Rabu, 27 Juni 2018

Apa saja amalan yang Tidak Ada Tuntunan di Bulan Sya’ban ?

Amalan Yg Keliru Dibulan Sya’ban

Selasa 2 Sya'ban 1439 H / 18 April 2018.
Kajian ke 7

◇Saudaraku mari kita sepakati dulu agama islam telah sempurna apa belum?
◇Benarkah Nabi Muhammad ﷺ tolak ukurnya dinul islam?
◇Benarkah perusak sunah itu bid'ah ?
◇Siapakah yang mengatakan bid'ah pertama kali?
◇Benarkah bila kita mengamalkan bid'ah bearti kita menganggap Nabi Muhammad menghianati risalah & dan menuduh Nabi seorang yg bodoh?
◇Benar atau tidak seluruh amalan yg mengantarkan kesyurga sudah Nabi ajarkan?
◇Benarkah seluruh amalan ibadah yang tidak mencontoh Nabi Muhammad tertolak?

Kalau kita sudah bisa menjawabnya dengan benar berbahagialah karena Allah menghendaki kita dalam kebaikan Aamiin.

Apa saja amalan yang Tidak Ada Tuntunan di Bulan Sya’ban ?

◇ Pertama Adat tasyakuran mengundang tetangga & keluarga dalam rangka menyambut ramadhan dg kirim do’a untuk kerabat yang telah meninggal dunia dengan baca yasinan atau tahlilan / ( Ruwahan sebutan bulan Sya’ban bagi orang Jawa) berasal dari kata arwah sehingga bulan Sya’ban identik dengan kematian. Makanya sering di beberapa daerah masih laris tradisi yasinan atau tahlilan di bulan Sya’ban.

Padahal Nabi ﷺ dan para sahabat tidak pernah mencontohkannya.

◇ Kedua. Menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat dan do’a.

Apa pendapat para ulama:
Tidak ada satu dalil pun yang shahih yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah :
Dan shalat Raghaib adalah bid’ah yg
diada-adakan. ( ﻭَﺻَﻠَﺎﺓُ ﺍﻟﺮَّﻏَﺎﺋِﺐِ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٌ )
Nabi ﷺ tdk pernah shalat seperti
itu ( ﻟَﻢْ ﻳُﺼَﻠِّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﷺ )
dan tidak ada seorang pun dari salaf
melakukannya. ( ﻭَﻟَﺎ ﺃَﺣَﺪٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺴَّﻠَﻒِ )
Adapun malam pertengahan di bulan
Sya’ban ( ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟﻨِّﺼْﻒِ ﻣِﻦْ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ )
di dalamnya terdapat keutamaan ( ﻓَﻔِﻴﻬَﺎ ﻓَﻀْﻞٌ )
dulu di antara kaum salaf (org yg terdahulu) ada
yg shalat di malam tersebut. ( ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻠَﻒِ ﻣَﻦْ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﻓِﻴﻬَﺎ )
Akan tetapi berkumpul2 di malam tersebut
untuk menghidupkan masjid - masjid adalah
bid’ah ( ﻟَﻜِﻦَّ ﺍﻟِﺎﺟْﺘِﻤَﺎﻉَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻟِﺈِﺣْﻴَﺎﺋِﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ )
begitu pula dengan shalat alfiyah.( ﻭَﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ ﺍﻟْﺄَﻟْﻔِﻴَّﺔُ )

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,Tidak ada satu dalil pun yang shahih dari Nabi ﷺ dan para sahabat. Dan dalil yang ada hanyalah dari beberapa tabi’in yang merupakan fuqoha’ negeri Syam.” (Lathoif Al Ma’arif, 248).

Tidak ada satu pun dalil yg shahih yg menyebutkan keutamaan shalat malam / shalat sunnah dipertengahan malam di bulan Sya’ban .

Baik yang disebut shalat alfiyah (seribu rakaat), dan shalat raghaib (12 rakaat).

Mengkhususkan malam tersebut dengan ibadah-ibadah tersebut adalah perbuatan bid’ah. Sehingga kita harus menjauhinya. Apalagi yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin. Mereka berkumpul di masjid, beramai-ramai merayakannya, maka hal tersebut tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Imam An-Nawawi mengatakan tentang shalat Ar-Raghaib yang dilakukan pada Jumat pertama di bulan Rajab dan malam pertengahan bulan Sya’ban

Kedua shalat ini adalah bid’ah yg tercela yg mungkar
dan buruk. ( ﻭَﻫَﺎﺗَﺎﻥِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺗَﺎﻥِ ﺑِﺪْﻋَﺘَﺎﻥِ ﻣَﺬْﻣُﻮﻣَﺘَﺎﻥِ ﻣُﻨْﻜَﺮَﺗَﺎﻥِ ﻗَﺒِﻴﺤَﺘَﺎﻥِ )
Janganlah kamu tertipu dengan penyebutan
kedua shalat itu di kitab Quutul-Qulub’
dan ‘Al-Ihya. ( ﻭَﻻَ ﺗَﻐْﺘَﺮَّ ﺑِﺬِﻛْﺮِﻫِﻤَﺎ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﻗُﻮﺕِ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏِ ﻭَﺍﻹْﺣْﻴَﺎﺀِ )

Jumhur ulama memandang sunnah menghidupkan malam pertengahan di bulan Sya’ban dengan berbagai macam ibadah. Tetapi hal tersebut tidak dilakukan secara berjamaah. Sebagian ulama memandang tidak ada keutamaan ibadah khusus pada malam tersebut, karena tidak dinukil dalam hadits yang shahih atau hasan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau pernah menyuruh untuk beribadah secara khusus pada malam tersebut. Hadits yang berbicara tentang hal tersebut lemah.

◇ Tiga. Berpuasa di pertengahan bulan Sya’ban

Mengkhususkan puasa di siang pertengahan bulan Sya’ban ( Nishfu Sya’ban ) tidak dianjurkan untuk mengerjakannya.

Bahkan sebagian ulama menghukumi hal tersebut bid’ah.
Dalil rujukan mereka berpuasa Nishfu Sya’ban

Apabila malam pertengahan bulan
Sya’ban ( ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟﻨِّﺼْﻒِ ﻣِﻦْ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ )
maka hidupkanlah malamnya ( ﻓَﻘُﻮﻣُﻮﺍ ﻟَﻴْﻠَﻬَﺎ )
dan berpuasalah di siang harinya. ( ﻭَﺻُﻮﻣُﻮﺍ ﻧَﻬَﺎﺭَﻫَﺎ )
HR Ibnu Majah no. 1388. Syaikh Al-Albani mengatakan, Sanadnya Maudhu’,dalam Adh-Dha’ifah no. 2132.)

Keterangan :
Hadits tersebut adalah hadits yang palsu (maudhu ’).
sehingga tidak bisa dijadikan dalil.

