleh Allah untuk membayar perbuatan yg pernah kita lakukan secara sempurna.
Wallahuta'allam

Bersambung
http:// Abuafka.blogspot.com

Jumat, 28 Juli 2017

Mahalnya Sebuah Hidayah ( Ke 2 )

Bismillah

Istiqamah memohon selalu diberi dan dijaga hidayah oleh Allah Aza wajalla adalah konci kesuksesan dunia dan akherat, karena hidayah tidak dijual belikan dan mutlak kehendak-Nya.

Allah Aza Wajalla berfirman
Dan siapa yang disesatkan Allah, ( وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ )
maka tidak seorang pun baginya  (  ُفَمَا لَه )
Seorangpun pemberi petunjuk ( مِنْ هَادٍ  )
Dan barang siapa yg diberi petunjuk oleh Allah (  وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ  )
maka tidak seorang pun baginya (  فَمَا لَهُ  )
yang dapat menyesatkannya.  (   مِنْ مُضِلٍّ   )
Bukankah Allah (  أَلَيْسَ اللَّهُ  )
Adalah Mahaperkasa (  بِعَزِيزٍ  )
lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab? ( ذِي انْتِقَامٍ )
(Qs Az-Zumar (39) : 36-37)

Tafsirnya : Allah Aza Wajalla itu adalah Zat Yang Mahaperkasa Yang tidak tertandingi. Maka barang siapa yang menyandarkan dirinya kepada Allah dan berlindung kepada-Nya, maka sesungguhnya Dia Mahaperkasa, tiada yang lebih perkasa, dan tiada pula yang lebih keras pembalasannya terhadap orang-orang yang kafir dan musyrik kepada-Nya serta menentang Rasul-Nya selain Dia. ( Kitab Tafsir Ibnu Katsir )

Sesungguhnya yang membutuhkan hidayah itu manusia sedang Allah Maha Maha kaya dan Terpuji :
Hai manusia, (  يَا أَيُّهَا النَّاسُ  )
kamulah ( أَنْتُمُ )
yang berhajat ( الْفُقَرَاءُ )
kepada Allah.( إِلَى اللَّهِ )
(Qs Fathir (35) : 15)

Maksudnya : semuanya berhajat kepada Allah dalam semua gerakan dan diamnya, sedangkan Allah Aza wajalla tidak memerlukan sesuatu pun dari mereka. Karenanya dalam firman selanjutnya disebutkan:
Dan Allah Dialah ( وَاللَّهُ هُوَ )
Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) ( الْغَنِيُّ
lagi Maha Terpuji. ( الْحَمِيدُ )
(Qs Fathir: 15)

Maksudnya : hanya Dia (Allah ) sematalah yang benar-benar Mahakaya, tiada sekutu bagi-Nya dalam sifat-Nya ini, dan Dia Maha Terpuji dalam semua apa yang diperbuat dan dikatakan-Nya, juga dalam semua apa yang ditakdirkan dan yang disyariatkan-Nya.
( Kitab Tafsir Ibnu Katsir ).

Bahkan Allah berfirman dengan peringatan dan ancaman yang berat,
maka barang siapa yang ingin (beriman) ( فَمَنْ شَاءَ )
hendaklah hendaklah ia beriman ( فَلْيُؤْمِنْ )
dan barang siapa yang ingin (kafir) ( وَمَنْ شَاءَ  )
Maka biarlah ia kafir.( فَلْيَكْفُرْ )

Maksudnya : Kalimat ini bukan Allah merestui kekafirannya namun mengandung ancaman dan peringatan yang keras. Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan:
Sesungguhnya Kami  (  إِنَّا )
telah kami sediakan  ( أَعْتَدْنَا )
bagi orang-orang zalim itu. ( لِلظَّالِمِينَ )

Maksudnya : Kami mengincar mereka. Yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim adalah orang-orang yang ingkar kepada Allah, Rasul-Nya, dan Kitab-Nya.
neraka (  نَارًا  )
yang gejolaknya mengepung mereka. ( أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا )
(Qs Al-Kahf (19 ) : 29)

Suradiquha ialah tembok-tembok neraka.

Beruntunglah orang-orang yang diberi oleh Allah hidayah untuk menjaganya hingga akhir hayat dan merugilah orang-orang mengotorinya, karena hidayah itu sangat mahal sedang para Nabipun tak mampu memberikan hidayah abadan.

Wallaahu 'alam
Bersambung ....Ke Mahalnya sebuah hidayah bagian 3

http:// Abuafka.blogspot.com

Siapakah Kerabat Allah DiDunia??

Bismillah

Nabi Muhammad Shallahu ' alaihi Wassallam bersabda :
Sesungguhnya Allah ( ﺇِﻥَّ ﻟِﻠَّﻪِ  )
mempunyai keluarga  ( ﺃَﻫْﻠِﻴﻦَ )
di antara manusia, ( ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱ )
para sahabat bertanya ( ﻗَﺎﻟُﻮﺍ )
Siapakah mereka ya Rasulullah? (  ﻣَﻦْ ﻫُﻢْ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ؟  )
Rasul menjawab  (  ﻗَﺎﻝَ  )               
Para ahli Al Qur'an  ( ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ  )
Merekalah keluarga Allah ( ﻫُﻢْ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪ )
dan hamba pilihanNya (  ﻭَﺧَﺎﺻَّﺘُﻪُ  )
(HR. Ahmad)

Jadi ahlul qur’an adalah orang yang berpedoman dengan Al-Qur’an, melalui membacanya, dihafal, ditadaburi , diamalkan, ditablikan  (dia amalkan dalam gerak-gerik kehidupannya), ia  menjadikan Al-Qur’an dan As- Sunah dengan pemahaman sahabat sebagai panutan dan diikuti kemana ia membawa, sebagaimana hadits Nabi Shallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
Dari Khalid A-'Araniy, ia berkata, (  ﻋَﻦْ ﺧَﺎﻟِﺪِ ﺍﻟْﻌَﺮَﻧِﻲّ ﻗَﺎﻝَ )
Aku dan Abu Sa'id Al-Khudriy datang kepada ---
Hudzaifah, ( ﺩَﺧَﻠْﺖُ ﺍَﻧَﺎ ﻭَ ﺍَﺑُﻮ ﺳَﻌِﻴْﺪِ ﺍﻟْﺨُﺪْﺭِﻱّ ﻋَﻠَﻰ ﺣُﺬَﻳْﻔَﺔَ  )
lalu kami berkata, (  ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ  )
Hai Abu 'Abdillah, (  ﻳَﺎ ﺍَﺑَﺎ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ  )
Sampaikanlah kepada kami apa yg kamu dengar ( ﺣَﺪّﺛْﻨَﺎ ﻣَﺎ ﺳَﻤِﻌْﺖَ  )
dari pesan Rasulullah  ( ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪ )
ketika terjadi zaman fitnah. ( ﻓِﻲ ﺍﻟْﻔِﺘْﻨَﺔِ )
Hudzaifah berkata (  ﻗَﺎﻝَ ﺣُﺬَﻳْﻔَﺔُ  )
Rasulullah Shallahu ' alaihi Wasallam bersabda, (  ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ  )
Beredarlah kalian bersama Kitab Allah (Al-Qur'an) ( ﺩُﻭْﺭُﻭْﺍ ﻣَﻊَ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠﻪِ  )
kemana saja ia beredar. (   ﺣَﻴْﺚُ ﻣَﺎ ﺩَﺍﺭَ  )

[HR, Hakim dalam Al-Mustadrak juz 2, hal. 162, no. 2652, dalam sanadnya ada perawi bernama Muslim bin Kaisan, Al-Fallaas berkata : ia matruukul hadits, Nasaaiy berkata : matruuk (Mizaanul I'tidaal juz 4, hal. 106, no. 8506] (ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﺴﺘﺪﺭﻙ :2 162 ، ﺭﻗﻢ : 2652).

Ya Allah jadikan Al-Quran sebagai penyejuk hatiku.Aamiin

Wallahuta'allam
http:// Abuafka.blogspot.com

Anjing Mulia Karena Berilmu

Bismillah

Allah bisa muliakan anjing yg berilmu ( terlatih ) bagaimana dg manusia ???
Masihkah engan menuntut ilmu agama,Renungkan ayat Allah Aza Wajalla ini ;
Mereka bertanya kepadamu,( يَسْأَلُونَكَ )
Apakah yang dihalalkan bagi mereka? ( مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ  )
Katakanlah, ( قُلْ )
Dihalalkan bagi kalian ( أُحِلَّ لَكُمُ )
yang baik-baik.( الطَّيِّبَاتُ )
dan apa yg telah kalian latih {وَمَا عَلَّمْتُمْ )
dari binatang-2 buas ( مِنَ الْجَوَارِحِ )
menjadi hewan-2 pemburu.( مُكَلِّبِينَ )
melatih mereka  ( تُعَلِّمُونَهُنَّ )
dari yg telah Allah ajarkan pd kalian ( مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ )
Maka makanlah ( فَكُلُوا )
dari hewan-2 yg mereka tangap ( مِمَّا أَمْسَكْنَ )
untu kalian ( عَلَيْكُمْ )
dan sebutlah nama Allah atasnya--
(waktu melepasnya ) (  وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ )
( Qs Al-Maidah: 4)

