Minggu, 25 Februari 2018

Apa itu Istidraj ??

Apa itu Istidraj ??

Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah ﷺ bersabda:
Bila kamu melihat Allah ( ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ )
memberi pd hamba dari (perkara) dunia yg
diinginkannya, ( ﻳُﻌْﻄِﻲ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ )
padahal dia terus berada dalam kemaksiatan
kepada-Nya, ( ﻣَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﻘِﻴﻢٌ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻌَﺎﺻِﻴْﻪِ )
maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj
(jebakan berupa nikmat yang disegerakan)
dari Allah .( ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻨﻪُ ﺍﺳْﺘِﺪْﺭَﺍﺝٌ )

(HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).

Wallahu a’lam
Bersambung

Http:// Abuafka.blogspot.com

Sabtu, 24 Februari 2018

Dunia Terbalik

Dunia Terbalik

Mendapatkan kehidupan yang hakiki di jannah adalah idaman semua insan manusia namun terkadang realita lebih cenderung dunia terbalik.

Kenapa demikian sebab selama ini kita lelah, capek, bersegera, berlomba, berlari hanya dalam mengejar dunia yang seharusnya cukup dg berjalan ( فَامْشُوا ).
Sedangkan Akherat kita buat berjalan ( فَفِرُّوا ).

Sungguh dunia ini telah terbalik, sedangkan kita yakin bahwa Kehidupan akhirat lebih baik dan kekal.

Allah Ta’ala berfirman ;
Tetapi kamu (org kafir) memilih kehidupan duniawi ( بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا )
Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. ( وَالآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى )
(Qs Al-A'la ( 87): 17)

Sudah seharusnya urusan dunia atau menjemput rizki kita hanya di perintahkan Allah untuk BERJALAN ( فَامْشُوا ).

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
Dialah yang menjadikan bumi itu mudah
bagi kamu, ( هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ ذَلُولا )
maka berjalanlah ( فَامْشُوا )
di segala penjurunya. ( فِي مَنَاكِبِهَا )
dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. ( وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ )
Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. ( وَإِلَيْهِ النُّشُورُ )
(Qs Al-Mulk ( 67 ) : 15)

Sedangkan untuk urusan Akhirat , Allah Ta’ala perintahkan kita untuk BERSEGERALAH ( فَاسْعَوْا ),
BERLOMBALAH ( فَاسْتَبِقُوا ), BERSEGERALAH ( وَسَارِعُوا ) dan BERLARILAH ( فَفِرُّوا )

Sebagaimana penjelasan dalil dibawah ini :

◆ Dalam urusan berdzikir (Sholat), Allah perintahkan untuk besegera,
sebagaimana firman-Nya;
Hai orang-orang yang beriman, ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا )
apabila diseru untuk menunaikan salat ( إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ )
pada hari Jumat, ( مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ )
maka bersegeralah kamu ( فَاسْعَوْا )
untuk mengingat Allah. ( إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ )
( Qs Al-Jumu'ah ( 62 ) : 9 )

◆◆ Dalam urusan melakukan kebaikan, perintah-Nya adalah BERLOMBALAH.
Allah Ta’ala berfirman
Dan bagi tiap-tiap umat ( وَلِكُلٍّ )
ada kiblatnya (sendiri) ( وِجْهَةٌ )
yg ia menghadap kepadanya. ( هُوَ مُوَلِّيهَا )
Maka berlomba-lombalah kalian ( فَاسْتَبِقُوا )
dalam membuat kebaikan. ( الْخَيْرَاتِ )
(QS. Al-Baqarah : 148)

◆◆◆ Dalam urusan meraih ampunan, perintahnya adalah BERSEGERALAH.

Allah Ta’ala berfirman
Dan bersegeralah kalian ( وَسَارِعُوا )
kepada ampunan dari Robb kalian ( إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ )
dan kepada surga yang luasnya seluas langit
dan bumi ( وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ )
yg disediakan untuk org2 yg bertakwa. ( أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ )
(Qs Ali Imran (3): 133)

◆◆◆◆ Dalam urusan menuju Allah, perintahnya adalah BERLARILAH DENGAN CEPAT.