Akan tetapi, jika kita ingin berpuasa pada hari itu karena keumuman hadits tentang sunnah-nya berpuasa di bulan Sya’ban atau karena dia termasuk puasa di hari-hari biidh (ayyaamul-biid /puasa tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan hijriyah), maka hal tersebut tidak mengapa.
Yang diingkari adalah pengkhususannya saja.

◇Empat. Menjelang Ramadhan diyakini sebagai waktu utama untuk ziarah kubur, yaitu mengunjungi kubur orang tua atau kerabat (dikenal dg nyadran ).

Tidak benar kebiasan umat saat ini, ziarah kubur yang  dikhususkan pada bulan Sya’ban saja.

Sebaliknya kita diperintahkan melakukan ziarah kubur setiap saat agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian.

Sebagaimana Nabi bersabda,
Lakukanlah ziarah kubur ( ﺯُﻭﺭُﻭﺍ ﺍﻟْﻘُﺒُﻮﺭَ )
karena hal itu lebih mengingatkan kalian
pada akhirat (kematian). ( ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﺗُﺬَﻛِّﺮُﻛُﻢُ ﺍﻵﺧِﺮَﺓَ )
(HR. Muslim no. 976).

Jadi yang masalah adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk ‘nyadran’ atau ‘nyekar’. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.

◇ Lima. Menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar, padusan, atau keramasan. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Puasa tetap sah jika tidak lakukan keramasan, atau padusan ke tempat pemandian atau pantai (seperti ke Parangtritis). Mandi besar itu ada jika memang ada sebab yang menuntut untuk mandi seperti karena junub maka mesti mandi wajib (mandi junub). Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”), ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan (ikhtilath) dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam.

Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!
Cukup dengan Ajaran Nabi ﷺ.

◇ Enam.Tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan

Mereka yang melestarikan tradisi ini berdalil dg hadits yang terjemahannya sebagai berikut:

Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.
Do’a Malaikat Jibril itu adalah:

Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dg org2 sekitarnya.
( HR Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254).

Penjelasan :
Hadits ini tidak ada di kitab-kitab hadits yg ada pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan hadits berikut:

Dari Abu Hurairah ( ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ )
Rasulullah naik mimbar lalu
bersabda ( ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﷺ ﺭﻗﻲ ﺍﻟﻤﻨﺒﺮ ﻓﻘﺎﻝ )
‘Amin, Amin, Amin’. ( ﺁﻣﻴﻦ ﺁﻣﻴﻦ ﺁﻣﻴﻦ )
Para sahabat bertanya ( ﻓﻘﻴﻞ ﻟﻪ )
Kenapa engkau berkata demikian
wahai Rasulullah? ( ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻛﻨﺖ ﺗﺼﻨﻊ ﻫﺬﺍ ؟ )
Kemudian beliau bersabda ( ﻓﻘﺎﻝ )
Baru saja Jibril berkata kepadaku ( ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ )
Allah melaknat seorang hamba ( ﺃﺭﻏﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻧﻒ ﻋﺒﺪ )
yg melewati Ramadhan tanpa mendapatkan
ampunan ( ﺃﻭ ﺑﻌﺪ ﺩﺧﻞ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻠﻢ ﻳﻐﻔﺮ ﻟﻪ )
maka kukatakan, ‘Amin’ ( ﻓﻘﻠﺖ ﺁﻣﻴﻦ )
kemudian Jibril berkata lagi ( ﺛﻢ ﻗﺎﻝ )
Allah melaknat seorang hamba yg mengetahui kedua orang tuanya masih hidup ( ﺭﻏﻢ ﺃﻧﻒ ﻋﺒﺪ ﺃﻭ ﺑﻌﺪ ﺃﺩﺭﻙ ﻭ ﺍﻟﺪﻳﻪ )
namun tdk membuatnya masuk Jannah (krna tdk -berbakti kpd mereka berdua) ( ﺃﻭ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻟﻢ ﻳﺪﺧﻠﻪ ﺍﻟﺠﻨﺔ )
maka aku berkata: ‘Amin’. ( ﻓﻘﻠﺖ ﺁﻣﻴﻦ )
Kemudian Jibril berkata lagi. ( ﺛﻢ ﻗﺎﻝ )
Allah melaknat seorang hamba ( ﺭﻏﻢ ﺃﻧﻒ ﻋﺒﺪ )
yg tidak bershalawat ketika disebut
namamu ( ﺃﻭ ﺑﻌﺪ ﺫﻛﺮﺕ ﻋﻨﺪﻩ ﻓﻠﻢ ﻳﺼﻞ ﻋﻠﻴﻚ )
maka kukatakan, ‘Amin” ( ﻓﻘﻠﺖ : ﺁﻣﻴﻦ )
Al A’zhami berkata ( ﻗﺎﻝ ﺍﻷﻋﻈﻤﻲ )
Sanad hadits ini jayyid ( ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺟﻴﺪ )

Hadits ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407, 3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Qaulul Badi ‘ (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib (1679).

Penjelasan Hadits:

Kedua hadits di atas adalah dua hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu, sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.
Wallahu 'alam

Saudaraku secerdas apapun kita cukuplah dengan Ajaran Nabi ﷺ. Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

Ikutilah (petunjuk Nabi ) ( ﺍﺗَّﺒِﻌُﻮﺍ )
janganlah membuat amalan yg tidak
ada tuntunannya. ( ﻭَﻻ ﺗَﺒْﺘَﺪِﻋُﻮﺍ )
Karena (ajaran Nabi ) itu sudah cukup
bagi kalian. ( ﻓَﻘَﺪْ ﻛُﻔِﻴﺘُﻢْ )
Semua bid’ah adalah sesat ( ﻛُﻞُّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻼﻟَﺔٌ )

(Diriwayatkan oleh Ath Thobroniy dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 8770. Al Haytsamiy mengatakan dalam Majma’ Zawa’id bahwa para perowinya adalah perawi yang dipakai dalam kitab shohih)

Saudaraku kita patut hati-hati dengan amalan yang tanpa dasar. Beramallah dengan ilmu dan sesuai tuntunan Rasul ﷺ. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,

Barangsiapa yg beribadah kepada Allah
tanpa ilmu ( ﻣَﻦْ ﻋَﺒَﺪَ ﺍﻟﻠﻪَ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ  )
maka dia akan membuat banyak kerusakan dari
pada mendatangkan kebaikan . (  ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﻳُﻔْﺴِﺪُ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻤَّﺎ ﻳُﺼْﻠِﺢُ )
(Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Ibnu Taimiyah)

Wallahu'allam
Bersambung

ANDAI SYA'BAN INI TERAKHIRKU

Bismillah

Kajian ke 6
ANDAI SYA'BAN INI TERAKHIRKU

Bulan Sya’ban adalah bulan yang terletak setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadhan.

Bulan ini memiliki banyak keutamaan dalam ibadah-ibadah yang dilakukan Rasulullah ﷺ.

Diantara amalan-amalan Rasulullah ﷺ dibulan sya'ban adalah beliau memperogramkan hari2nya beliau dengan memperbanyak berpuasa di bulan ini sebagai persiapan menghadapi bulan Ramadhan.