DALAM HADITS DIJELASKAN :
Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku melepaskan anjing pemburu yang telah dilatih dan aku menyebutkan asma Allah.
Rasulullah Shallahu 'alaihi Wassalam menjawab,
Apabila kamu melepaskan ( إِذَا أَرْسَلْتَ  )
anjing ( كَلْبَكَ )
terlatihmu ( المعلَّم )
dan kamu sebut asma Allah, ( وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّه
maka makanlah selagi anjingmu itu menangkap
hewan buruan untukmu ( ِفَكُلْ مَا أَمْسَكَ عَلَيْكَ )
(HR. Muslim )

FAIDAH :
Begitu besarnya keutamaan menuntut ilmu agama sampai - sampai  anjingpun Allah Aza wajalla muliakan disebabkan berilmu (terlatih ) sebab bisa menghasilkan produk yang halal..
Sesungguhnya Allah ta'ala menjadikan bangkai hasil buruan anjing yang bodoh (tidak terlatih) HARAM untuk dimakan . dan Allah  ta'ala membolehkan (makan) hasil buruan anjing yang terlatih, . dan ini merupakan keutamaan ilmu, ketika Allah ta'ala tidak membolehkan hasil buruan kecuali dari anjing yang terlatih, adapun anjing yang bodoh maka tidak diperbolehkan makan dari hasil buruannya. . maka ini menunjukan keutamaan dan kemuliaan ilmu. .
Dan jika bukan karena kedudukan ilmu dan mempelajarinya serta kemuliaan keduanya, niscaya hasil buruan anjing yang terlatih dan tidak terlatih (bodoh), akan sama kedudukannya.. ( Ibnul Qayyim  rahimahullah )

Bagaimana dengan manusia..??
Wallahuta'allam.

http:// Abuafka.blogspot.com

Kamis, 27 Juli 2017

UJIAN TERINDAH

Bismillah

Allah Azza wa Jalla berfirman,
Dan ketahuilah, (   ﻭَﺍﻋْﻠَﻤُﻮﺍ  )
sungguh hartamu (   ﺃَﻧَّﻤَﺂ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟُﻜُﻢْ  )
dan anak-anakmu  (  ﻭَﺃَﻭْﻻَﺩُﻛُﻢْ  )
itu cobaan (   ﻓِﺘْﻨَﺔُُ  )
dan sesungguhnya Allah (  ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ )
disisi--Nya (  ﻋِﻨﺪَﻩُ   )
pahala yang besar (  ﺃَﺟْﺮُُ ﻋَﻈِﻴﻢُُ  )
[Qs.Al Anfal ( 8 ) :28].

Didalam Tafsir dijelaskan :
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata, Karena seorang hamba diuji dengan harta-bendanya dan anak-anaknya, kemudian kemungkinan kecintaannya terhadap hal itu akan membawanya mendahulukan hawa-nafsunya daripada menunaikan amanatnya. Allah memberitakan, bahwa harta dan anak-anak itu hanya sebagai cobaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji para hambaNya dengan keduanya. Dan sesungguhnya keduanya sebagai pinjaman, yang akan ditunaikan kepada (Allah) Yang telah memberikannya, dan akan dikembalikan kepada Dia Yang telah meminjamkannya. Sesungguhnya di sisi Allah terdapat pahala yang besar. Jika kamu memiliki akal dan fikiran, maka utamakanlah karuniaNya yang agung daripada kenikmatan yang kecil, sementara, dan akan binasa. Maka orang yang berakal akan menimbang antara perkara-perkara dan mengutamakan perkara yang lebih pantas untuk diutamakan dan lebih berhak untuk didahulukan.
[Tafsir Taisir Karimir Rahman, surat Al Anfal ayat 28].

Mudah2an Allah selalu jaga kita dengan kebaikan Aamiin.

http:// Abuafka.blogspot.com