Minggu, 19 Desember 2021

Shalat ke ‎3الأمر بالمحافظة عَلَى الصلوات المكتوبات والنهي الأك‎

Perintah Menjaga Shalat Wajib dan Larangan serta  Ancaman yang Sangat Keras bagi yang Meninggalkannya 
( الأمر بالمحافظة عَلَى الصلوات المكتوبات والنهي الأك )



Riyadhus Sholihin, Kitab Al-Fadhail, Bab 193.

Allah Ta'alla Berfirman
Peliharalah semua shalat(mu),
حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ
dan (peliharalah) shalat wusthaa.
والصَّلاَةِ الْوُسْطَى … (البقرة: ٢٣٨)
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 238)

أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا .

Hadits #1081

Abu Hurairah brkata,
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ 
Rasulullah brsabda, 
قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Sesungguhny amal yg prtama kali dihisab pd sorg hamba 
إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ
pd hari kiamat adalah shalatny. 
 يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ
Maka, jika shalatny baik فَإنْ صَلُحَتْ 
sungguh ia tlh beruntung & berhasil. فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ

& jika shalatny rusak, وَإنْ فَسَدَتْ
sungguh ia tlh gagal & rugi.
فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ 

Jika berkurang sedikit dr shalat wajibnya,  فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ 

maka Allah Ta’ala berfirman,
قَالَ الرَّبُ  عَزَّ وَجَلَّ 

‘Lihatlah apakah hamba-Ku mmiliki shalat sunnah.
اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ 
Maka disempurnakanlah apa yg kurang dr shalat wajibny.
فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟
Kemudian begitu pula dg seluruh amalny.
   ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا

(HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]
رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ )
 

Faedah dari Hadits

Perkara yang pertama kali akan dihisab pada hamba dari perkara ibadah pada hari kiamat adalah shalat.

Siapa yang mendirikan shalat, maka bagus amalnya. Siapa yang tidak bagus shalatnya, maka amalnya pasti rusak.

Allah sangat penyayang pada hamba di mana Allah menyempurnakan amalan wajib yang ia lakukan dengan amalan sunnah sebagai penutup kekurangannya.

Umumnya amalan wajib akan disempurnakan dengan amalan sunnah sampai bertambahlah kebaikan hingga mengalahkan kejelekan sampai masuk surga dengan rahmat Allah.’

Hendaklah setiap orang bisa memperbanyak dan menjaga amalan sunnah, bukan hanya mementingkan yang wajib saja.

 

Referensi:
Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:255-256.

Lanjutan Shalat ke 2 Hadits Al-musii’ fii shalatihi ke 2

Lanjutan Shalat ke 2
Hadits Al-musii’ fii shalatihi ke 2
(Sahabat yg keliru dlm peraktek sholatnya). org yg jelek dlm shalatnya.Rifa‟ah Ibnu Rafi‟ 
Hal 67 not ke 67

Dari Abu Hurairah, عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ 
Nabi أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم
ketika masuk masjid, دَخَلَ الْمَسْجِدَ 
maka msuklah ssorg lalu ia mlaksanakn shalat. فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى

Setelah itu, ia datang & mmberi salam pd Nabi ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ
lalu bliau mnjawab salamny Bliau brkata,  فَرَدَّ النَّبِىُّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ فَقَالَ

Ulangilh shalatmu  ارْجِعْ فَصَلِّ
krna ssungguhny engkau tdklalh shalat. فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ 

Lalu ia pun shalat فَصَلَّى
& datang lalu mmberi salam pd Nabi  ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ  
Beliau ttap brkata yg sama
seperti sebelumny فَقَالَ

Ulangilah shalatmu  ارْجِعْ فَصَلِّ
krna ssungguhny engkau tdklh shalat smpai diulangi hingga 3X
فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلاَثًا
Org yg jelek shalatny telrsbt brkata, فَقَالَ
Dmi yg mngutusmu mmbawa kbenaran,  وَالَّذِى بَعَثَكَ بِالْحَقِّ
Q tdk bisa mlakukan shalat sbaik dr itu.   فَمَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ 
Makanya ajarilah aku!  فَعَلِّمْنِى
Rasulullah lantas mngajariny قَالَ
& brsabda,  قَالَ 

