๐ FENOMENA SUNGKEMAN DI HARI RAYA IDUL FITRI
Sungkeman adalah sebuah tradisi menjadi ciri khas bagi masyarakat Jawa, dimana acara sungkeman biasanya diadakan untuk melengkapi acara tertentu.
Arti sungkeman sendiri berasal dari kata sungkem yang bermakna bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan.
Tradisi ini dapat kita jumpai di masyarakat Jawa pada moment tertentu misalnya pada hari raya lebaran atau dalam pesta pernikahan.
Jelas ini adalah tradisi turun-temurun nenek moyang, bukan dari ajaran islam dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah ๏ทบ dan para sahabat.
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi,
ุนููู ุฃูููุณู ุจููู ู
ูุงูููู ููุงูู ููููููุง ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูููููุญูููู ุจูุนูุถูููุง ููุจูุนูุถู ููุงูู ยซ ูุงู ยป. ููููููุง ุฃูููุนูุงูููู ุจูุนูุถูููุง ุจูุนูุถูุง ููุงูู ูุงู ูููููููู ุชูุตูุงููุญููุง
โWahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?โ. Rasulullah ๏ทบ bersabda, โTidak bolehโ. Kami bertanya lagi, โApakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?โ. Nabi bersabda, โTidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan.โ (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani)
Dan Rasulullah ๏ทบ bersabda:
โSeandainya boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang maka niscaya kuperintahkan isteri untuk bersujud kepada suaminya.โ (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)
Tidaklah diragukan bahwa sujud penghormatan kepada sesama manusia adalah hal yang haram dan terlarang dan termasuk jalan dan sarana menuju kemusyrikan. Jadi sujud kepada manusia dalam rangka memberikan penghormatan dan bukan karena ibadah adalah bidโah yang sesat. Sedangkan jika dilakukan karena ibadah dan memohon perlindungan maka itu adalah kemusyrikan.
Dari uraian di atas semoga bisa dipahami dan dibedakan antara amalan yang dibolehkan oleh syariat Islam dan yang tidak diperbolehkan.
Wallahu a'lam, semoga bermanfaat.
โโโโโโโโโ
๐บ Twitter : salafittiba
๐ฅ Youtube : salaf ittiba
๐ Web : salafittiba.com
๐ป Facebook : Salaf Ittiba
๐ฑ Instagram : @salaf.ittiba
๐ Telegram : t.me/salafittiba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar