Rabu, 15 September 2021

4 Metode salaf dalam menuntut ilmu.

4 Metode salaf dalam menuntut ilmu.
Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Semoga Allah memberikan nudlrah (cahaya di wajah) kepada orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya, 
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا

berapa banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faqih darinya, ada tiga perkara yang tidak akan dengki hati muslim dengannya: mengikhlaskan amal karena Allah, menasehati pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama’ah mereka karena do’a mereka meliputi dari belakang mereka.

فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ

(Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh At Tirmidzi no 2658.)

Syarah ringkas hadits

Imam Ibnu Hajar  membawakan ucapan para ulama dalam menerangkan makna hadits ini,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat perumpamaan bagi agama yang beliau bawa (dari Allah Ta’ala) seperti air hujan (yang baik) yang merata dan turun ketika manusia (sangat) membutuhkannya, seperti itu jugalah keadaan manusia sebelum diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sebagaimana air hujan tersebut memberi kehidupan (baru) bagi negeri/tanah yang mati (kering dan tandus), demikian pula ilmu agama akan memberi kehidupan bagi hati yang mati…
(Fathul Baari (1/177).

Faidahnya.
kecerahan pada wajah bagi orang yang mendengarkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian memahami, menghafal dan menyampaikannya (kepada orang lain), ini adalah pengaruh kemanisan (iman), dan kesenangan serta kebahagiaan (yang dirasakannya) di dalam hati
(Ibnul Qayyim dlm  Kitab Miftahu daaris sa’aadah)

Tahapan-tahapan ilmu tersebut adalah:

Pertama.
Mendengarkan/menyimak ilmu dari sumbernya, sumber ilmu yang utama adalah al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan termasuk dalam hal ini membaca dan menelaah kitab-kitab ilmu agama yang bersumber dari wahyu Allah Ta’ala tersebut.

Kedua.
Berusaha memahami dan meresapi kandungan maknanya, agar ilmu itu benar-benar menetap dalam hati dan tidak hilang.

Tiga.
Berusaha menjaga dan menghafalnya, agar tidak dilupakan.

Keempat.
Menyebarkan dan menyampaikannya kepada umat, supaya kebaikan dan petunjuk Allah Ta’ala tersebar dan diamalkan dalam kehidupan manusia, karena ilmu agama itu ibaratnya seperti perbendaharaan harta yang terpendam dalam tanah, kalau tidak segera dikeluarkan maka harta itu terancam akan musnah.

(keterangan Ibnul Qayyim dalam kitab Miftahu daaris sa’aadah” (1/71-72).

Wallahu'allam.

Referensi:
https://almanhaj.or.id
https://muslim.or.id
Http//Abuafka.blogspot.com

Kamis, 28 Januari 2021

Lanjut Faidah QS An-Nas 1-3.

Lanjutan Faidah QS An-Nas ayat 1-3

Surat An-Nas adalah surat yang terakhir urutannya dalam Al-Qur`an. Secara umum isi surat ini mengajarkan kepada kita untuk meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala semata dari keburukan setan.

Surat ini terdiri dari 6 ayat. Para ulama berbeda pendapat tentang surat ini apakah termasuk surat Makiyah atau Madaniyyah. Berikut ini penjelasan ringkas tentang kandungan surat An-Nas.


Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb-nya manusia’.” (QS. An-Nas: 1)

Faedah dari ayat ini:

1. Kita diperintahkan untuk meminta perlindungan kepada Allah, karena sejatinya hanya Allah yang dapat memberikan kita perlindungan dari semua mara bahaya. Maka hendaknya kita senantiasa meminta perlindungan kepada Allah.
2. Meminta perlindungan disebut juga isti’adzah atau ta’awwudz.
3. Isti’adzah adalah salah satu bentuk ibadah, karena dalam ayat ini Allah Ta’ala perintahkan kita untuk melakukannya. Jika demikian, maka tidak boleh kita isti’adzah kepada selain Allah. Maka orang yang isti’adzahkepada dewa, kepada dukun, kepada jin, kepada kyai, maka ia telah melakukan kesyirikan.
4. “Ar-Rabb” adalah salah satu nama Allah.
5. Makna “Ar-Rabb” adalah Dzat yang menciptakan, menguasai, dan mengatur alam semesta serta isinya, termasuk manusia.
6. Tidak mengapa menerjemahkan “Ar-Rabb” dengan “Tuhan”.
7. Surat An-Nas ini disebut mu’awwidzah (penjaga). Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menganjurkan untuk membacanya di pagi dan sore hari, setelah shalat, sebelum tidur, dan ketika me-ruqyah. Insya Allah akan terhindar dari gangguan jin, setan, dukun, dan sihir.