( Dlm riwayat An-Nasai disbtkn dr Rifa’ah bin Raafi’, ia brkata,
Bahwa Nabi brsabda, قَالَ
Jika engkau ingin mnjalankn shalat,  إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تُصَلِّيَ
brwudhulah  فَتَوَضَّأ
& prbagus wudhumu, فَأَحْسَنَ وُضُوْءَكَ
( llu hadaplah kiblat, ثُمَّ اسْتَقْبِلِ القِبْلَةَ 

Jka engkau hndak shalat 
 إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ
maka bertakbirlah. فَكَبِّرْ 
Kmudn bcalah ayat Alquran yg mudah bgimu.
ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ 

Lalu rukuklah ثُمَّ ارْكَعْ
& sertai thumakninah ketika rukuk.
 حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا
Llu bangkitlah & briktidallah smbil brdiri. ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا 
Kmudian sujudlah ثُمَّ اسْجُدْ
sertai thumakninah ketika sujud.
 حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا
Kmudian bangkitlah  ثُمَّ ارْفَعْ
& duduk antara 2 sujud sambil thumakninah. حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا

Kmudian sujud kmbali  ثُمَّ اسْجُدْ
sambil disertai thumakninah ketika sujud.  حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا 

Lakukan sperti itu dlm stiap shalatmu. ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِى صَلاَتِكَ كُلِّهَا

(HR. Bukhari, no. 793 & Muslim, no. 397).

Shalat ke 2. Penjelasan Hadits Al-musii’ fii shalatihi

Shalat ke 2
Penjelasan Hadits Al-musii’ fii shalatihi(org yg jelek dlm shalatnya Rifa‟ah Ibnu Rafi‟ ).

©Pertama.
Ssungguhny ada ssorg إِنَّ الرَّجُلَ
yg shalat slama 60 thn
لَيُصَلِّي سِتِّينَ سَنَةً
nmun tdk ditrima (o/ Allah)
amalan shalatny slama itu walau 1 shalatpun.  مَا تُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ
Blh jd (sbabny) dia smpurnakn ruku’ny  لَعَلَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ
ttapi sujudny kurang smpurna
وَلَا يُتِمُّ السُّجُودَ
(dmikian pula sebalikny) ia mnympurnakn sujudny وَيُتِمُّ السُّجُودَ 
namun tdk mnyempurnakn ruku'ny
وَلَا يُتِمُّ الرُّكُوعَ

[HR. Ibn Abi Syaibah dlm Al Mushannaf I: 288 dan Al Ashbahani dalam At Targhib 1895. Kata Al Albani rahimahullah dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I: 347 dan dalam As Shahihah 2535: Sanadnya hasan, seluruh perawinya kredibel].

Kalau org ini mati dg kondisi sholat yg dmikian  لَوْ مَاتَ هَذَا عَلَى ما هو عليه 
maka dia mati bukan di atas ajaran Muhammad  مَاتَ عَلَى غَيْرِ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ
(Musnad Abu Ya’la No 7184, diriwayatkan oleh ath Thabrani dalam al Kabiir No 3840, dihasankan oleh al Albani dalam Shifat ash Shalah halaman 131)

©©Kedua.
Hadits Al-musii’ fii shalatihi, org yg jelek dlm shalatnya.

Dari Abu Hurairah, عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ 
Nabi أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم
ketika masuk masjid, دَخَلَ الْمَسْجِدَ 
maka msuklah ssorg lalu ia mlaksanakn shalat. فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى

Setelah itu, ia datang & mmberi salam pd Nabi ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ
lalu bliau mnjawab salamny Bliau brkata,  فَرَدَّ النَّبِىُّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ فَقَالَ

Ulangilh shalatmu  ارْجِعْ فَصَلِّ
krna ssungguhny engkau tdklalh shalat.فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ 

Lalu ia pun shalat فَصَلَّى
& datang lalu mmberi salam pd Nabi  ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ  
Beliau ttap brkata yg sama
seperti sebelumny فَقَالَ