Bulan ini dinamakan bulan Sya’ban karena di saat penamaan bulan ini banyak orang Arab yang berpencar-pencar mencari air atau berpencar-pencar di gua-gua setelah lepas bulan Rajab.

Ibnu Hajar Al-‘Asqalani mengatakan:
Dinamakan Sya’ban karena mereka berpencar2
mencari air ( ﻭَﺳُﻤِّﻲَ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥُ ﻟِﺘَﺸَﻌُّﺒِﻬِﻢْ ﻓِﻲْ ﻃَﻠَﺐِ ﺍﻟْﻤِﻴَﺎﻩِ )
atau di dalam gua2 setelah bulan Rajab
Al-Haram ( ﺃَﻭْ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﻐَﺎﺭَﺍﺕِ ﺑَﻌْﺪَ ﺃَﻥْ ﻳَﺨْﺮُﺝَ ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﺟَﺐِ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ )
Sebab penamaan ini lebih baik dari yg disebutkan sebelumnya. ( ﻭَﻫَﺬَﺍ ﺃَﻭْﻟَﻰ ﻣِﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻗَﺒْﻠَﻪُ )
Dan disebutkan sebab lainnya dari yg telah
disebutkan. ( ﻭَﻗِﻴْﻞَ ﻓِﻴْﻪِ ﻏُﻴْﺮُ ﺫﻟِﻚَ )
( Lihat Fathul-Bari (IV/213), Bab Shaumi Sya’ban )

Rasulullah ﷺ mengoptimalkan Ibadah dibulan Sya'ban
dan mensunnahkan untuk lebih sungguh-sungguh menghitung Bulan Sya’ban
Sebagaimana hadits dari ‘Aisyah beliau berkata :
Bahwasanya Rasulullah? ( ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ )
bersungguh2 menghitung bulan
Sya’ban ( ﻳَﺘَﺤَﻔَّﻆُ ﻣِﻦْ ﻫِﻼَﻝِ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ )
melebihi kesungguhannya di selain
Sya’ban. ( ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﺘَﺤَﻔَّﻆُ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِﻩِ )
Kemudian beliau shaum setelah melihat
hilal Ramadhan. ( ﺛُﻢَّ ﻳَﺼُﻮﻡُ ﻟِﺮُﺅْﻳَﺔِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ )
(Shahih Sunan Abi Dawud hadits no. 2325, karya Asy-Syaikh Al Albani).

Bulan Sya’ban adalah bulan yang penuh kebaikan. Di bulan tersebut banyak yang lalai untuk beramal sholeh karena yang sangat dinantikan adalah bulan Ramadhan. Sebagaimana hadits Rasulullah ﷺ bersabda dibulan ini manusia banyak lalai & meremehkan.

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid
bahwasanya dia berkata ( ﻋَﻦْ ﺃُﺳَﺎﻣَﺔَ ﺑْﻦِ ﺯَﻳْﺪٍ، ﻗَﺎﻝَ )
Ya Rasulullah ( ﻗُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ )
Saya tidak pernah melihat engkau berpuasa
dalam 1 bulan ( ﻟَﻢْ ﺃَﺭَﻙَ ﺗَﺼُﻮﻡُ ﺷَﻬْﺮًﺍ )
di banding bulan2 lain seperti engkau berpuasa
di bulan Sya’ban ? ( ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸُّﻬُﻮﺭِ ﻣَﺎ ﺗَﺼُﻮﻡُ ﻣِﻦْ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ )
Beliau menjawab ( ﻗَﺎﻝَ )
Itu adalah bulan yang banyak manusia
melalaikannya ( ﺫَﻟِﻚَ ﺷَﻬْﺮٌ ﻳَﻐْﻔُﻞُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻋَﻨْﻪُ )
terletak antara bulan Rajab ( ﺑَﻴْﻦَ ﺭَﺟَﺐٍ )
dan Ramadhan. ( ﻭَﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ )
Dia adalah bulan amalan2 di angkat menuju Rabb semesta alam. ( ﻭَﻫُﻮَ ﺷَﻬْﺮٌ ﺗُﺮْﻓَﻊُ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ )
Dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa. ( ﻓَﺄُﺣِﺐُّ ﺃَﻥْ ﻳُﺮْﻓَﻊَ ﻋَﻤَﻠِﻲ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺻَﺎﺋِﻢٌ )
( HR An-Nasai no. 2357. Syaikh Al-Albani menghasankannya dalam Shahih Sunan An-Nasai ).

Apa saja yang diprogramkan oleh Rasulullah ﷺ dan para as-salafush-shalih pada bulan sya'ban ?.

◇ Pertama. Memperbanyak puasa

Dalilnya Sebagaimana Rasululluh ﷺ memperbanyak puasa pada bulan ini tidak seperti beliau berpuasa pd bulan2 yg lain.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwasanya
dia berkata ( ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ )
Dulu Rasulullah ( ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ )
berpuasa sampai kami mengatakan bahwa
beliau tidak berbuka ( ﻳَﺼُﻮﻡُ ﺣَﺘَّﻰ ﻧَﻘُﻮﻝَ ﻻَ ﻳُﻔْﻄِﺮُ )
dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa
beliau tidak berpuasa. ( ﻭَﻳُﻔْﻄِﺮُ ﺣَﺘَّﻰ ﻧَﻘُﻮﻝَ ﻻَ ﻳَﺼُﻮﻡُ )
Dan saya tdk pernah melihat Rasulullah ( ﻓَﻤَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ) menyempurnakan puasa dlm sebulan ( ﺍﺳْﺘَﻜْﻤَﻞَ ﺻِﻴَﺎﻡَ ﺷَﻬْﺮٍ )
kecuali di bulan Ramadhan. ( ﺇِﻻَّ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ )
Dan aq tdk pernah melihat beliau berpuasa yg lbh banyak dripada bulan Sya’ban. ( ﻭَﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻪُ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﺻِﻴَﺎﻣًﺎ ﻣِﻨْﻪُ ﻓِﻲ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ )
( HR Al-Bukhari no. 1969 dan Muslim 1156/2721).

Begitu pula istri beliau Ummu Salamah
radhiallahu ‘anha mengatakan
Saya tidak pernah mendapatkan Nabi ( ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﷺ )
berpuasa dua bulan berturut-turut ( ﻳَﺼُﻮﻡُ ﺷَﻬْﺮَﻳْﻦِ ﻣُﺘَﺘَﺎﺑِﻌَﻴْﻦِ )
Kecuali bulan Sya’ban dan Ramadhan. ( ﺇِﻻَّ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ ﻭَﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ )

( HR An-Nasai no. 2175 dan At-Tirmidzi no. 736.
Dishahih-kan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasai )

Ulama menjelaskan apakah ada puasa khusus dibulan sya'ban?

Al -Jawab Tidak ada puasa khusus , yang ada puasa sunah yg telah dicontohkan oleh Rosulullah ﷺ.

Ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ hampir berpuasa Sya’ban seluruhnya.

Para ulama menyebutkan bahwa puasa di bulan Sya’ban meskipun dia hanya puasa sunnah, tetapi memiliki peran penting untuk menutupi kekurangan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Contohnya seperti shalat fardhu, shalat fardhu memiliki shalat sunnah rawatib, yaitu: qabliyah dan ba’diyah. Shalat-shalat tersebut bisa menutupi kekurangan shalat fardhu yang dikerjakan.

Sama halnya dengan puasa Ramadhan, dia memiliki puasa sunnah di bulan Sya’ban dan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal. Orang yang memulai puasa di bulan Sya’ban insya Allah tidak terlalu kesusahan menghadapi bulan Ramadhan.

◇ Kedua. Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an mulai diperbanyak dari awal bulan Sya’ban , sehingga ketika menghadapi bulan Ramadhan, seorang muslim akan bisa menambah lebih banyak lagi bacaan Al-Qur’an-nya.

Sebagaimana amalannya para as-salafush-shalih.
Salamah bin Kuhail rahimahullah berkata:
Dulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur’an). ( ﻛَﺎﻥَ ﻳُﻘَﺎﻝُ ﺷَﻬْﺮُ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ ﺷَﻬْﺮُ ﺍﻟْﻘُﺮَّﺍﺀِ )
( Lihat: Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 138.)

Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Amr bin Qais rahimahullah apabila beliau memasuki bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al-Qur’an.

◇ Tiga. Mengerjakan amalan-amalan shalih.

Seluruh amalan shalih disunnahkan dikerjakan di setiap waktu. Untuk menghadapi bulan Ramadhan para ulama terdahulu membiasakan amalan-amalan shalih semenjak datangnya bulan Sya’ban , sehingga mereka sudah terlatih untuk menambahkan amalan-amalan mereka ketika di bulan Ramadhan.

Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan:
Bulan Rajab adalah bulan menanam ( ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﺟَﺐ ﺷَﻬْﺮُ ﺍﻟﺰَّﺭْﻉِ )
bulan Sya’ban adalah bulan menyirami
tanaman ( ﻭَﺷَﻬْﺮُ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ ﺷَﻬْﺮُ ﺳُﻘْﻲِ ﺍﻟﺰَّﺭْﻉِ )
dan bulan Sya’ban adalah bulan memanen
tanaman. ( ﻭَﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺷَﻬْﺮُ ﺣَﺼَﺎﺩِ ﺍﻟﺰَّﺭْﻉِ )

Dan dia juga mengatakan:
Perumpamaan bulan Rajab adalah
seperti angin ( ﻣَﺜَﻞُ ﺷَﻬْﺮِ ﺭَﺟَﺐٍ ﻛَﺎﻟﺮِّﻳْﺢِ )
bulan Sya’ban seperti awan yg
membawa hujan ( ﻭَﻣَﺜُﻞ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻐَﻴْﻢِ )
dan bulan Ramadhan seperti
hujan. ( ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍْﻟﻤﻄَﺮِ )
Barang siapa yg tidak menanam
di bulan Rajab ( ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺰْﺭَﻉْ ﻭَﻳَﻐْﺮِﺱْ ﻓِﻲْ ﺭَﺟَﺐٍ )
dan tidak menyiraminya di bulan
Sya’ban ( ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺴْﻖِ ﻓِﻲْ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ )
bagaimana mungkin dia memanen hasilnya
di bulan Ramadhan.( ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﻳُﺮِﻳْﺪُ ﺃَﻥْ ﻳَﺤْﺼِﺪَ ﻓِﻲْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ )
( Lihat: Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 130.)

◇ Menjauhi perbuatan syirik dan permusuhan di antara kaum muslimin.

Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa Allah ta’ala akan mengampuni orang2 yg tidak berbuat syirik dan orang2 yg tidak memiliki permusuhan dengan saudara seagamanya.

Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya Allah muncul di malam pertengahan
bulan Sya’ban ( ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻴَﻄَّﻠِﻊُ ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟﻨِّﺼْﻒِ ﻣِﻦْ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ )
dan mengampuni seluruh makhluknya ( ﻓَﻴَﻐْﻔِﺮُ ﻟِﺠَﻤِﻴﻊِ ﺧَﻠْﻘِﻪِ )
kecuali orang musyrik dan musyahin. ( ﺇِﻻَّ ﻟِﻤُﺸْﺮِﻙٍ ﺃَﻭْ ﻣُﺸَﺎﺣِﻦٍ )
(HR Ibnu Majah no. 1390. Di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibni Majah).

Musyahin ( ﻣُﺸَﺎﺣِﻦٍ ) adalah orang yg memiliki permusuhan dengan saudaranya.

Rasulullah ﷺ juga secara khusus tentang orang yang memiliki permusuhan dengan saudara seagamanya:

Pintu-pintu surga dibuka setiap hari Senin
dan Kamis ( ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻻِﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺨَﻤِﻴﺲِ )
dan akan diampuni seluruh hamba ( ﻓَﻴُﻐْﻔَﺮُ ﻟِﻜُﻞِّ ﻋَﺒْﺪٍ )
kec org yg berbuat syirik kpd Allah ( ﻻَ ﻳُﺸْﺮِﻙُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺷَﻴْﺌًﺎ )
dikecualikan lagi orang yg memiliki permusuhan
antara dia dg saudaranya.( ﺇِﻻَّ ﺭَﺟُﻼً ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺃَﺧِﻴﻪِ ﺷَﺤْﻨَﺎﺀُ )
Kemudian dikatakan ( ﻓَﻴُﻘَﺎﻝُ )
Tangguhkanlah kedua orang ini sampai
keduanya berdamai. ( ﺃَﻧْﻈِﺮُﻭﺍ ﻫَﺬَﻳْﻦِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺼْﻄَﻠِﺤَﺎ )
Tangguhkanlah kedua orang ini sampai
keduanya berdamai. ( ﺃَﻧْﻈِﺮُﻭﺍ ﻫَﺬَﻳْﻦِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺼْﻄَﻠِﺤَﺎ )
Tangguhkanlah kedua orang ini sampai
keduanya berdamai ( ﺃَﻧْﻈِﺮُﻭﺍ ﻫَﺬَﻳْﻦِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺼْﻄَﻠِﺤَﺎ )
( HR Muslim no. 2565/6544.)

Oleh karena itu sudah sepantasnya kita menjauhi segala bentuk kesyirikan baik yang kecil maupun yang besar, begitu juga kita menjauhi segala bentuk permusuhan dengan teman-teman muslim kita.