Allah Ta’ala berfirman:

مٰلِكِ النَّاسِ

“Allah adalah Rajanya manusia.” (QS. An-Nas: 2)

Faedah dari ayat ini:

1. Salah satu nama Allah adalah “Al-Malik”.
2. Allah Ta’ala lah yang menguasai manusia dalam semua urusannya dan Allah Ta’ala tidak butuh kepada manusia. Semua ibadah manusia adalah untuk diri mereka sendiri, Allah tidak membutuhkan apapun dari manusia. (Tafsir al-Muyassar)
3. Di dunia banyak raja-raja dan terkadang manusia menyembah raja-raja mereka dan menggantung hati serta meminta perlindungan kepada raja-raja mereka. Namun, sejatinya yang menjadi tempat bergantungnya hati hanya Allah dan hanya Allah yang bisa melindungi mereka. (Tafsir al-Qurthubi)

Allah Ta’ala berfirman:

إِلٰهِ النَّاسِ

“(Allah adalah) sesembahan manusia.” (QS. An-Nas: 3)

Faedah dari ayat ini:

1. Salah satu nama Allah adalah “Al-Ilah”.
2. Al-Ilah artinya Allah Ta’ala adalah sesembahan yang berhak disembah, adapun semua sesembahan yang disembah selain Allah, maka mereka adalah sesembahan yang batil.
3. Tidak boleh mempersembahkan ibadah kepada selain Allah, karena wajib menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan.
4. Mempersembahkan ibadah kepada selain Allah adalah kesyirikan, pelakunya disebut musyrik.
5. Sebagaimana wajib mengesakan Allah sebagai Rabb (pencipta, penguasa, dan pengelola alam semesta), maka wajib juga mengesakan Allah sebagai Ilah dengan beribadah hanya kepada Allah.

Bersambung Insyaallah ke ayat 3-6.


Faidah Tafsir Ibnu Katsir QS An-Nas 1-3.

An-Nas, ayat 1-3

- Katakanlh, Aku brlindung kpd Ilah (yg memelihara & menguasai) manusia. 
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1)

I'rab إِعْرَاب
(قُلْ) (katakanlah)
fi’il amr, mabni 'ala sukun,
(kata yg huruf akhirny tdk brubah)

failnya adlh dhamir mustatir yg taqdirny أَنْتَ 
(anta, kamu, org yg diajak bicara)

(أَعُوذُ)
(aku berlindung)
fi’il mudhari’, marfu’ tanda rafa’nya adalah dhammah, failnya adalah dhamir mustatir yang taqdirnya أَنَا

(بِرَبِّ النَّاسِ)
(kepada Rabbnya manusia)

بِرَبِّ 
jar dan majrur muta’aliq (berkaitan) dengan أَعُوذُ ,
رَبِّ
majrur dengan tanda jar berupa kasrah, karena merupakan isim mufrad. النَّاسِ mudhaf ilaih dari رَبِّ, majrur dengan tanda jar berupa kasrah, merupakan bentuk jamak taksir dari insan (الإنسان).

- Raja mnusia. مَلِكِ النَّاسِ (2)

مَلِكِ
badal dari رَبِّ , 
atau merupakan na’at atau athaf bayan alaihi -, majrur dengan tanda jar kasrah, karena isim mufrad.
النَّاسِ 
sudah dibahas di atas.

********
- Sembahan manusia,
إِلَهِ النَّاسِ (3)
(إِلهِ النَّاس)
(sesembahan manusia)
badal dari مَلِكِ , majrur dengan tanda jar kasrah, karena isim mufrad.
النَّاسِ
sudah dibahas di atas.