Ulangilah shalatmu  ارْجِعْ فَصَلِّ
krna ssungguhny engkau tdklh shalat smpai diulangi hingga 3X
فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلاَثًا
Org yg jelek shalatny telrsbt brkata, فَقَالَ
Dmi yg mngutusmu mmbawa kbenaran,  وَالَّذِى بَعَثَكَ بِالْحَقِّ
Q tdk bisa mlakukan shalat sbaik dr itu.   فَمَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ 
Makanya ajarilah aku!  فَعَلِّمْنِى
Rasulullah lantas mngajariny قَالَ
& brsabda,  قَالَ 

Jka engkau hndak shalat 
 إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ
maka bertakbirlah. فَكَبِّرْ 
Kmudn bcalah ayat Alquran yg mudah bgimu.
ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ 

Lalu rukuklah ثُمَّ ارْكَعْ
& sertai thumakninah ketika rukuk.
 حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا
Llu bangkitlah & briktidallah smbil brdiri. ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا 
Kmudian sujudlah ثُمَّ اسْجُدْ
sertai thumakninah ketika sujud.
 حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا
Kmudian bangkitlah  ثُمَّ ارْفَعْ
& duduk antara 2 sujud sambil thumakninah. حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا

Kmudian sujud kmbali  ثُمَّ اسْجُدْ
sambil disertai thumakninah ketika sujud.  حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا 

Lakukan sperti itu dlm stiap shalatmu. ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِى صَلاَتِكَ كُلِّهَا

(HR. Bukhari, no. 793 & Muslim, no. 397).


Faedah hadits
Pertama.
Hadits ini punya kedudukan yg mulia, dikenal dg hadits al-musii’ fii shalatihi, org yg jelek dlm shalatnya.

Kedua.
Tanda hadits ini begitu penting karena berisi berbagai hukum dalam tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jelaskan lewat lisan beliau. Dan sesuai kaedah dalam ilmu ushul fiqh “al-qaul muqaddam ‘ala mujarrad al-fi’li” (perkataan lebih didahulukan dari sekadar perbuatan). 

Ketiga.
Menurut Ibnu Hajar Al asqolani 
thumakninah itu diam sejenak & tenang.

Dasar yg menunjukkan bahwa thumakninah termasuk wajib dlm shalat adalah hadits dari Abu Qatadah  Rasulullah brsabda,

Sejahat2 pencuri adlh yg mncuri dr shalatny.
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ
Para sahabat bertanya قَالُوْا
Wahai Rasulullah يَا رَسُوْلَ اللهِ
bagaimana mencuri dr 
shalatny?  وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟
Rasulullah brkata قَالَ
Ia tdk mnyempurnakaln rukuk & sujudny. لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا
/ bliau brsabda, أَوْ قَالَ
Ia tdk mnegakkan punggungny
لاَ يُقِيْمُ صُلْبَهُ
ktika rukun & sujud. 
 فِي الرُّكُوْعِ وَ السُّجُودِ

(HR. Ahmad, 22:569. Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan mengatakan dalam Minhah Al-‘Allam, 3:12, bahwa sanad hadits ini sahih).

Mengenai kadar thumakninah ada perbedaan pendapat di antara para ulama. Ada yg menyatakan bahwa thumakninah adalah sukun (tenang) walaupun sebentar. Ini seperti pengertian secara bahasa dari thumakninah. Sedangkan pendapat lainnya menyatakan bahwa thumakninah adalah sekadar dzikir yang dibaca tanpa tergesa-gesa.

shalat 1.

Kitab Shifatu shalaati An-Nabiyyi Shallaaahu 'alaihi wa sallama minat takbiiri ilat tasliimi kaannaka taraaha.

SHOLAT berasal dari kata SHOLLA-YUSHOLLI=DA’AA-YAD’UU artinya berdo’a.  Sedangkan istilah adalah sebuah pekerjaan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

Pertanyaannya adalah
Kenapa sudah pada tua kok masih belajar shalat?

Jawabnya
Karena Allah yg mmrintahkanny.
Allah berfirman Pliharalh smua shalat(mu)& shalat wusthaa
حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى
(Qs [2]: 238)

-Kedua Rasulullah mngabarkan ;
Ssungguhny ada ssorg y hug shalat slma 60 thn إِنَّ الرَّجُلَ لَيُصَلِّي سِتِّينَ سَنَةً
nmun tdk ditrima amalan shalatny slama itu walau 1 shalatpun. 
مَا تُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ

- Ketiga sabda Nabi Kalau org ini mati dg kondisi sholat yg dmikian  لَوْ مَاتَ هَذَا عَلَى ما هو عليه 
mka dia mati bkan diatas ajarn Muhammad  مَاتَ عَلَى غَيْرِ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ

- Kempat Al-musii’ fii shalatihi, org yg jlk dlm shalatny. فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلاَثًا
(shalat smpai diulangi hingga 3x)

- Kelima.
Sejahat2 pencuri adlh yg mncuri dr shalatny.
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ
Ia tdk mnyempurnakn rukuk & sujudny. لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا

-Keenam.
Ssungguhny amal yg prtama x dihisab pd sorg hmba 
إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ
pd hari kiamat adlh shala niatny. 
 يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ
Maka, jika shalatny baik فَإنْ صَلُحَتْ 
sungguh ia tlh beruntung &
berhasil. فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ


########

Rabu, 15 September 2021

4 Metode salaf dalam menuntut ilmu.

4 Metode salaf dalam menuntut ilmu.
Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Semoga Allah memberikan nudlrah (cahaya di wajah) kepada orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya, 
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا

berapa banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faqih darinya, ada tiga perkara yang tidak akan dengki hati muslim dengannya: mengikhlaskan amal karena Allah, menasehati pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama’ah mereka karena do’a mereka meliputi dari belakang mereka.

فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ

(Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh At Tirmidzi no 2658.)

Syarah ringkas hadits

Imam Ibnu Hajar  membawakan ucapan para ulama dalam menerangkan makna hadits ini,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat perumpamaan bagi agama yang beliau bawa (dari Allah Ta’ala) seperti air hujan (yang baik) yang merata dan turun ketika manusia (sangat) membutuhkannya, seperti itu jugalah keadaan manusia sebelum diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sebagaimana air hujan tersebut memberi kehidupan (baru) bagi negeri/tanah yang mati (kering dan tandus), demikian pula ilmu agama akan memberi kehidupan bagi hati yang mati…
(Fathul Baari (1/177).

Faidahnya.
kecerahan pada wajah bagi orang yang mendengarkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian memahami, menghafal dan menyampaikannya (kepada orang lain), ini adalah pengaruh kemanisan (iman), dan kesenangan serta kebahagiaan (yang dirasakannya) di dalam hati
(Ibnul Qayyim dlm  Kitab Miftahu daaris sa’aadah)

Tahapan-tahapan ilmu tersebut adalah:

Pertama.
Mendengarkan/menyimak ilmu dari sumbernya, sumber ilmu yang utama adalah al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan termasuk dalam hal ini membaca dan menelaah kitab-kitab ilmu agama yang bersumber dari wahyu Allah Ta’ala tersebut.

Kedua.
Berusaha memahami dan meresapi kandungan maknanya, agar ilmu itu benar-benar menetap dalam hati dan tidak hilang.

Tiga.
Berusaha menjaga dan menghafalnya, agar tidak dilupakan.

Keempat.
Menyebarkan dan menyampaikannya kepada umat, supaya kebaikan dan petunjuk Allah Ta’ala tersebar dan diamalkan dalam kehidupan manusia, karena ilmu agama itu ibaratnya seperti perbendaharaan harta yang terpendam dalam tanah, kalau tidak segera dikeluarkan maka harta itu terancam akan musnah.

(keterangan Ibnul Qayyim dalam kitab Miftahu daaris sa’aadah” (1/71-72).

Wallahu'allam.

Referensi:
https://almanhaj.or.id
https://muslim.or.id
Http//Abuafka.blogspot.com

Kamis, 28 Januari 2021

Lanjut Faidah QS An-Nas 1-3.

Lanjutan Faidah QS An-Nas ayat 1-3

Surat An-Nas adalah surat yang terakhir urutannya dalam Al-Qur`an. Secara umum isi surat ini mengajarkan kepada kita untuk meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala semata dari keburukan setan.