Wallahu'allam.
Bersambung

At-Targhib Wa at-Tarhib ke 4

At-Targhib Wa at-Tarhib  ke 4

Dalam hadits- hadits dijelaskan manusia tidak akan lepas dari ajal, bahkan ajal itu meliputinya. Imam Bukhari telah meriwayatkan:

Dari Abdullah dia berkata ( ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ )
Nabi membuat garis segi empat ( ﺧَﻂَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﷺ ﺧَﻄًّﺎ ﻣُﺮَﺑَّﻌًﺎ )
dan Beliau membuat garis di tengahnya
keluar darinya. ( ﻭَﺧَﻂَّ ﺧَﻄًّﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻮَﺳَﻂِ ﺧَﺎﺭِﺟًﺎ ﻣِﻨْﻪُ )
Beliau membuat garis-garis kecil kepada garis yang
ada di tengah ini dari sampingnya yg berada di
tengah. ( ﻭَﺧَﻂَّ ﺧُﻄَﻄًﺎ ﺻِﻐَﺎﺭًﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻮَﺳَﻂِ ﻣِﻦْ ﺟَﺎﻧِﺒِﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻮَﺳَﻂِ )
Beliau bersabda, Ini manusia ( ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ )
dan ini ajal yg mengelilinginya ( ﻭَﻫَﺬَﺍ ﺃَﺟَﻠُﻪُ ﻣُﺤِﻴﻂٌ ﺑِﻪِ )
atau telah mengelilinginya. ( ﺃَﻭْ ﻗَﺪْ ﺃَﺣَﺎﻁَ ﺑِﻪِ )
Yg keluar ini adalah angan2nya. ( ﻭَﻫَﺬَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻫُﻮَ ﺧَﺎﺭِﺝٌ ﺃَﻣَﻠُﻪُ )
Dan garis2 kecil ini adalah musibah -
musibah ( ﻭَﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺨُﻄَﻂُ ﺍﻟﺼِّﻐَﺎﺭُ ﺍﻟْﺄَﻋْﺮَﺍﺽُ  )
Jika ini luput darinya,ini pasti
mengenainya. ( ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﺧْﻄَﺄَﻩُ ﻫَﺬَﺍ ﻧَﻬَﺸَﻪُ ﻫَﺬَﺍ )
Jika ini luput darinya,ini pasti
mengenainya.( ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﺧْﻄَﺄَﻩُ ﻫَﺬَﺍ ﻧَﻬَﺸَﻪُ ﻫَﺬَﺍ )
( HR Bukhari, no. 5.938 )

Jika demikian, maka bagaimana mungkin manusia dapat lari dan selamat dari kematian?
Lihat org yahudi yg serakah - serakahnya manusia ingin hidup 1000 tahu,
Allah Ta'ala berfirman,

Dan sesungguhnya akan engkau dapati mereka
itulah yang seloba-loba ( ﻭَ ﻟَﺘَﺠِﺪَﻧَّﻬُﻢْ ﺃَﺣْﺮَﺹَ )
manusia terhadap hidup ( ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﻴَﺎﺓٍ )
dan lebih dari org2 yg musyrikin ( ﻭَ ﻣِﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺃَﺷْﺮَﻛُﻮْﺍ )
ingin setiap org dari mereka jikalau diberi
umur seribu tahun. ( ﻳَﻮَﺩُّ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻢْ ﻟَﻮْ ﻳُﻌَﻤَّﺮُ ﺃَﻟْﻒَ ﺳَﻨَﺔٍ )
Padahal tidaklah akan menunda-2nya dari azab
panjang umurnya itu ( ﻭَ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺑِﻤُﺰَﺣْﺰِﺣِﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ ﺃَﻥْ ﻳُﻌَﻤَّﺮَ )
Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka
kerjakan ( ﻭَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑَﺼِﻴْﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮْﻥَ )
( Qs Al-Baqarah : 96 ).

Ketahuilah, sesungguhnya umur kita di dunia ini terbatas dan hanya sebentar.
Orang yang berakal, sepantasnya tidak tertipu dengan gemerlapnya dunia, sehingga melupakan bekal menuju akhiratnya.

Dari Abu Hurairah ( ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ )
sesungguhnya Rasulullah bersabda ( ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﷺ ﻗَﺎﻝَ )
Umur umatku ( ﺃَﻋْﻤَﺎﺭُ ﺃُﻣَّﺘِﻲ )
antara 60 ( ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺴِّﺘِّﻴﻦَ )
sampai 70 tahun. ( ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﺒْﻌِﻴﻦَ )
Dan sangat sedikit di antara mereka yang
melewati itu. ( ﻭَﺃَﻗَﻠُّﻬُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﺫَﻟِﻚَ )
( HR Ibnu Majah, no. 4.236; Tirmidzi, no. 3.550. Lihat Ash Shahihah, no. 757 ).

Saudaraku banyak hadits-hadits yang mengingatkan tentang kematian, agar manusia selalu ingat bahwa hidup di dunia tidaklah kekal. Agar manusia bersiap siaga dengan perbekalan yang dibutuhkannya saat perjalanannya yang panjang nanti.

Dan apakah usia kita sampai dibulan ramadhan tahun ini atau tidak?

Dari Abu Hurairah ( ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ )
Rasulullah ﷺ bersabda ( ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﷺ )
Perbanyaklah ( ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ )
mengingat ( ﺫِﻛْﺮَ )
pemutus kenikmatan ( ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ )
yaitu kematian. ( ﻳَﻌْﻨِﻲ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ )
( HR Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad ).

Dalam riwayat Ath Thabrani dan Al Hakim terdapat tambahan:
Karna sesungguhnya tdklah sseorang mengingatnya di waktu
sempit kehidupannya, ( ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮْﻩُ ﺃَﺣَﺪٌ ﻓِﻲْ ﺿِﻴْﻖٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﻴْﺶِ )
kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan
hidup atas orang itu. ( ﺇِﻻَّ ﻭَﺳَّﻌَﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ )
Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu
luas (kehidupannya) ( ﻭَﻻَ ﺫَﻛَﺮَﻩُ ﻓِﻲْ ﺳَﻌَﺔٍ )
kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan
keluasan hidup atas orang itu. ( ﺇِﻻَّ ﺿَﻴَّﻘَﻬَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ )
( Shahih Al Jami’ush Shaghir, no. 1.222; Shahih At Targhib, no. 3.33 )

Dijelaskan oleh ulama Syumaith bin ‘Ajlan berkata:
Barangsiapa menjadikan maut di hadapan
kedua matanya ( ﻣَﻦْ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﻧُﺼْﺐَ ﻋَﻴْﻨَﻴْﻪِ )
dia tidak peduli dengan kesempitan dunia
atau keluasannya. ( ﻟَﻢْ ﻳُﺒَﺎﻝِ ﺑِﻀَﻴْﻖِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻻَ ﺑِﺴَﻌَﺘِﻬَﺎ )
( Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 483, tahqiq Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi ).

Bersambung
Ke At-Targhib Wa at-Tarhib selanjutnya.

Wallahu 'alam.

5 Catatan Tentang Puasa Senin-Kamis

5 Catatan Tentang Puasa Senin-Kamis

◇ Pertama. keutamaan puasa senin kamis

Puasa senin kamis, termasuk puasa sunah yang menjadi kebiasaan Nabi ﷺ. Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan, Nabi biasa melakukan puasa di hari
senin dan kamis. ( ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﷺ ﻳَﺘَﺤَﺮَّﻯ ﺻَﻮْﻡَ ﺍﻟِﺎﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﺍﻟﺨَﻤِﻴﺲِ )
(HR. Turmudzi 745 dan dishahihkan Al-Albani).