**********

تفسير بن كثير
Syekh Imam Al-Hafiz, Imaduddin Abul Fida Ismail ibnul Khatib Abu Hafs Umar ibnu Katsir 
semoga Allah melimpahkan rahmat dan rida-Nya kepada dia mengatakan,
تفسير ١-٣
Ketiga ayat yg prtama mrupakn sbagian dr sifat2 Allah yaitu sifat Rububiyah (Ilah),
 هَذِهِ ثَلَاث صِفَات مِنْ صِفَات الرَّبّ عَزَّ وَجَلَّ الرُّبُوبِيَّة
sifat Al-Mulk (Raja), وَالْمُلْك
& sifat Uluhiyyah (Yg dismbah). وَالْإِلَهِيَّة

Dia adalah Illah segala sesuatu, فَهُوَ رَبّ كُلّ شَيْء
Yg memilikinya وَمَلِيكه
& Yg disembah o/ semuany.
وَإِلَهه فَجَمِيع
Maka segala sesuatu adalah makhluk yg diciptakanNy 
الْأَشْيَاء مَخْلُوقَة لَهُ
& milik-Nya serta menjadi hamba-Nya.  مَمْلُوكَة عَبِيد لَهُ 

Org yg mmohon prlindungan
فَأَمَرَ الْمُسْتَعِيذ
diperintahkn agar dlm prmohonanny itu أَنْ يَتَعَوَّذ
mnyebutkn sifat2 trsbt بِالْمُتَّصِفِ
agar dihindarkn dr kjahatan godaan yg brsembunyi,
بِهَذِهِ الصِّفَات مِنْ شَرّ الْوَسْوَاس الْخَنَّاس
yaitu stan yg sllu mndampingi mnusia.   
وَهُوَ الشَّيْطَان الْمُوَكَّل بِالْإِنْسَانِ
Krna ssungguhny tiada sorg mnusiapun  فَإِنَّهُ مَا مِنْ أَحَد مِنْ بَنِي آدَم
mlainkn mmpunyai qarin (pendamping)ny إِلَّا وَلَهُ قَرِين
dr kalangan stan yg menghiasi perbuatan2 fahisyah hingga kelihatan bagus olehnya. 
  يُزَيِّن لَهُ الْفَوَاحِش 
Setan itu jg tdk segan2 mencurahkan sgala kmampuanny u/ mnyesatkanny melalui bisikan & godaanny 
وَلَا يَأْلُوهُ جَهْدًا فِي الْخَيَال
& org yg terhindar dr bisikanny hanyalah org yg dipelihara o/ Allah   وَالْمَعْصُوم مَنْ عَصَمَهُ اللَّه 

Di dlm kitab sahih disbtkn bhwa Rasulullah tlh brsabda
وَقَدْ ثَبَتَ فِي الصَّحِيح أَنَّهُ 
Tiada seorg pun dr kamu
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ
melainkan tlh ditugaskan trhadapny qarin (tman setan) yg mndampinginy.  إِلَّا قَدْ وُكِلَ بِهِ قَرِينَةٌ

Mrka brtanya, Jg termasuk engkau, ya Rasulullah? Bliau mnjwb  قَالُوا وَأَنْتَ يَا رَسُول اللَّه قَالَ

Ya, نَعَمْ
hanya sj Allah mmbantuku dlm mnghadapiny إِلَّا أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ
akhirny ia masuk Islam  فَأَسْلَمَ
mka ia tdk mmerintahkn kpdku kec hany kbaikan. 
فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَيْرٍ

& di dlm kitab Sahihain disbtkn
وَثَبَتَ فِي الصَّحِيحَيْنِ
dr Anas tntang kisah 
عَنْ أَنَس فِي قِصَّة
kunjungan Safiyyah kpd Nabi
زِيَارَة صَفِيَّة لِلنَّبِيِّ 
yg saat itu sdng i'tikaf وَهُوَ مُعْتَكِف 
lalu beliau keluar bersamanya 
وَخُرُوجه مَعَهَا
di malam hari u/ mnghantarkanny pulang ke rumahny.  لَيْلًا لِيَرُدّهَا إِلَى مَنْزِلهَا 

Kemudian Nabi bersua dg dua org laki2 dari kalangan Ansar. 
فَلَقِيَهُ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَار

Di saat melihat Nabi bergegaslah keduanya pergi dg cepat. فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيّ أَسْرَعَا
Maka Rasulullah brsabda
Prlahan2 kamu berdua
فَقَالَ رَسُول اللَّه عَلَى رِسْلكُمَا
ssungguhny ia adlh Safiyyah binti Huyayyin.  إِنَّهَا صَفِيَّة بِنْت حُيَيّ

Maka keduany brkata. Subhanallah,  فَقَالَا سُبْحَان اللَّه 
ya Rasulullah. Rasulullah bersabda: يَا رَسُول اللَّه فَقَالَ 

Ssungguhny setan itu mengalir ke dlm tubuh anak Adam
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ ابْنِ آدَمَ
melalui aliran darahny. مَجْرَى الدَّمِ 

& ssungguhny q mrasa
khawatir وَإِنِّي خَشِيتُ
bila dilemparkn ssuatu (prasangka buruk) ke dlm hati kmu brdua.
 أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا- أَوْ قَالَ شَرًّا

Al-Hafiz Abu Ya'la  Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kpd kami Muhammad ibnu Bahr, telah menceritakan kepada kami Addiy ibnu Abu Imarah, telah menceritakan kepada kami Ziyad An-Numairi, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah telah bersabda:
وَقَالَ الْحَافِظ أَبُو يَعْلَى الْمَوْصِلِيّ حَدَّثَنَا مُحَمَّد بْن بَحْر حَدَّثَنَا عَدِيّ بْن أَبِي عُمَارَة حَدَّثَنَا زِيَاد النُّمَيْرِيّ عَنْ أَنَس بْن مَالِك قَالَ : قَالَ رَسُول اللَّه 
Sesungguhnya setan itu meletakkan belalainya di hati anak Adam. 
إِنَّ الشَّيْطَانَ وَاضِعٌ خَطْمَهُ عَلَى قَلْبِ ابْنِ آدَمَ
Jika anak Adam mengingat Allah, maka bersembunyi
فَإِنْ ذَكَرَ الله خَنَسَ
& jika ia lupa kepada Allah, maka setan menelan hatiny
وَإِنْ نَسِيَ الْتَقَمَ قَلْبَهُ
maka itulah yang dimaksud dg bisikan setan yg tersembunyi.
 فَذَلِكَ الْوَسْوَاسُ الْخَنَّاسُ

Hadis ini berpredikat garib.غَرِيب
( gharaba yaghribu artinya menyendiri,asing,/ terpisah )

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari 'Asim,
وَقَالَ الْإِمَام أَحْمَد حَدَّثَنَا مُحَمَّد بْن جَعْفَر حَدَّثَنَا شُعْبَة عَنْ عَاصِم
bahwa ia pernah mendengar Abu Tamimah سَمِعْت أَبَا تَمِيمَة
yg menceritakan hadis brkt dr org yg prnah dibonceng o/ Nabi
يُحَدِّث عَنْ رَدِيف رَسُول اللَّه 
Ia mngatakn bhwa di suatu ktika keledai yg dikendarai o/ Nabi tersandung, قَالَ عَثَرَ بِالنَّبِيِّ حِمَاره
maka q berkata, Celakalah setan itu. فَقُلْت تَعِسَ الشَّيْطَان
Maka Nabi bersabda فَقَالَ النَّبِيّ 

Jgnnlh engkau katakn,Clakalh setan.  لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَان
Krna sesungguhny jika engkau katakan,Celakalah setan
فَإِنَّك إِذَا قُلْت تَعِسَ الشَّيْطَان
maka ia mnjadi brtambah besar تَعَاظَمَ
llu mngatakan,Dg kekuatanku, q kalahkan dia.وَقَالَ بِقُوَّتِي صَرَعْته
Ttapi jika engkau ktakan, Bismillah, وَإِذَا قُلْت بِسْمِ اللَّه
maka mengecillah ia hingga menjadi sekecil lalat.
تَصَاغَرَ حَتَّى يَصِير مِثْل الذُّبَاب وَغَلَبَ

Hadis diriwayatkan o/ Imam Ahmad, تَفَرَّدَ بِهِ أَحْمَد
sanadnya jayyid(bagus) lg kuat.
إِسْنَاده جَيِّد قَوِيّ
& di dlm hadis ini trkandung
وَفِيهِ دَلَالَة  
mkna yg mnunjukkn
bhwa hati itu عَلَى أَنَّ الْقَلْب
mnakala ingat kpd Allah
مَتَى ذَكَرَ اللَّه
setan menjadi mengecil dan terkalahkan تَصَاغَرَ الشَّيْطَان وَغُلِبَ
Tetapi jika ia tdk ingat kpd Allah, وَإِنْ لَمْ يَذْكُر اللَّه
maka stan mmbesar & dpt mengalahkannya. تَعَاظَمَ وَغَلَبَ 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Al-Hanafi, telah menceritakan kepada kami Ad-Dahhak ibnu Usman, dari Sa'id Al-Maqbari, 
وَقَالَ الْإِمَام أَحْمَد حَدَّثَنَا أَبُو بَكْر الْحَنَفِيّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاك بْن عُثْمَان عَنْ سَعِيد الْمَقْبُرِيّ 
Dr Abu Hurairah yg mengatakan bhwa Rasulullah tlh bersabda 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَة قَالَ : قَالَ رَسُول اللَّه 

Sesungguhny sseorg di antara kamu apabila brada di dlm masjid, إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا كَانَ فِي الْمَسْجِدِ
lalu setan datang, جَاءَهُ الشَّيْطَانُ
lalu setan diikat o/ny sbagaimana sseorg mengikat hewan kendaraanny
 فَأَبَسَ بِهِ كَمَا يَبِسُ الرَّجُلُ بِدَابَّتِهِ
& jika ia diam (tdk brzikir kpd Allah), فَإِذَا سَكَنَ لَهُ
mka setan brbalik mngikat & mngekangny.  زَنَقَهُ أَوْ أَلْجَمَهُ

Abu Hurairah mngatakn
 قَالَ أَبُو هُرَيْرَة
bhwa klian dpt mnyaksikn
hal trsbt. وَأَنْتُمْ تَرَوْنَ ذَلِكَ
Adapun yg dimksd dg 
maznuq أَمَّا الْمَزْنُوق
ykni org yg diikat pd lherny,
فَتَرَاهُ مَائِلًا
mka engkau lihat dia condong sperti ini tdk brzikir kpd Allah.
   كَذَا لَا يَذْكُر اللَّه 

Adapun org yg dikekang,
وَأَمَّا الْمُلْجَم
mka ia klihatan mmbuka mulutny فَفَاتِح فَاهُ
& tdk mngingat Allah 
لَا يَذْكُر اللَّه عَزَّ وَجَلَّ

hadis ini diriwayatkn o/ Imam Ahmad scra munfarid.
تَفَرَّدَ بِهِ أَحْمَد 

#######





Senin, 30 November 2020

Mahalnya Sebuah Hidayah ()


PENYIMPANGAN SETELAH HIDAYAH

Pertanyaannya adalah adakah orang yg melepas hidayahnya?

Pertanyaan ini berangkat dari kerisauan Sahabat Nabi Shallahu'alai wasallam Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyalahu ‘anhu :

Wahai Rasulullah, فَقُلْتُ يَا رَسُوْلُ اللهِ
dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan
أِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍوَشَرِّ

lalu Allah mendatangkan kebaikan (Islam) ini,  فَجَاءَنَااللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ

apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan ? Beliau berkata : “Ya”
    فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ شَرِّ قَالَ نَعَمْ

Ini menunjukan bahwa sungguh mahalnya sebuah hidayah karena Allah ilhamkan kepada jiwa kita.

فألهمها فجورها وتقواها.
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,

قد أفلح من زكاها. وقد خاب من دساها.
sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Asy Syams 8 – 10).

Menurut ibnu Abbas dalam riwayat Ali bin Abi Thalhah maksudnya adalah,
menjelaskan kepadanya kebaikan dan keburukan.   بَيَّنَ لَهَا الْخَيْرَ وَالشَّرَّ

Sedangkan dalam riwayat ‘Athiyah
mengajarkan kepadanya keta’atan dan maksiat.  عَلَّمَهَا الطَّاعَةَ وَالْمَعْصِيَةَ

Pilihan tersebut digambarkan oleh Syaikh bin Baz  للشيخ ابن باز dalam menjawab pertanyaan.