Allah Ta’ala berfirman :
Maka BERLARILAH kembali ta’at kpd ALLAH. ( فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ )
Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yg nyata dari Allah untukmu. ( إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ )
(QS. Adz-Dzaariyat (51): 50)

Wallahu a’lam
Http:// Abuafka.blogspot.com

######






Selasa, 20 Februari 2018

Kerudung bidadari

Untukmu wanita Solehah

Rasulullah ﷺ bersabda tentang wanita yang kerudungnya lebih baik dari dunia dan seisinya.

Kalau seandainya seorang wanita surga muncul ke dunia maka dia akan menyinari
antara bumi dan langit, dan akan memenuhi bau yang semerbak antara bumi
dan langit, ( وَلَوْ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ اطَّلَعَتْ إِلَى الْأَرْضِ لَأَضَاءَتْ مَا بَيْنَهُمَا وَلَمَلأَتْ مَا بَيْنَهُمَا رِيْحًا وَلَنَصِيْفُهَا )
dan sungguh kerudungnya lebih baik daripada dunia dan seisinya. ( يَعْنِي الْخِمَارَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا )
(HR al-Bukhari no 6199)

Pertanyaannya
Apa yang dimaksud dengan hadits diatas?

Al - Jawab sebagaimana manusia biasa kita tidak akan mampu untuk membayangkan tentang bidadari  yang begitu bercahaya dan begitu harum karena sebatas itulah akal manusia.

Pernyataan kerudung yang ada di atas kepala bidadari ternyata lebih baik dari pada dunia dan seisinya adalah wajib kita imani walaupun akal kita terbatas.

Ketahuilah wahai para sanita muslimah ternyata kecantikan-kecantikan kalian di dunia masih kalah dengan kerudung bidadari.

Maka bagaimana lagi dengan wajah bidadari?
Maka masihkah engkau bangga dengan terbukanya auratmu??

Wallahul musta’an
Http:// Abuafka.blogspot.com

Hal yang pasti

Bismillah

Hidup ini terlalu berharga jika dihabiskan untuk
sesuatu yang pasti ditinggalkan.

Cari nafkah bukan alasan untuk meningalkan kewajiban sebagai hamba.

http:// Abuafka.blogspot.com

Pendidikan anak

Bismillah

Zaman telah berubah.
Zaman know berbeda dengan zaman baholak.

Umar Al-khattab berkata,
Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang
karena mereka telah dijadikan Robb untuk zaman yang berbeda.

Http:// Abuafka.blogspot.com

Senin, 05 Februari 2018

Karakter jahiliyyah


Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan berkata :
Di antara karakter jahiliyyah adalah bahwasanya mereka menilai suatu kebenaran dengan jumlah mayoritas, dan menilai suatu kesalahan dengan jumlah minoritas, sehingga sesuatu yang diikuti oleh kebanyakan orang berarti benar, sedangkan yang diikuti oleh segelintir orang berarti salah. Inilah patokan yang ada pada diri mereka di dalam menilai yang benar dan yang salah. Padahal patokan ini tidak benar.

Allah Ta’ala berfirman,
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang
di muka bumi ini, ( وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ )
niscaya mereka akan menyesatkanmu dari
jalan Allah. ( يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ )
Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan
belaka ( إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ )
dan mereka tidak lain hanyalah berdusta
(terhadap Allah). ( وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ )
(QS. Al-An’am: 116).

Dia juga berfirman :
Tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui. (Qs Al A’raaf: 187).
Dan Kami tidak mendapati mayoritas mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati mayoritas mereka orang-orang yang fasik. (Qs Al A’raaf: 102).
Dan lain sebagainya. (Syarh Masail Al Jahiliyyah, hal. 60).

Wallahu a’lam
Bersambung

Http:// Abuafka.blogspot.com

Sabtu, 03 Februari 2018

Adab bermajelis ilmu.

Untukmu Wahai Penuntut Ilmu Syar’i.
Pertanyaan pembuka seputar adab bermajelis ilmu.

@ Pertanyaan Pertama
Apa Itu Adab ?