Surat ini terdiri dari 6 ayat. Para ulama berbeda pendapat tentang surat ini apakah termasuk surat Makiyah atau Madaniyyah. Berikut ini penjelasan ringkas tentang kandungan surat An-Nas.


Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb-nya manusia’.” (QS. An-Nas: 1)

Faedah dari ayat ini:

1. Kita diperintahkan untuk meminta perlindungan kepada Allah, karena sejatinya hanya Allah yang dapat memberikan kita perlindungan dari semua mara bahaya. Maka hendaknya kita senantiasa meminta perlindungan kepada Allah.
2. Meminta perlindungan disebut juga isti’adzah atau ta’awwudz.
3. Isti’adzah adalah salah satu bentuk ibadah, karena dalam ayat ini Allah Ta’ala perintahkan kita untuk melakukannya. Jika demikian, maka tidak boleh kita isti’adzah kepada selain Allah. Maka orang yang isti’adzahkepada dewa, kepada dukun, kepada jin, kepada kyai, maka ia telah melakukan kesyirikan.
4. “Ar-Rabb” adalah salah satu nama Allah.
5. Makna “Ar-Rabb” adalah Dzat yang menciptakan, menguasai, dan mengatur alam semesta serta isinya, termasuk manusia.
6. Tidak mengapa menerjemahkan “Ar-Rabb” dengan “Tuhan”.
7. Surat An-Nas ini disebut mu’awwidzah (penjaga). Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menganjurkan untuk membacanya di pagi dan sore hari, setelah shalat, sebelum tidur, dan ketika me-ruqyah. Insya Allah akan terhindar dari gangguan jin, setan, dukun, dan sihir.

Allah Ta’ala berfirman:

مٰلِكِ النَّاسِ

“Allah adalah Rajanya manusia.” (QS. An-Nas: 2)

Faedah dari ayat ini:

1. Salah satu nama Allah adalah “Al-Malik”.
2. Allah Ta’ala lah yang menguasai manusia dalam semua urusannya dan Allah Ta’ala tidak butuh kepada manusia. Semua ibadah manusia adalah untuk diri mereka sendiri, Allah tidak membutuhkan apapun dari manusia. (Tafsir al-Muyassar)
3. Di dunia banyak raja-raja dan terkadang manusia menyembah raja-raja mereka dan menggantung hati serta meminta perlindungan kepada raja-raja mereka. Namun, sejatinya yang menjadi tempat bergantungnya hati hanya Allah dan hanya Allah yang bisa melindungi mereka. (Tafsir al-Qurthubi)

Allah Ta’ala berfirman:

إِلٰهِ النَّاسِ

“(Allah adalah) sesembahan manusia.” (QS. An-Nas: 3)

Faedah dari ayat ini:

1. Salah satu nama Allah adalah “Al-Ilah”.
2. Al-Ilah artinya Allah Ta’ala adalah sesembahan yang berhak disembah, adapun semua sesembahan yang disembah selain Allah, maka mereka adalah sesembahan yang batil.
3. Tidak boleh mempersembahkan ibadah kepada selain Allah, karena wajib menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan.
4. Mempersembahkan ibadah kepada selain Allah adalah kesyirikan, pelakunya disebut musyrik.
5. Sebagaimana wajib mengesakan Allah sebagai Rabb (pencipta, penguasa, dan pengelola alam semesta), maka wajib juga mengesakan Allah sebagai Ilah dengan beribadah hanya kepada Allah.

Bersambung Insyaallah ke ayat 3-6.


Faidah Tafsir Ibnu Katsir QS An-Nas 1-3.

An-Nas, ayat 1-3

- Katakanlh, Aku brlindung kpd Ilah (yg memelihara & menguasai) manusia. 
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1)

I'rab إِعْرَاب
(قُلْ) (katakanlah)
fi’il amr, mabni 'ala sukun,
(kata yg huruf akhirny tdk brubah)

failnya adlh dhamir mustatir yg taqdirny أَنْتَ 
(anta, kamu, org yg diajak bicara)

(أَعُوذُ)
(aku berlindung)
fi’il mudhari’, marfu’ tanda rafa’nya adalah dhammah, failnya adalah dhamir mustatir yang taqdirnya أَنَا

(بِرَبِّ النَّاسِ)
(kepada Rabbnya manusia)

بِرَبِّ 
jar dan majrur muta’aliq (berkaitan) dengan أَعُوذُ ,
رَبِّ
majrur dengan tanda jar berupa kasrah, karena merupakan isim mufrad. النَّاسِ mudhaf ilaih dari رَبِّ, majrur dengan tanda jar berupa kasrah, merupakan bentuk jamak taksir dari insan (الإنسان).

- Raja mnusia. مَلِكِ النَّاسِ (2)

مَلِكِ
badal dari رَبِّ , 
atau merupakan na’at atau athaf bayan alaihi -, majrur dengan tanda jar kasrah, karena isim mufrad.
النَّاسِ 
sudah dibahas di atas.

********
- Sembahan manusia,
إِلَهِ النَّاسِ (3)
(إِلهِ النَّاس)
(sesembahan manusia)
badal dari مَلِكِ , majrur dengan tanda jar kasrah, karena isim mufrad.
النَّاسِ
sudah dibahas di atas.

**********

تفسير بن كثير
Syekh Imam Al-Hafiz, Imaduddin Abul Fida Ismail ibnul Khatib Abu Hafs Umar ibnu Katsir 
semoga Allah melimpahkan rahmat dan rida-Nya kepada dia mengatakan,
تفسير ١-٣
Ketiga ayat yg prtama mrupakn sbagian dr sifat2 Allah yaitu sifat Rububiyah (Ilah),
 هَذِهِ ثَلَاث صِفَات مِنْ صِفَات الرَّبّ عَزَّ وَجَلَّ الرُّبُوبِيَّة
sifat Al-Mulk (Raja), وَالْمُلْك
& sifat Uluhiyyah (Yg dismbah). وَالْإِلَهِيَّة

Dia adalah Illah segala sesuatu, فَهُوَ رَبّ كُلّ شَيْء
Yg memilikinya وَمَلِيكه
& Yg disembah o/ semuany.
وَإِلَهه فَجَمِيع
Maka segala sesuatu adalah makhluk yg diciptakanNy 
الْأَشْيَاء مَخْلُوقَة لَهُ
& milik-Nya serta menjadi hamba-Nya.  مَمْلُوكَة عَبِيد لَهُ 

Org yg mmohon prlindungan
فَأَمَرَ الْمُسْتَعِيذ
diperintahkn agar dlm prmohonanny itu أَنْ يَتَعَوَّذ
mnyebutkn sifat2 trsbt بِالْمُتَّصِفِ
agar dihindarkn dr kjahatan godaan yg brsembunyi,
بِهَذِهِ الصِّفَات مِنْ شَرّ الْوَسْوَاس الْخَنَّاس
yaitu stan yg sllu mndampingi mnusia.   
وَهُوَ الشَّيْطَان الْمُوَكَّل بِالْإِنْسَانِ
Krna ssungguhny tiada sorg mnusiapun  فَإِنَّهُ مَا مِنْ أَحَد مِنْ بَنِي آدَم
mlainkn mmpunyai qarin (pendamping)ny إِلَّا وَلَهُ قَرِين
dr kalangan stan yg menghiasi perbuatan2 fahisyah hingga kelihatan bagus olehnya. 
  يُزَيِّن لَهُ الْفَوَاحِش 
Setan itu jg tdk segan2 mencurahkan sgala kmampuanny u/ mnyesatkanny melalui bisikan & godaanny 
وَلَا يَأْلُوهُ جَهْدًا فِي الْخَيَال
& org yg terhindar dr bisikanny hanyalah org yg dipelihara o/ Allah   وَالْمَعْصُوم مَنْ عَصَمَهُ اللَّه 

Di dlm kitab sahih disbtkn bhwa Rasulullah tlh brsabda
وَقَدْ ثَبَتَ فِي الصَّحِيح أَنَّهُ 
Tiada seorg pun dr kamu
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ
melainkan tlh ditugaskan trhadapny qarin (tman setan) yg mndampinginy.  إِلَّا قَدْ وُكِلَ بِهِ قَرِينَةٌ