لماذا ينتكس البعض بعد استقامته على طريق الهداية ؟؟؟
Mengapa ada sebagian orang yang justru berbalik (menyimpang) setelah ia konsisten di atas jalan hidayah (bahkan sebelumnya ia mendakwahkan sunnah)…??

قيل للشيخ ابن باز :
Syaikh Bin Baz pernah ditanya:

ياشيخ ، فلان انتكس،
Wahai Syaikh; si fulan berbalik (menyimpang)

قال الشيخ :
Syaikh berkata;

(لعل انتكاسته من أمرين :
Boleh jadi dia berbalik menyimpang karena dua hal:

إما أنه لم يسأل الله الثبات ،
Pertama, dia mungkin tidak pernah meminta kepada Allah agar diteguhkan (di atas alhaq),

أو أنه لم يشكر الله على الإستقامة) .
atau yang kedua, ia tidak bersyukur setelah diberikan keteguhan dan keistiqomahan oleh Allah.

فحين اختارك الله لطريق هدايته،
Maka tatkala Allah telah memilihmu berjalan di atas jalan hidayah-Nya,

ليس لأنك مميز أو لطاعةٍ منك ،
camkanlah bahwa itu bukan karena keistimewaanmu atau karena ketaatanmu,

بل هي رحمة منه شملتك ،
melainkan itu adalah rahmat dari-Nya yang meliputimu

قد ينزعها منك في أي لحظة ،
Allah bisa saja mencabut rahmat tersebut kapan saja darimu

لذلك لا تغتر بعملك ولا بعبادتك
Oleh karena itu, jangan engkau tertipu dengan amalanmu, jangan pula disilaukan oleh ibadahmu

ولا تنظر باستصغار لمن ضلّ عن سبيله
Jangan engkau memandang remeh orang yang tersesat dari jalan-Nya

فلولا رحمة الله بك لكنت مكانه .
Kalau bukan karena rahmat Allah padamu, niscaya engkau akan tersesat pula, posisimu akan sama dengan orang yang tersesat itu.

أعيدوا قراءة هذه الآية بتأنٍّ
Ulang-ulang lah membaca ayat berikut ini dengan penuh penghayatan

﴿ ولوﻵ أن ثبتناك لقد كدت تركن إليهم شيئا قليلا ﴾
“Andai Kami tidak meneguhkanmu (wahai Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam), sungguh engkau hampir-hampir saja akan sedikit condong kepada mereka (orang-orang yang tersesat itu).”

إياك أن تظن أن الثبات على الإستقامة أحد إنجازاتك الشخصية …

Jangan pernah engkau menyangka, bahwa keteguhan di atas istiqomah, merupakan salah satu hasil jerih payahmu pribadi.

تأمل قوله تعالى لسيد البشر..
Perhatikan firman Allah kepada Pemimpin segenap manusia (Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam):

“ولولا أن ثبتناك”
“Kalau bukan Kami yang meneguhkanmu (wahai Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam)…”

فكيف بك !!؟.
Maka apalagi engkau…!!?

نحنُ مخطئون عندما نتجاهل أذكارنا،
Kita sering keliru, manakala kita melupakan dzikir-dzikir kita

نعتقد أنها شيء غير مهم وننسى
Kita menyangka bahwa dzikir-dzikir itu tidak penting, sehingga kita pun melupakannya.

بأن الله يحفظنا بها، وربما تقلب الأقدار..
Kita lupa bahwa Allah akan menjaga kita karena dzikir-dzikir tersebut. Boleh jadi takdir Allah akan berbalik.

يقول ابن القيم:
Ibnu al-Qayyim berkata:

حاجة العبد للمعوذات أشدُ من حاجته للطعام واللباس..!
Kebutuhan hamba akan do’a dan dzikir (agar Allah memberikan perlindungan), melebihi kebutuhannya akan makanan dan pakaian.

داوموا على أذكاركم لتُدركوا معنى:
Maka rutinkanlah membaca do’a dan dzikir kalian, agar kalian meraih apa yang dijanjikan dalam sabda Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam

احفظ الله يحفظك..
“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjaga kalian”

تحصنوا كل صباح ومساء ؛
Niscaya kalian akan mendapatkan perlindungan pagi dan petang.

فالدنيا مخيفة .. وفي جوفها مفاجأت .. والله هو الحافظ لعباده
Dunia ini benar-benar menakutkan…. di lorongnya ada banyak hal yang menyentakkan… Allah, Dialah yang Maha Menjaga hamba-hamba-Nya.

Wallahu'allam
Http abuafka.blohspot.com.

♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini dan tidak mengubah tulisan, semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

Rabu, 21 Oktober 2020

Untukmu penuntut ilmu sejati

Untukmu penuntut ilmu sejati.

Internet adalah sarana mudah untuk belajar apa saja termasuk didalamnya agama namun internet hanya sarana pendukung bukan tempat sebenarnya bagi penuntut ilmu sejati.

Seyogyanya penuntut ilmu sejati disibukan untuk berguru & mendatangi masjlis ilmu yg syar'i (Talaqi)  dibanding berselancar di internet.
Tampaknya alim sosmed dunia namun awam faktanya.

Diantara dampak buruk berguru dg internet:

-Ilmu yg didapat tdk semakin mendekatkan dirinya kpd Allah

-Ilmunya untuk kesombongan
( untuk menasehati org lain bukan untuk dirinya)

-Ngajinya hanya sepotong
-potong ( gagal paham)

-Jauh dari adab para salafusaleh

- Jauh dari org- orang Soleh
(Mengamalkan ilmu dan saling menasehati dlm kesabaran)

Dan masih banyak lainnya..

Sebagaimana di riwayatkan dari Yahya bin Katsir dan ini ucapannya:

لا يستطاع العلم براحة الجسم
Tidak ada di dapatkan ilmu dengan santainya jasad.
[HR. Muslim no.612]


Tidak kita temui Ulama hari ini ( Khalaf) dan Ulama dulu (Salaf) mencukupkan kitab atau media semisal untuk belajar. Tidak ada ceritanya seorang jadi Ulama dengan modal kitab atau media semisalnya.

Engkau wajib mengusahakan datang ke kajian, duduk di depan Ulama dan belajar di depannya. Ini berlaku bagi semua ilmu.

Media yang ada, baik internet, group WhatsApp, atau Telegram hanya berfungsi membantu bukan media utama untuk belajar hingga faham. Bahkan ia bisa berbahaya bila tidak hati-hati.

Bersemangatlah mencari ilmu sedapat mungkin mumpung masih muda. Karena Ulama dulu untuk mendapat ilmu mereka keluar rumah, menempuh kesulitan dengan semangat tinggi. Tidak akan di dapat ilmu kecuali bagi yang merasakan pedihnya belajar.

Wallahu'allam

Abu Afka http//abuafka.blogspot.com

Dari tulisan Ustadz Abu Abdurrahman bin Muhammad Suud al Atsary hafidzhahullah

Minggu, 02 Agustus 2020

Takbiran Dulu atau Dzikir Dulu

*Takbiran Dulu atau Dzikir Dulu*__✍

*ⓂemahamiSyariatDenganBenar* 

🚪لبﺴْــــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ▪

*Pertanyaan*:

Bismillah.. Akhi bertakbir setiap selesai sholat wajib, brp kali?  Tdk dibatasi?

*Pertanyaan*:

Assalamualaikum. Pada hari tasyrik 11,12,13 ketika selesai shalat berjamaah, mana lebih utama takbiran atau atau dzikir sesudah shalat dan bagaimana yang lebih afdhalnya?
Terimakasih atas penjelaasan ustadz…

Rohaniah Islam (XXXXXXXXXXXX@gmail.com)

*Jawaban*:

Wa alaikumus salam

Takbiran Dulu atau Dzikir Dulu
Keterangan Syaikh Khalid Al-Musyaiqih,

ومتى يكبر ؟ هل يكبر بعد السلام مباشرة أو عقب الذكر ؟
نقول يكبر بعد الاستغفار وقول : ( اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام ) ، فيستغفر الله ثلاثاً ثم يقول : ( اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام ) ثم يشرع في التكبير ، يكبر ما شاء الله عز وجل ثم بعد ذلك يعود لأذكاره

Kapan mulai takbir setelah shalat? Apakah langsung bertakbir persis setelah salam ataukah setelah Dzikir?