Kemudian disebutkan dalam hadis dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma , beliau menceritakan bahwa Nabi ﷺ terbiasa puasa setiap senin dan kamis. Ketika beliau ditanya alasannya, beliau bersabda,

Sesungguhnya amal para hamba dilaporkan
(kepada Allah) ( ﺇِﻥَّ ﺃَﻋْﻤَﺎﻝَ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩِ ﺗُﻌْﺮَﺽُ )
setiap senin dan kamis. ( ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟِﺎﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺨَﻤِﻴﺲِ )
(HR. Abu Daud 2436 dan dishahihkan Al-Albani).

Inilah yang menjadi alasan Rasulullah ﷺ merutinkan puasa senin dan kamis. Beliau ingin, ketika amal beliau dilaporkan, beliau dalam kondisi puasa.

◇ Kedua. Apakah niat puasa senin kamis harus dimulai sejak sebelum subuh?

Ada dua pendapat ulama terkait niat posisi niat puasa sunah, apakah wajib dilakukan sebelum subuh, ataukah boleh baru dihadirkan di siang hari.

Kita simak keteragan di Ensiklopedi Fiqh.

Pendapat pertama.
Mayoritas ulama ( ﺫﻫﺐ ﺟﻤﻬﻮﺭ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ )
Hanafiyah, Syafiiyah, dan Hambali ( ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ )
berpendapat bahwa tidak disyaratkan niat puasa
sunah harus dihadirkan sebelum
subuh. ( ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﺗﺒﻴﻴﺖ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﻓﻲ ﺻﻮﻡ ﺍﻟﺘﻄﻮﻉ )
Berdasarkan hadis Aisyah beliau radhiyallahu ‘anha
menceritakan ( ﻟﺤﺪﻳﺚ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻬﺎ ﻗﺎﻟﺖ )

Rasulullah ﷺ pernah menemuiku pada
suatu hari. ( ﺩﺧﻞ ﻋﻠﻲ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪﷺ ﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ )
Lalu beliau bertanya ( ﻓﻘﺎﻝ )
Apakah kamu memiliki makanan? ( ﻫﻞ ﻋﻨﺪﻛﻢ ﺷﻲﺀ؟ )
Kami jawab, Tidak. ( ﻓﻘﻠﻨﺎ , ﻻ )
Lalu beliau mengatakan ( ﻓﻘﺎﻝ )
Jika demikian, saya puasa saja. ( ﻓﺈﻧﻲ ﺇﺫﺍ ﺻﺎﺋﻢ )

Pendapat kedua.
Sementara Malikiyah berpendapat bahwa dalam puasa sunah disyaratkan harus diniatkan sejak sebelum subuh, sebagaimana puasa wajib. ( ﻭﺫﻫﺐ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ ﻧﻴﺔ ﺻﻮﻡ ﺍﻟﺘﻄﻮﻉ ﺍﻟﺘﺒﻴﻴﺖ ﻛﺎﻟﻔﺮﺽ )

Berdasarkan sabda Nabi ( ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ )
Siapa yang tidak berniat puasa di malam hari (sebelum subuh) ( ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺒﻴﺖ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻴﻞ )
maka tidak ada puasa baginya. ( ﻓﻼ ﺻﻴﺎﻡ ﻟﻪ )
Sehingga tidak boleh niat setelah
subuh. ( ﻓﻼ ﺗﻜﻔﻲ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻔﺠﺮ )
Karena inti niat adalah keinginan untuk
beramal. ( ﻷﻥ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﺍﻟﻘﺼﺪ )
Sementara menghadirkan keinginan amal yang sudah lewat itu mustahil. ( ﻭﻗﺼﺪ ﺍﻟﻤﺎﺿﻲ ﻣﺤﺎﻝ ﻋﻘﻼ )
(al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 28/88)

Sebagai contoh kasus, ketika hari senin, si A tidak ada keinginan untuk puasa. Sehingga dia tidak sahur. Namun sampai jam 7.00, dia belum mengkonsumsi makanan maupun minuman apapun. Ketika melihat istrinya puasa, si A ingin puasa. Bolehkah si A puasa?

Jawab: Jika kita mengambil pendapat jumhur, si A boleh puasa. Karena sejak subuh dia belum mengkonsumsi apapun.

◇ Ketiga. Bolehkah puasa senin saja atau puasa kamis saja?

Berdasarkan hadis Aisyah Radhiyallahu ‘anha ,
Rasulullah ﷺ merutinkan puasa hari senin dan kamis.
Lalu apakah ini satu kesatuan, dua ibadah puasa yang berbeda?.

Para ulama menegaskan, puasa di dua hari ini bukan satu kesatuan. Artinya, orang boleh puasa senin saja atau kamis saja. Karena tidak ada perintah dari Nabi ﷺ bahwa dua hari itu harus dipasangkan, demikian pula tidak ada larangan dari beliau untuk puasa senin saja atau kamis saja.

Dalam Fatwa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﺻﻴﺎﻡ ﺍﻟﺨﻤﻴﺲ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺃﺳﺒﻮﻉ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻭﻏﻴﺮﻩ، ﻭﻟﻴﺲ ﺍﺳﺘﺤﺒﺎﺏ ﺻﻴﺎﻣﻪ ﻣﺮﺗﺒﻄﺎ ﺑﺼﻴﺎﻡ ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ ﻗﺒﻠﻪ , ﺑﻞ ﻳﺸﺮﻉ ﻟﻚ ﺃﻥ ﺗﺼﻮﻣﻪ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﺼﻢ ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ؛ ﻷﻥ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺗﻌﺮﺽ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺨﻤﻴﺲ، ﻭﻗﺪ ﺭﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻓﻲ ﺳﻨﻨﻪ : ﺃﻥ ﻧَﺒِﻲَّ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺼُﻮﻡُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟِﺎﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺨَﻤِﻴﺲِ، ﻭَﺳُﺌِﻞَ ﻋَﻦْ ﺫَﻟِﻚَ؟ ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺇِﻥَّ ﺃَﻋْﻤَﺎﻝَ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩِ ﺗُﻌْﺮَﺽُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟِﺎﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺨَﻤِﻴﺲِ . ﺍﻫــ

Dianjurkan untuk berpuasa sunah hari kamis di setiap pekan, baik ketika bulan muharram maupun di luar muharram. Dan anjuran puasa hari kamis tidak ada kaitannya dengan puasa senin sebelumnya. Bahkan anda dianjurkan untuk puasa hari kamis, sekalipun anda tidak puasa hari senin. Karena amal manusia dilaporkan di hari kamis. Diriwayatkan Abu Daud dalam sunannya, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa puasa setiap senin dan kamis. Ketika beliau ditanya alasannya, beliau bersabda, Sesungguhnya amal para hamba dilaporkan (kepada Allah) setiap senin dan kamis.
(Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 192137)

Keterangan lain juga disampaikan Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi,

ﻻ ﺑﺄﺱ ﻳﻔﺮﺩ ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ ﺃﻭ ﺍﻟﺨﻤﻴﺲ، ﻓﺎﻟﻤﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺇﻓﺮﺍﺩﻩ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : “ ﻻ ﺗﺨﺼﻮﺍ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺑﻘﻴﺎﻡ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﻭﻻ ﻳﻮﻣﻬﺎ ﺑﺼﻴﺎﻡ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ ﺍﻷﻳﺎﻡ ” ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ

Tidak masalah puasa senin saja atau kamis saja. Karena yang dilarang adalah puasa hari jumat saja, berdasarkan sabda Nabi ﷺ, Janganlah kalian khususkan malam jumat dengan shalat tahajud sementara di malam-malam lain tidak, dan jangan khususkan hari jumat dengan puasa, sementara di hari-hari lainnya tidak puasa. ( HR. Muslim).

Selanjutnya beliau kembali menegaskan,

ﺃﻣﺎ ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ ﻻ ﺑﺄﺱ ﺗﻔﺮﺩ ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ ﺗﻔﺮﺩ ﺍﻟﺨﻤﻴﺲ ﺗﻔﺮﺩ ﺍﻷﺭﺑﻊ ﻻ ﺑﺄﺱ، ﻫﺬﺍ ﺇﻧﻤﺎ ﺧﺺ ﺑﺎﻟﺠﻤﻌﺔ

Adapun hari senin, tidak masalah senin saja atau kamis saja, puasa empat hari saja tidak masalah. Larangan ini hanya khusus untuk puasa hari jumat saja.
Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/15111/ ﺇﻓﺮﺍﺩ - ﻳﻮﻡ - ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ - ﺑﺼﻴﺎ

◇ Keempat. Bolehkah niat puasa senin kamis digabungkan dengan puasa sunah lain

Para ulama membahas masalah ini dalam kajian at-Tasyrik bin Niyat ‘menggabungkan niat’.
Batasannya, apa ada amal yang statusnya laisa maqsudan li dzatih , tidak harus ada wujud khusus, artinya dia hanya berstatus sebagai wasilah atau bisa digabungkan dengan yang lain, maka niatnya bisa digabungkan dengan amal lain yang sama.
Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

ﻓﺠﻤﻊ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻧﻴﺔ ﻓﻲ ﻋﻤﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻫﻮ ﻣﺎ ﻳﻌﺮﻑ ﻋﻨﺪ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﻤﺴﺄﻟﺔ ﺍﻟﺘﺸﺮﻳﻚ، ﻭﺣﻜﻤﻪ ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﺳﺎﺋﻞ ﺃﻭ ﻣﻤﺎ ﻳﺘﺪﺍﺧﻞ ﺻﺢ، ﻭﺣﺼﻞ ﺍﻟﻤﻄﻠﻮﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺗﻴﻦ، ﻛﻤﺎ ﻟﻮ ﺍﻏﺘﺴﻞ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻟﻠﺠﻤﻌﺔ ﻭﻟﺮﻓﻊ ﺍﻟﺠﻨﺎﺑﺔ ﻓﺈﻥ ﺟﻨﺎﺑﺘﻪ ﺗﺮﺗﻔﻊ ﻭﻳﺤﺼﻞ ﻟﻪ ﺛﻮﺍﺏ ﻏﺴﻞ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ

Menggabungkan beberapa niat ibadah dalam satu amal, dikenal para ulama dengan istilah ‘at-Tasyrik’. Hukumnya, jika amal itu terkait wasilah, atau bisa digabungkan, maka dia boleh digabungkan. Dan dia bisa mendapatkan dua ibadah.

Seperti orang yang mandi junub pada hari jumat, untuk mandi jumat dan sekaligus untuk menghilangkan hadats besarnya, maka status hadats besar junubnya hilang, dan dia juga mendapatkan pahala mandi jumat.

Selanjutnya, tim Fatwa Syabakah menyatakan,

ﻓﺈﺫﺍ ﺗﻘﺮﺭ ﻫﺬﺍ ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺣﺮﺝ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻤﻊ ﺑﻴﻦ ﺻﻴﺎﻡ ﺍﻹﺛﻨﻴﻦ ﻭﺍﻟﺨﻤﻴﺲ ﻭﺑﻴﻦ ﺃﻱ ﺻﻮﻡ ﺁﺧﺮ، ﻷﻥ ﺍﻟﺼﻮﻡ ﻳﻮﻡ ﺍﻹﺛﻨﻴﻦ ﻭﺍﻟﺨﻤﻴﺲ ﺇﻧﻤﺎ ﺍﺳﺘﺤﺐ ﻟﻜﻮﻧﻬﻤﺎ ﻳﻮﻣﻴﻦ ﺗﺮﻓﻊ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ

Dengan memahami ini, anda bisa menyatakan bahwa tidak masalah menggabungkan antara puasa senin kamis dengan puasa sunah lainnya. Karena puasa senini kamis, dianjurkan karena posisinya di dua hari yang menjadi waktu dilaporkannya amal kepada Allah. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 103240).

◇ Kelima. Pahala tetap mengalir, sekalipun tidak puasa
Bagian ini untuk memotivasi kita agar istiqamah dalam menjalankan amal sunah.

Ketika anda memiliki kebiasaan amalan sunah tertentu, baik bentuknya shalat, puasa, atau amal sunah lainnya, dan anda tidak bisa melakukannya karena udzur sakit atau safar, maka anda akan tetap mendapatkan pahala dari rutinitas amal sunah yang anda kerjakan.
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ
bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮِﺽَ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ﺃَﻭْ ﺳَﺎﻓَﺮَ ، ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻌْﻤَﻞُ ﻣُﻘِﻴﻤًﺎ ﺻَﺤِﻴﺤًﺎ

Jika seorang hamba itu sakit atau bepergian maka dicatat untuknya (pahala) sebagaimana (pahala) amalnya yang pernah dia lakukan ketika di rumah atau ketika sehat.
(HR. Bukhari 2996).

Al Hafidz al-‘Aini mengatakan,

ﻫﺬﺍ ﻓﻴﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﻌﻤﻞ ﻃﺎﻋﺔ ﻓﻤﻨﻊ ﻣﻨﻬﺎ، ﻭﻛﺎﻧﺖ ﻧﻴﺘﻪ ﻟﻮﻻ ﺍﻟﻤﺎﻧﻊ ﺃﻥ ﻳﺪﻭﻡ ﻋﻠﻴﻬﺎ

Hadis ini bercerita tentang orang yang terbiasa melakukan amal ketaatan kemudian terhalangi (tidak bisa) mengamalkannya karena udzur, sementara niatnya ingin tetap merutinkan amal tersebut seandainya
tidak ada penghalang. (Umdatul Qori, 14/247)

Dan itulah keistimewaan orang yang beriman.
Pahala rutinitas amal baiknya diabadikan oleh Allah.
Al Muhallab mengatakan, Hadis ini sesuai dengan apa yang ada dalam Al-Qur’an, Allah berfirman,

ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻓَﻠَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮٌ ﻏَﻴْﺮُ ﻣَﻤْﻨُﻮﻥٍ

Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh mereka mendapatkan pahala yang tidak pernah terputus. (QS. At Tin:6)

maksudnya mereka (orang-orang yang beriman) mendapatkan pahala ketika mereka sudah tua dan lemah
sesuai dengan amal yang dulu pernah mereka kerjakan ketika masih sehat, tanpa terputus. Oleh karena itu,
setiap sakit yang menimpa, selain yang akut dan setiap kesulitan yang dialami ketika safar dan sebab lainnya, yang menghalangi seseorang untuk melakukan amal yang menjadi kebiasaannya, maka Allah telah memberikan kemurahannya dengan tetap memberikan pahala kepada orang yang tidak bisa melakukan amal tersebut karena kondisi yang dialaminya. ( Syarh Shaih Al Bukhari oleh Ibn Batthal, 3/146).

Untuk itu, carilah amal sunah yang ringan, yang memungkinkan untuk anda lakukan secara istiqamah sampai akhir hayat, selama fisik masih mampu menanggungnya. Karena amal yang istiqamah meskipun sedikit, lebih dicintai Allah, dari pada banyak namun hanya dilakukan sekali dua kali.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anh a, Nabi ﷺ bersabda:

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺧُﺬُﻭﺍ ﻣِﻦَ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻣَﺎ ﺗُﻄِﻴﻘُﻮﻥَ ، ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻَ ﻳَﻤَﻞُّ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻤَﻠُّﻮﺍ ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺃَﺣَﺐَّ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺩَﺍﻡَ ﻭَﺇِﻥْ ﻗَﻞَّ

Wahai para manusia, beramal-lah sesuai dengan kemampuan kalian. Karena sesungguhnya Allah tidak
akan bosan sampai kalian bosan. Sesungguhnya amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang paling rutin dikerjakan meskipun sedikit.(HR. Bukhari 5861 )
Allahu a’lam.

Http:// Abuafka.blogspot.com mengutip artikel KonsultasiSyariah.com & Yufid.TV.

Obat Hati ( ﺩَﻭَﺍﺀُ ﺍﻟﻘَﻠْﺐِ )

Obat Hati ( ﺩَﻭَﺍﺀُ ﺍﻟﻘَﻠْﺐِ )

دواء القلب خمسة أشياء: قراءة القرآن بالتدبر، وخلو البطن، وقيام الليل، والتضرّع عند السّحر، ومجالسة الصالحين.

Obat hati ada lima hal ( دواء القلب خمسة أشياء )

1). Membaca al-Qur'an dg tafakkur (قراءة القرآن بالتدبر )
2). Mengosongkan perut (Shaum) ( وخلو البطن )
3). Qiyamul Lail (وقيام الليل)
4). Merenung di sepertiga malam ( والتضرّع عند السّحر )
5). Dan Berkumpul bersama orang-
orang sholeh. ( ومجالسة الصالحين )

Sabtu, 23 Juni 2018

Nasehat Musim Pemilu

Nasehat Musim Pemilu.

Siapakah yang akan menjadi pemimpin kita??

Bagaimanapun keadaan kalian
(rakyat)  ﻛَﻤَﺎ ﺗَﻜُﻮْﻧُﻮْﻥَ)
maka begitulah keadaan pemimpin
kalian. ( ﻳُﻮَﻟَّﻰ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ )

Al-Kisah ada seorang khawarij yg datang menemui Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu seraya berkata, Wahai khalifah Ali, mengapa pemerintahanmu banyak di kritik oleh org tdk sebagaimana pemerintahannya Abu Bakar
dan Umar?!

Sahabat Ali Radhiyallahu ‘anhu Menjawab, Karena pada zaman Abu Bakar dan Umar yang menjadi rakyat adalah aku dan orang-orang yang semisalku, sedangkan rakyatku adalah kamu dan orang-orang yang semisalmu!!.

( Lihat Syarh Riyadhus Shalihin 2/36 oleh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin & Ungkapan ini dijadikan sebagai judul sebuah risalah yang ditulis oleh Syaikh Abdul Malik Ramadhani al-Jazairi ).

~ Perbaiki diri kita niscaya Allah akan jadikan pemimpin kita baik.

~ Pilihlah yg buruk dari yang paling buruk.

Wallahu 'alam.

Http/abuafka.gmail@com

Rabu, 20 Juni 2018

Nasehat Dari Pelakat

Nasehat dari pelakat

Sekiranya para perokok itu
menyedekahkan ( لو تصدق المدخن )
setiap harinya uang senilai
perokoknya ( كل يوم بمبلغ الدخان )
niscaya ia akan menjadi manusia
paling berbahagia ( لكان من أسعد الناس )

Salah satu Papan Iklan di salah satu kota di Arab Saudi :

لو تصدق المدخن كل يوم بمبلغ الدخان لكان من أسعد الناس

❝  Sekiranya PARA PEROKOK itu menyedekahkan setiap harinya uang senilai ROKOKnya, niscaya ia akan menjadi manusia paling berbahagia ❞

▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬

Bagaimana tidak???
▪️Alih² dia mencederai - bahkan membunuh dirinya -, ia gantikan itu semua dengan membantu dan menolong orang lain.
▪️Alih² dia mengganggu orang lain dengan asap rokoknya - yang juga membahayakan orang lain dan mengganggu mereka -, ia gantikan itu semua dengan membahagiakan dan menyenangkan mereka

▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬

*FAKTA :*

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati mengatakan, jumlah perokok di Indonesia saat ini mencapai 90 juta jiwa.

Berdasarkan riset Atlas Tobbaco, ujar Lily, Indonesia menduduki rangking satu dengan jumlah perokok tertinggi di dunia. "Bisa dibilang Indonesia itu juara merokok," ujarnya, (Republika, 24/5).

Indonesia menduduki rangking pertama dalam jumlah perokok disusul Rusia rangking kedua, kemudia Cina, Filipina, dan Vietnam. Sebanyak dua dari tiga laki-laki di Indonesia adalah perokok.

▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬

*FAKTA LAIN :*

Jika 90 juta perokok di Indonesia, yang rata² menghabiskan 1 bungkus rokok dalam sehari seharga Rp. 10.000,-
Maka dalam sehari sebesar 90 juta x Rp. 10.000 = Rp. 900 miliar...

BAYANGKAN
900 Miliar dalam sehari dibakar, merusak jantung, paru², dan kesehatan lainnya..

🚬 Dalam sebulan 2.7 Triliun...

APBD JAKARTA 2017 sebesar 70 Triliun lebih.
Ini sama dengan uang yang dibakar dalam bentuk ROKOK selama 25 bulan alias 2 tahun saja...

Sekiranya uang rokok tsb diubah menjadi sedekah... Alangkah bahagianya... Betapa bahagianya...

#coretanmalam
@abinyasalma