Al- Jawab adab adalah menerapakan akhlak mulia.
Sebagaimana perkataan Ibnu Hajar ,
Al adab artinya menerapkan segala yang dipuji
oleh orang, ( ﻭَﺍﻟْﺄَﺩَﺏُ ﺍﺳْﺘِﻌْﻤَﺎﻝُ ﻣَﺎ ﻳُﺤْﻤَﺪُ)
baik berupa perkataan maupun perbuatan. ( ﻗَﻮْﻟًﺎ ﻭَﻓِﻌْﻠًﺎ )
Sebagian ulama juga mendefinsikan, ( ﻭَﻋَﺒَّﺮَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﻋَﻨْﻪُ )
adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang
mulia ( ﺑِﺄَﻧَّﻪُ ﺍﻟْﺄَﺧْﺬُ ﺑِﻤَﻜَﺎﺭِﻡِ ﺍﻟْﺄَﺧْﻠَﺎﻕِ )
(Lihat kitab Fathul Bari, 10/400).

@@ Pertanyaan Kedua
Apakah ada dalil yang mewajibkan untuk menerapkan adab dalam menuntut ilmu syar’i ?

Al-Jawab benar sekali,
diantara dalilnya adalah bersifat khusus dan umum :
~ Tentang adanya perintah untuk berakhlak mulia
Sebagaimana ﷺ bersabda:

Kaum Mu’minin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya ( ﺃﻛﻤﻞُ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺇﻳﻤﺎﻧًﺎ ﺃﺣﺴﻨُﻬﻢ ﺧُﻠﻘًﺎ )
(HR. Tirmidzi no. 1162, ia berkata: hasan shahih ).

Dalam hadits lain Nabi ﷺ  bersabda,
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan
akhlak mulia ( ﺇﻧَّﻤﺎ ﺑﻌﺜﺖُ ﻷﺗﻤِّﻢَ ﻣَﻜﺎﺭِﻡَ ﺍﻷﺧﻼﻕِ )
(HR. Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, no. 45).

~ Tentang adanya perintah untuk memuliakan ilmu dan ulama sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
Dan barangsiapa mengagungkan ( ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻌَﻈِّﻢْ )
apa-apa yang terhormat di sisi Allah ( ﺣُﺮُﻣَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ )
maka itu adalah lebih baik baginya di sisi
Robb-Nya ( ﻓَﻬُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻪُ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻪِ )
(QS. Al Hajj: 30).

Allah Ta’ala berfirman:
Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar -
Allah ( ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻌَﻈِّﻢْ ﺷَﻌَﺎﺋِﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪِ )
maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan -
hati ( ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺗَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏِ )
(QS. Al Hajj: 32).

Allah Ta’ala berfirman:
Dan org-2yg menyakiti org-2 yg mukmin ( ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺆْﺫُﻭﻥَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ )
dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka
perbuat  ( ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻣَﺎ ﺍﻛْﺘَﺴَﺒُﻮﺍ )
maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan
dan dosa yang nyata ( ﻓَﻘَﺪِ ﺍﺣْﺘَﻤَﻠُﻮﺍ ﺑُﻬْﺘَﺎﻧًﺎ ﻭَﺇِﺛْﻤًﺎ ﻣُﺒِﻴﻨًﺎ )
(QS. Al Ahzab: 58).

Nabi ﷺ bersabda:
Sesungguhnya Allah berfirman ( ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻗﺎﻝ )
barangsiapa yang menentang wali-Ku ( ﻣﻦ ﻋﺎﺩَﻯ ﻟﻲ ﻭﻟﻴًّﺎ )
ia telah menyatakan perang terhadap-Ku ( ﻓﻘﺪ ﺁﺫﻧﺘُﻪ ﺑﺎﻟﺤﺮﺏِ )
(HR. Bukhari no. 6502).

Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan
Jika para fuqaha (ulama) yang mengamalkan ilmu mereka tidak disebut wali Allah, ( ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻣﻠﻮﻥ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ )
maka Allah tidak punya wali ( ﻓﻠﻴﺲ ﻟﻠﻪ ﻭﻟﻲ )
(HR Al Baihaqi dalam Manaqib Asy Syafi’i, dinukil dari Al Mu’lim hal. 21).

@@@ Pertanyaan Ketiga
Apa saja urgensi ( hal sangat penting ) bagi penuntut ilmu ?

~ Al-Jawab hal yang sangat penting itu adalah adab menuntut ilmu sebab adab menolong mendapatkan ilmu.

Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengatakan:
Ilmu tanpa adab seperti api tanpa
kayu bakar, ( ﻋﻠﻢ ﺑﻼ ﺃﺩﺏ ﻛﻨﺎﺭ ﺑﻼ ﺣﻄﺐ )
dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa
ruh ( ﻭ ﺃﺩﺏ ﺑﻼ ﻋﻠﻢ ﻛﺮﻭﺡ ﺑﻼ ﺟﺴﺪ )

(Lihat Adabul Imla’ wal Istimla’, dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi ).

Yusuf bin Al Husain rahimahullah mengatakan:
Dengan adab ( ﺑﺎﻷﺩﺏ )
engkau akan memahami ilmu ( ﺗﻔﻬﻢ ﺍﻟﻌﻠﻢ )
(Lihat Iqtidhaul Ilmi Al ‘Amal , dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi .

Oleh karena itulah Imam Malik rahimahullah mengatakan:
Belajarlah adab sebelum belajar ilmu ( ﺗﻌﻠﻢ ﺍﻷﺩﺏ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺘﻌﻠﻢ ﺍﻟﻌﻠﻢ )
(Hilyatul Auliya (6/330), dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi ).

~ Adab dalam menuntut ilmu adalah sebab yang menolong berkahnya ilmu.

Dengan adab dalam menuntut ilmu, maka ilmu menjadi berkah, yaitu ilmu terus bertambah dan mendatangkan manfaat.

Imam Al Ajurri rahimahullah setelah menjelaskan beberapa adab penuntut ilmu beliau mengatakan:
(hendaknya amalkan semua adab ini) hingga Allah menambahkan kepadanya pemahaman tentang
agamanya. ( ﺣﺘﻰ ﻳﺘﻌﻠﻢ ﻣﺎ ﻳﺰﺩﺍﺩ ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﺩﻳﻨﻪ )

(Akhlaqul Ulama , dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi ).

~ Adab merupakan ilmu dan amal
Adab dalam menuntut ilmu merupakan bagian dari ilmu, karena bersumber dari dalil-dalil. Dan para ulama juga membuat kitab-kitab dan bab tersendiri tentang adab menuntut ilmu. Adab dalam menuntut ilmu juga sesuatu yang mesti diamalkan tidak hanya diilmui. Sehingga perkara ini mencakup ilmu dan amal.

Oleh karena itu Al Laits bin Sa’ad rahimahullah mengatakan:
Kalian lebih membutuhkan adab yang sedikit, dari pada ilmu yang banyak. ( ﺃﻧﺘﻢ ﺇﻟﻰ ﻳﺴﻴﺮ ﺍﻷﺩﺏ ﺍﺣﻮﺝ ﻣﻨﻜﻢ ﺇﻟﻰ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ )
(Syarafu Ash-habil Hadits , dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi ).

~ Adab terhadap ilmu merupakan adab kepada Allah dan Rasul-Nya

Sebagaimana dalil-dalil tentang memuliakan ilmu dan ulama yang telah kami sebutkan.

~ Adab yang baik merupakan tanda diterimanya amalan
Seorang yang beradab ketika menuntut ilmu, bisa jadi ini merupakan tanda amalan ia menuntut ilmu diterima oleh Allah dan mendapatkan keberkahan.

Sebagian salaf mengatakan:
Adab dalam amalan merupakan tanda diterimanya
amalan ( ﺍﻷﺩﺏ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻋﻼﻣﺔ ﻗﺒﻮﻝ ﺍﻟﻌﻤﻞ )

(Nudhratun Na’im fi Makarimi Akhlaqir Rasul Al Karim, 2/169).

Wallahu a’lam
Bersambung

Refrensi
Http:// Abuafka.blogspot.com
http:// Almanhaj.or.id