*Jawab:*

Kami katakan, sebaiknya bertakbir setelah istighfar dan membaca,

اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام

Hendaknya dia istighfar 3 kali kemudian membaca; dzikir di atas (Allahumma antas salam…. dst.), setelah itu mulai bertakbir. Dia bisa bertakbir dengan jumlah bebas, kemudian kembali berdzikir lagi.

Sumber: http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=264613

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Read more https://konsultasisyariah.com/8570-takbiran-dulu-atau-dzikir-dulu.html

•┈•••○○❁▪💠▪❁○○•••┈•

📲 Reposted by Teman_Hijrah

♻ ♻  *Bebas Save 🔄 Share* 

Mari perbanyak istighfar semoga Allah selalu membimbing kita semua ke dalam hidayah-Nya, mengangkat bencana yang menimpa dunia saat ini dan mengampuni dosa-dosa kita semua. 

InsyaAllah saudara² kita akan mendapatkan faidah ilmu dari yang kita sebarkan agar kaum muslimin semakin faham dalam beragama di atas Sunnah Nabinya dan mudah²an kita mendapatkan bagian dari pahalanya  آمِينَ. 

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

“Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.”[Bukhari no. 2942 dan Muslim no. 2406, dari Sahl bin Sa’ad]
____________________________
*Jazakumullahu khairan wa Barakallahu fikum*

•┈•••○○❁▪💠▪❁○○•••┈•

Jumat, 03 Juli 2020

الأمر بالمحافظة عَلَى الصلوات المكتوبات والنهي الأك


Kitab Al-Fadhail, Bab 193. Perintah Menjaga Shalat Wajib dan Larangan serta  Ancaman yang Sangat Keras bagi yang Meninggalkannya.


Allah Ta'ala berfirman
Peliharalah semua shalat(mu)
حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ
dan (peliharalah) shalat wusthaa.
والصَّلاَةِ الْوُسْطَى … (البقرة: ٢٣٨)

(Q.S. Al-Baqarah [2]: 238)

أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا .

Hadits #1081

Abu Hurairah brkata,
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ 
Rasulullah brsabda, 
قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Sesungguhny amal yg prtama kali dihisab pd sorg hamba 
إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ
pd hari kiamat adalah shalatny. 
 يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ
Maka, jika shalatny baik فَإنْ صَلُحَتْ 
sungguh ia tlh beruntung & berhasil. فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ

& jika shalatny rusak, وَإنْ فَسَدَتْ
sungguh ia tlh gagal & rugi.
فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ 

Jika berkurang sedikit dr shalat wajibnya,  فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ 

maka Allah Ta’ala berfirman,
قَالَ الرَّبُ  عَزَّ وَجَلَّ 

‘Lihatlah apakah hamba-Ku mmiliki shalat sunnah.
اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ 
Maka disempurnakanlah apa yg kurang dr shalat wajibny.
فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟
Kemudian begitu pula dg seluruh amalny.
   ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا

(HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]
رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ )
 

Faedah dari Hadits

Perkara yang pertama kali akan dihisab pada hamba dari perkara ibadah pada hari kiamat adalah shalat.

Siapa yang mendirikan shalat, maka bagus amalnya. Siapa yang tidak bagus shalatnya, maka amalnya pasti rusak.

Allah sangat penyayang pada hamba di mana Allah menyempurnakan amalan wajib yang ia lakukan dengan amalan sunnah sebagai penutup kekurangannya.

Umumnya amalan wajib akan disempurnakan dengan amalan sunnah sampai bertambahlah kebaikan hingga mengalahkan kejelekan sampai masuk surga dengan rahmat Allah.’

Hendaklah setiap orang bisa memperbanyak dan menjaga amalan sunnah, bukan hanya mementingkan yang wajib saja.

 

Referensi:

Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:255-256.