Mrka brtanya, Jg termasuk engkau, ya Rasulullah? Bliau mnjwb  قَالُوا وَأَنْتَ يَا رَسُول اللَّه قَالَ

Ya, نَعَمْ
hanya sj Allah mmbantuku dlm mnghadapiny إِلَّا أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ
akhirny ia masuk Islam  فَأَسْلَمَ
mka ia tdk mmerintahkn kpdku kec hany kbaikan. 
فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَيْرٍ

& di dlm kitab Sahihain disbtkn
وَثَبَتَ فِي الصَّحِيحَيْنِ
dr Anas tntang kisah 
عَنْ أَنَس فِي قِصَّة
kunjungan Safiyyah kpd Nabi
زِيَارَة صَفِيَّة لِلنَّبِيِّ 
yg saat itu sdng i'tikaf وَهُوَ مُعْتَكِف 
lalu beliau keluar bersamanya 
وَخُرُوجه مَعَهَا
di malam hari u/ mnghantarkanny pulang ke rumahny.  لَيْلًا لِيَرُدّهَا إِلَى مَنْزِلهَا 

Kemudian Nabi bersua dg dua org laki2 dari kalangan Ansar. 
فَلَقِيَهُ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَار

Di saat melihat Nabi bergegaslah keduanya pergi dg cepat. فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيّ أَسْرَعَا
Maka Rasulullah brsabda
Prlahan2 kamu berdua
فَقَالَ رَسُول اللَّه عَلَى رِسْلكُمَا
ssungguhny ia adlh Safiyyah binti Huyayyin.  إِنَّهَا صَفِيَّة بِنْت حُيَيّ

Maka keduany brkata. Subhanallah,  فَقَالَا سُبْحَان اللَّه 
ya Rasulullah. Rasulullah bersabda: يَا رَسُول اللَّه فَقَالَ 

Ssungguhny setan itu mengalir ke dlm tubuh anak Adam
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ ابْنِ آدَمَ
melalui aliran darahny. مَجْرَى الدَّمِ 

& ssungguhny q mrasa
khawatir وَإِنِّي خَشِيتُ
bila dilemparkn ssuatu (prasangka buruk) ke dlm hati kmu brdua.
 أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا- أَوْ قَالَ شَرًّا

Al-Hafiz Abu Ya'la  Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kpd kami Muhammad ibnu Bahr, telah menceritakan kepada kami Addiy ibnu Abu Imarah, telah menceritakan kepada kami Ziyad An-Numairi, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah telah bersabda:
وَقَالَ الْحَافِظ أَبُو يَعْلَى الْمَوْصِلِيّ حَدَّثَنَا مُحَمَّد بْن بَحْر حَدَّثَنَا عَدِيّ بْن أَبِي عُمَارَة حَدَّثَنَا زِيَاد النُّمَيْرِيّ عَنْ أَنَس بْن مَالِك قَالَ : قَالَ رَسُول اللَّه 
Sesungguhnya setan itu meletakkan belalainya di hati anak Adam. 
إِنَّ الشَّيْطَانَ وَاضِعٌ خَطْمَهُ عَلَى قَلْبِ ابْنِ آدَمَ
Jika anak Adam mengingat Allah, maka bersembunyi
فَإِنْ ذَكَرَ الله خَنَسَ
& jika ia lupa kepada Allah, maka setan menelan hatiny
وَإِنْ نَسِيَ الْتَقَمَ قَلْبَهُ
maka itulah yang dimaksud dg bisikan setan yg tersembunyi.
 فَذَلِكَ الْوَسْوَاسُ الْخَنَّاسُ

Hadis ini berpredikat garib.غَرِيب
( gharaba yaghribu artinya menyendiri,asing,/ terpisah )

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari 'Asim,
وَقَالَ الْإِمَام أَحْمَد حَدَّثَنَا مُحَمَّد بْن جَعْفَر حَدَّثَنَا شُعْبَة عَنْ عَاصِم
bahwa ia pernah mendengar Abu Tamimah سَمِعْت أَبَا تَمِيمَة
yg menceritakan hadis brkt dr org yg prnah dibonceng o/ Nabi
يُحَدِّث عَنْ رَدِيف رَسُول اللَّه 
Ia mngatakn bhwa di suatu ktika keledai yg dikendarai o/ Nabi tersandung, قَالَ عَثَرَ بِالنَّبِيِّ حِمَاره
maka q berkata, Celakalah setan itu. فَقُلْت تَعِسَ الشَّيْطَان
Maka Nabi bersabda فَقَالَ النَّبِيّ 

Jgnnlh engkau katakn,Clakalh setan.  لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَان
Krna sesungguhny jika engkau katakan,Celakalah setan
فَإِنَّك إِذَا قُلْت تَعِسَ الشَّيْطَان
maka ia mnjadi brtambah besar تَعَاظَمَ
llu mngatakan,Dg kekuatanku, q kalahkan dia.وَقَالَ بِقُوَّتِي صَرَعْته
Ttapi jika engkau ktakan, Bismillah, وَإِذَا قُلْت بِسْمِ اللَّه
maka mengecillah ia hingga menjadi sekecil lalat.
تَصَاغَرَ حَتَّى يَصِير مِثْل الذُّبَاب وَغَلَبَ

Hadis diriwayatkan o/ Imam Ahmad, تَفَرَّدَ بِهِ أَحْمَد
sanadnya jayyid(bagus) lg kuat.
إِسْنَاده جَيِّد قَوِيّ
& di dlm hadis ini trkandung
وَفِيهِ دَلَالَة  
mkna yg mnunjukkn
bhwa hati itu عَلَى أَنَّ الْقَلْب
mnakala ingat kpd Allah
مَتَى ذَكَرَ اللَّه
setan menjadi mengecil dan terkalahkan تَصَاغَرَ الشَّيْطَان وَغُلِبَ
Tetapi jika ia tdk ingat kpd Allah, وَإِنْ لَمْ يَذْكُر اللَّه
maka stan mmbesar & dpt mengalahkannya. تَعَاظَمَ وَغَلَبَ 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Al-Hanafi, telah menceritakan kepada kami Ad-Dahhak ibnu Usman, dari Sa'id Al-Maqbari, 
وَقَالَ الْإِمَام أَحْمَد حَدَّثَنَا أَبُو بَكْر الْحَنَفِيّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاك بْن عُثْمَان عَنْ سَعِيد الْمَقْبُرِيّ 
Dr Abu Hurairah yg mengatakan bhwa Rasulullah tlh bersabda 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَة قَالَ : قَالَ رَسُول اللَّه 

Sesungguhny sseorg di antara kamu apabila brada di dlm masjid, إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا كَانَ فِي الْمَسْجِدِ
lalu setan datang, جَاءَهُ الشَّيْطَانُ
lalu setan diikat o/ny sbagaimana sseorg mengikat hewan kendaraanny
 فَأَبَسَ بِهِ كَمَا يَبِسُ الرَّجُلُ بِدَابَّتِهِ
& jika ia diam (tdk brzikir kpd Allah), فَإِذَا سَكَنَ لَهُ
mka setan brbalik mngikat & mngekangny.  زَنَقَهُ أَوْ أَلْجَمَهُ

Abu Hurairah mngatakn
 قَالَ أَبُو هُرَيْرَة
bhwa klian dpt mnyaksikn
hal trsbt. وَأَنْتُمْ تَرَوْنَ ذَلِكَ
Adapun yg dimksd dg 
maznuq أَمَّا الْمَزْنُوق
ykni org yg diikat pd lherny,
فَتَرَاهُ مَائِلًا
mka engkau lihat dia condong sperti ini tdk brzikir kpd Allah.
   كَذَا لَا يَذْكُر اللَّه 

Adapun org yg dikekang,
وَأَمَّا الْمُلْجَم
mka ia klihatan mmbuka mulutny فَفَاتِح فَاهُ
& tdk mngingat Allah 
لَا يَذْكُر اللَّه عَزَّ وَجَلَّ

hadis ini diriwayatkn o/ Imam Ahmad scra munfarid.
تَفَرَّدَ بِهِ أَحْمَد 

#######