Renungan dipenggujung Ramadhan (dimasa pendemik)
﷽
Kita tidak begitu sedih dengan perginya Ramadhan, karena dia akan kembali.
Akan tetapi kita benar-benar sedih ketika dia kembali, tapi ternyata kita yang telah pergi.
Maka, jadikanlah puasa kita, sebagai puasa perpisahan. Jadikan shalat malam kita, sebagai shalat malam perpisahan.
Alhamdulillah masih ada sisa dari bulan Ramadhan ini, meski untuk satu rekaat, atau satu doa, atau satu tetesan air mata, yang mungkin bisa mengubah kehidupanmu secara total, maka gunakanlah dengan sebaik-baiknya!
Nasehat Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar