Senin, 15 Januari 2018

Tauhid merupakan kunci kebahagiaan dan kejayaan.

RINGKASAN KAJIAN SYAIKH IBRAHIM bin AMIR bin ALI AR-RUHAILY HAFIDZAHULLAH

1. Tauhid merupakan kunci kebahagiaan dan kejayaan. Tauhid merupakan tema yang sangat agung . Tauhid menurut bahasa berarti menjadikan sesuatu itu satu. Tauhid itu menjadikan Alloh azza wa jalla satu dalam zat-Nya, dalam beribadah kepada-Nya.

2. Tauhid ada tiga

a. Tauhid Rububiyah
Mengesakan perbuatan-perbuatan hanya untuk Alloh yaitu menciptakan, memberi rizki, menghidupkan, mematikan, mengatur alam semesta.

b. Mengesakan Alloh dalam nama dan sifat-sifat-Nya
Meyakini bahwa Alloh tidak ada sekutu dalam nama dan sifat-sifat-Nya, Yang Maha Mendengar, Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Pengampun dan seterusnya.
Wajib bagi muslim untuk mengimani-Nya. Tidak ada yang sama dengan Alloh Subhanahu wa ta'ala.
Mengesakan Alloh Subhanahu wa ta'ala dalam sifat-sifat-Nya. Meyakini Alloh dalam sifat-sifat-Nya seperti hikmah Alloh, Keagungan Alloh, Kaki Alloh, dua tangan Alloh, Istiwa' Alloh, turun-Nya Alloh dan seterusnya.

c. Uluhiyah: Mengesakan Alloh sebagai Illah dalam bentuk ibadah, rasa takut, harap hanya kepada Alloh.
Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya. Wajib bagi kita beribadah kepada Alloh.

3. Kebahagiaan menurut bahasa adalah ketenangan jiwa dan hati. Kebahagiaan terbesar seorang hamba adalah ketika dimasukkan ke dalam surga selamanya.

4. Malaikat Jibril disebut Alloh sebagai ruh, karena menurunkan wahyu bagi manusia sehingga hati menjadi hidup.

5. Kebahagiaan hati seorang hamba adalah dengan beribadah kepada Alloh. Dengan beribadah, hati menjadi tenang. Tenangnya hati karena berzikir kepada Alloh.

6. Dengan tauhid seorang hamba menjadi bahagia. Kebahagiaan hakiki adalah kebahagiaan di akhirat yang diberikan kepada orang yang bertakwa.

7. Kebahagiaan seorang hamba di akhirat adalah ketika dimasukkan ke dalam surga. Tidak ada lagi rasa takut dan sedih. Sebesar-besarnya nikmat penghuni surga adalah melihat wajah Alloh. Manusia hendaknya berlomba-lomba untuk mendapatkannya.

8. Kejayaan bagi ahli tauhid adalah sesuatu yang nyata. Kejayaan dibagi dua yaitu kejayaan di dunia dan di akhirat. Kejayaan yang diberikan Alloh contohnya yang diberikan kepada Nabi Musa dan pengikutnya dan kekalahan bagi Firaun dan pengikutnya.  Contoh lain adalah kejayaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad sholallohu alaihi wa salam untuk mengalahkan orang Yahudi dan Quraisy. Alloh akan selalu memberi kemenangan bagi orang yang bertauhid.

9. Kejayaan yang diberikan Alloh di akhirat lebih agung dari pada kejayaan yang diberikan Alloh di dunia. Alloh memmasukkan para ahli tauhid, para wali Alloh ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya.

10. Orang yang bertauhid dengan sebenar-benarnya akan diberikan oleh Alloh kebahagiaan dan kejayaan di dunia dan di akhirat.

11. Cara mewujudkan tauhid dalam diri kita adalah dengan mewujudkan dua dasar penting :
- Beribadah kepada Alloh dengan hati, hanya takut, berharap, tawakal dan bernazar kepada Alloh. Tidak boleh beribadah kepada malaikat, Nabi, para wali, dan orang sholeh.
- Berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan. Dulu kaum Qurais beribadah kepada Alloh tapi mereka tidak berlepas diri dari kesyirikan. Maka selain beribadah kepada Alloh, wajib bagi diri kita berlepas diri dari kesyirikan.

12. Kebutuhan anak-anak akan tauhid jauh lebih besar dari pada kebutuhan akan makan, minum dan pakaian. Perhatian orang tua terkait tauhid juga hendaknya lebih besar dari pada perhatian terhadap makan, minum dan pakaian anak mereka. Ajarilah anak untuk beribadah, meminta, memohon pertolongan hanya kepada Alloh. Jagalah Alloh niscaya Alloh akan menjagamu.

📁Sesi tanya jawab

1. Bagaimana cara menanamkan tauhid dalam keluarga dan tips menciptakan keluarga yang sesuai dengan sunnah?

Keluarga yang baik diawali dengan memilih pasangan yang baik agamanya. Suami wajib mendidik istrinya di atas agama yang benar. Perlu kerjasama yang baik antara suami dan istri.

2. Bagaimana cara tawasul yang benar?

Tawasul secara bahasa adalah mendekatkan diri. Secara syariat adalah mendekatkan diri kepada Alloh dengan cara yang disyariatkan oleh Alloh.
Tawasul terbagi menjadi :
- Tawasul dengan menyebut nama Alloh
- Tawasul dengan amalan ibadah kepada Alloh
- Tawasul dengan doa orang sholeh yang masih hidup
- Tawasul dengan minta langsung kepada Alloh
Tidak termasuk tawasul adalah meminta kepada orang yang sudah mati.

3. Bagaimana cara memahami bersemayamnya Alloh di atas arsy?

Seorang muslim wajib meyakini istiwa'nya Alloh. Istiwa' telah diketahui maknanya, tapi tidak diketahui tata cara dan wujudnya dan bertanya tentang tata cara dan wujudnya adalah bid'ah. Istiwa'nya Alloh berbeda dengan istiwa'nya mahluk. Kita tidak boleh mentakwil makna istiwa'

4. Bagaimana kiat agar istiqomah bertauhid sampai akhir hayat?

Sebab agar bisa istiqomah sampai akhir hayat :
- Tawakal dan berserah diri kepada Alloh, berdoa agar ditetapkan hati hanya kepada Alloh
- Berdoa di setiap waktu kepada Alloh agar selalu diberi ketetapan iman dan islam kita.
- Istiqomah dan senantiasa beribadah kepada Alloh
- Menuntut ilmu agar dijaga dari syubhat dan kerancuan
- Menahan pandangan dari segala sesuatu yang diharamkan

5. Bagaimana cara mengajarkan tauhid kepada anak yang masih kecil?

Ajarkan untuk selalu memuji Alloh, mencintai Alloh, melebihi cinta kepada siapapun. Kita harus menjadi teladan bagi mereka. Ajarkan matan-matan ringkas kepada mereka, sehingga bisa menangkis syubhat-syubhat terkait tauhid.

📁Nasihat penutup

Pentingnya perhatian kepada tauhid dan sunnah karena banyaknya mereka jatuh kepada kesyirikan karena kebodohan mereka. Ajarkanlah tauhid dan sunnah bagaimana beribadah yang baik dan benar.

📝Selesai Diringkas oleh Abu Abdul Hafiizh pukul 11:40 WIB

🌍www.adis.web.id

Jumat, 12 Januari 2018

Bahagia versi orang Kafir Ke (1)

Setandar Kebahagiaan Setiap Orang Yang Tidak Beriman Kepada Allah Aza Waajalla Adalah Kebahagia Di Dunia Semata.

Maha benar firman Allah bahwa mereka betul-betul telah buta mata hatinya, karena kesenangan mataforgana , padahal manusia pasti mati dan dimintai pertanggung-
jawaban semasa hidupnya.

Lihatlah setandar mereka tentang kebahagian ;

Seorang yang terkenal pasti terlihat bahagia dengan semua puncak kebahagiaan dunia ditangannya. Populer, punya kedudukan, dihormati, kaya raya, makanan enak, rumah besar dan fasiltas lengkap, wajah tampan atau cantik dan pasangan hidup yang menarik, memiliki anak yang lucu dan pintar serta berhasil mendidik mereka dengan gelar-gelar keduniaan dan sukses dengan karir dan jabatan. Seakan-akan tanpa ada cacat sedikitpun hingga keluarlah komentar
(saya hidup bahagia sekarang)

Jika seperti itu setandar kebahagian bagi seorang muslim maka tidak ada bedanya kita dengan orang kafir. Kenapa ??

Karena sesungguhya hidupnya sebenarnya di bahwa tekanan. Lihatlah pola hidup mereka selalu harus tampil menarik untuk mencari pujian dan ridha manusia, kehidupan selalu diekspos dan ditelanjangi dengan berita yang tidak sedap, Al-hasil narkoba tempat mereka mencari solusi kebahagian serta berbagai skandal kehidupan.

Kalaulah Ketenaran, status sosial, jabatan adalah tolak ukur kebahagian tentulah Firaun dan haman tidak akan Allah Azab dengan ketenarannya.

Kalaulah kekayaan adalah tolak ukur kebahagian tentunya Qorun manusia paling bahagia tetapi buktinya Qorun Allah hinakan dengan hartanya.

Mereka adalah manusia-manusia yang Allah segerakan nikmatnya didunia ( kenikmatan yang merupakan istidraj dari Allah. Betapa banyak orang yang terfitnah dengan diberi kenikmatan (dibiarkan tenggelam dalam kenikmatan, sehingga semakin jauh tersesat dari jalan Allah ), sedangkan ia tidak menyadari hal itu.

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Janganlah sekali-2 kamu terpedaya oleh kebebasan org-2 kafir bergerak di dalam negeri. ( ﻟَﺎ ﻳَﻐُﺮَّﻧَّﻚَ ﺗَﻘَﻠُّﺐُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒِﻠَﺎﺩِ )
Itu hanyalah kesenangan sementara, ( ﻣَﺘَﺎﻉٌ ﻗَﻠِﻴﻞٌ )
kemudian tempat tinggal mereka ialah
Jahannam; ( ﺛُﻢَّ ﻣَﺄْﻭَﺍﻫُﻢْ ﺟَﻬَﻨَّﻢُ ۚ )
dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-
buruknya.( ﻭَﺑِﺌْﺲَ ﺍﻟْﻤِﻬَﺎﺩُ )
QS. Ali Imran: 196-197)

Penjelasan
Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan, Janganlah kalian melihat berbagai kenikmatan, kebahagian dan kemudahan orang-orang kafir. Tidak berapa lama lagi, semuanya akan lenyap dari tangan mereka. Nantinya, mereka akan terjerat oleh amalan-amalan buruk mereka. Kami memberikan kemudahan mereka di sana, sebagai istidraj semata. Semua yang mereka miliki hanyalah (kesenangan sementara). Kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya .

Dan jika kita seperti orang kafir hanya ingin bahagia di dunia saja, maka terkadang Allah Ta’ala memberikannya sekedar kehendak Allah,

Allah Ta’ala berfirman,
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang
(duniawi),( ﻣَّﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺍﻟْﻌَﺎﺟِﻠَﺔَ )
maka Kami segerakan baginya di dunia itu ( ﻋَﺠَّﻠْﻨَﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻴﻬَﺎ )
sesuai dengan apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki ( ﻣَﺎ ﻧَﺸَﺎﺀ ﻟِﻤَﻦ ﻧُّﺮِﻳﺪُ )
dan Kami tentukan baginya neraka jahannam ( ﺛُﻢَّ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟَﻪُ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ )
ia akan memasukinya dalam keadaan tercela
dan terusir.( ﻳَﺼْﻼﻫَﺎ ﻣَﺬْﻣُﻮﻣﺎً ﻣَّﺪْﺣُﻮﺭﺍً )
(QS. Al-Isra’(17): 18)

Ayat diatas juga dipertegas pada ayat-ayat lain
- Qs Hud ( 11) :15 -16
-Qs Ar- Ra'd(13) : 26
-Qs 22 : 77
-Qs 42: 20
-Qs 2 : 126

Semoga bermanfaat bagi kita semua
Wallahuta'allam

Bersambung
http:// Abuafka.blogspot.com

Doa Takbir Ke 3 ( Shalat jenazah )

■ Membaca do’a untuk si mayyit di takbir ke 3 :
Lafaz doanya diantaranya :

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَ ارْحَمْهُ وَ اعْفُ عَنْهُ وَ عَافِهِ وَ اَكْرِمْ نُزُلَهُ وَ وَسّعْ مَدْخَلَهُ وَ اغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَ ثَلْجٍ وَ بَرَدٍ وَ نَقّهِ مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. وَ اَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَ اَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَ زَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَ قِهِ فِتْنَةَ اْلقَبْرِ وَ عَذَابَ النَّارِ. (مسلم 2: 663)

Perkata dan artinya :
Ya Allah, ampunilah dia, ( اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ )
kasihanilah dia, ( وَ ارْحَمْهُ )
maafkanlah dia, ( وَ اعْفُ عَنْهُ )
berilah ‘afiat padanya dan muliakanlah tempat
tinggalnya, ( وَ عَافِهِ وَ اَكْرِمْ نُزُلَهُ )
luaskanlah tempat masuknya, ( وَ وَسّعْ مَدْخَلَهُ )
cucilah dia dgn air, salju dan air embun. ( وَ اغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَ ثَلْجٍ وَ بَرَدٍ)
Bersihkanlah dia dari dosa-dosa sebagaimana kain putih dibersihkan dari -
kotoran.( وَ نَقّهِ مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ )
Gantilah rumahnya dgn rumah yg lebih baik daripada rumahnya (di dunia), ( وَ اَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ )
gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari pada keluarganya, ( وَ اَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ )
gantilah jodohnya dengan jodoh yang lebih baik daripada jodohnya (di dunia). ( وَ زَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ )
Dan peliharalah dia dari fitnah qubur ( وَ قِهِ فِتْنَةَ اْلقَبْرِ )
dan siksa neraka. ( وَ عَذَابَ النَّارِ )
[HR. Muslim juz 2, hal. 663]

Catatan:
Do’a di atas berlaku untuk mayit laki-laki. Jika mayit perempuan, maka kata – ( hu) atau – (hi) diganti dg –(haa).

Contoh : Allahummaghfirla-haa warham-haa ..Sampai selesai.

Do’a khusus untuk mayit anak kecil:
Lafaznya :
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا

Arti dan pekata :

Ya Allah! Jadikan kematian anak ini  ( اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا )
sebagai simpanan pahala ( فَرَطًا )
dan amal baik serta pahala buat kami. ( وَسَلَفًا وَأَجْرًا  )

(HR. Bukhari secara mu’allaq tanpa sanad dalam Kitab Al-Janaiz, 65 bab Membaca Fatihatul Kitab Atas Jenazah 2: 113)

■■ Do’a setelah takbir keempat:
Lafaznya :

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّ بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَناَ وَلَهُ

Arti dan perkata :
Ya Allah! Jangan menghalangi kami untuk tidak
memperoleh pahalanya ( اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ )
dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya, ( وَلاَ تَفْتِنَّ بَعْدَهُ )
ampunilah kami dan ampunilah dia. ( وَاغْفِرْلَناَ وَلَهُ )

Catatan :
Untuk mayit perempuan, kata – ( hu ) diganti – (haa).

Mudah-mudahan bermanfaat.
Wallahuta'allam
http:// Abuafka.blogspot.com

Fakta Usia Kita??

Fakta Usia Kita?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Umur - umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, ( أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ  )
dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut. ( وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ )
(HR. Ibnu Majah, 4236, dihasankan al-Albani)

Maksud dari hadits ini adalah bahwa keumuman ajal umat ini antara umur 60 hingga 70 tahun, dengan bukti keadaan yang bisa disaksikan. Di mana di antara umat ini ada yang (mati) sebelum mencapai umur 60 tahun. Ini termasuk dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala dan kasih sayang-Nya supaya umat ini tidak terlibat dengan kehidupan dunia kecuali sebentar. Karena umur, badan dan rizki umat-umat terdahulu lebih besar sekian kali lipat dibandingkan umat ini. Dahulu ada yang diberi umur hingga seribu tahun, panjang tubuhnya mencapai lebih dari 80 hasta atau kurang. Satu biji gandum besarnya seperti pinggang sapi. Satu delima diangkat oleh sepuluh orang. Mereka mengambil dari kehidupan dunia sesuai dengan jasad dan umur mereka, sehingga mereka sombong dan berpaling dari Allah subhanahu wa ta’ala .
Dan manusia pun terus mengalami penurunan bentuk fisik, rizki, dan ajal. Sehingga menjadilah umat ini sebagai yang terakhir, yang mengambil rizki sedikit, dengan badan yang lemah dan pada masa yang pendek, supaya mereka tidak menyombongkan diri. Ini termasuk dari kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala terhadap mereka. Demikian makna ucapan Al-Imam Ath-Thibi rahimahullah seperti dalam Faidhul Qadir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir (2/15).

Sedangkan menurut Imam al-Mubarakfuri rahimahullah berkata, Nabi ﷺ bersabda, Umur -umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, ( أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ  ).
Berkisar 60 -70 maksudnya adalah akhir mayoritas umur umatku antara keduanya, dan sedikit yang melewatinya, dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut. ( وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ ) maksudnya melewati tujuh puluh tahun sehingga mencapai seratus tahun atau lebih.

Al-Qari’ rahimahullah berkata, Umur paling panjang yang kami ketahui dari kalangan umat ini dari kalangan para sahabat dan para imam yang diberi umur panjang adalah umur Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau wafat ketika berumur 103 tahun. Juga Asma’ binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma yang wafat dengan umur 100 tahun, dengan tanpa satu gigi-pun yang tanggal dan tanpa mengalami kepikunan. Ada lagi yang umurnya melebihi keduanya, yaitu Hasan bin Tsabit Radhiyallahu anhu yang wafat dengan umur 120 tahun, beliau hidup 60 tahun di zaman jahiliyah dan 60 tahun di zaman Islam. Yang lebih panjang lagi umurnya adalah Salmân al-Farisi, konon beliau hidup selama 250 tahun, ada yang mengatakan hidup selama 350 tahun, namun yang awal lebih benar.  ( Tuhfatul Ahwadzi, 9/376-377 )

Mudah-mudahan bermanfaat dan jadi ajang perbaikan diri.
Walloohu a’lam

http:// Abuafka.blogspot.com

Kamis, 11 Januari 2018

Sunah adalah


Bismillah

Jangan harap mendapatkan kebaikan, kebahagian dunia & akherat bila tidak ngaji As-Sunah ( menuntut ilmu agama).

Berkata Imam Malik  ( ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ )
As Sunnah itu bagaikan perahu Nabi Nuh. ( ﺍﻟﺴﻨّﺔ ﺳﻔﻴﻨﺔ ﻧﻮﺡ )
Barangsiapa yg menaikinya, ia akan selamat. ( ﻣﻦ ﺭﻛﺒﻬﺎ ﻧﺠﺎ )
Barangsiapa menyelisihinya, ia akan tenggelam.( ﻭﻣﻦ ﺗﺨﻠﻒ ﻋﻨﻬﺎ ﻏﺮﻕ )

( ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ٥٧ /٤ ( ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺎﻟﻚ )

https://youtu.be/DFmHbVRcIic

Sabtu, 06 Januari 2018

Hijab Laki-laki Itu Menundukan Pandangan

Hijab Laki-laki Itu
Menundukan Pandangan

Allah Ta’ala berfirman,
Katakanlah kpd laki-2 yg beriman, ( ﻗُﻞْ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ )
Hendaklah mereka menahan pandangannya ( ﻳَﻐُﻀُّﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﺑْﺼَﺎﺭِﻫِﻢْ )
dan memelihara kemaluannya. ( ﻭَﻳَﺤْﻔَﻈُﻮﺍ ﻓُﺮُﻭﺟَﻬُﻢْ )
Yg demikian itu adlh lebih suci bagi mereka. ( ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﺯْﻛَﻰ ﻟَﻬُﻢْ )
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yg
mereka perbuat. ( ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﺼْﻨَﻌُﻮﻥَ )
(QS. An-Nur [24] : 30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala ( ﻫﺬﺍ ﺃﻣﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ )
kpd hamba-2Nya yang beriman ( ﻟﻌﺒﺎﺩﻩ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ )
untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yg diharamkan atas mereka. ( ﺃﻥ ﻳﻐﻀﻮﺍ ﻣﻦ ﺃﺑﺼﺎﺭﻫﻢ ﻋﻤﺎ ﺣﺮﻡ ﻋﻠﻴﻬﻢ )
Maka jgnlah memandang kec memandang kepada hal2 yg diperbolehkan untuk dipandang.( ﻓﻼ ﻳﻨﻈﺮﻭﺍ ﺇﻻ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﺃﺑﺎﺡ ﻟﻬﻢ ﺍﻟﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ )
Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang
diharamkan. ( ﻭﺃﻥ ﻳﻐﻀﻮﺍ ﺃﺑﺼﺎﺭﻫﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﺤﺎﺭﻡ )
(Tafsir Ibnu Katsir, 6/41)

Kenapa Mata Adalah Hijabnya Laki-laki,?
Karena Rasulullah bersabda,
Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak
keturunan Adam bagiannya dari zina.( ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻧَﺼِﻴﺒُﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺰِّﻧَﺎ )
Dia mengetahui yg demikian tanpa dipungkiri. ( ﻣُﺪْﺭِﻙٌ ﺫَﻟِﻚَ ﻟَﺎ ﻣَﺤَﺎﻟَﺔَ )
Mata bisa berzina, dan zinanya adlh pandangan
(yang diharamkan). ( ﻓَﺎﻟْﻌَﻴْﻨَﺎﻥِ ﺯِﻧَﺎﻫُﻤَﺎ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ )
Zina kedua telinga adalah mendengar
(yg diharamkan). ( ﻭَﺍﻟْﺄُﺫُﻧَﺎﻥِ ﺯِﻧَﺎﻫُﻤَﺎ ﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻤَﺎﻉُ )
Lidah (lisan) bisa berzina,dan zinanya adalah perkataan
(yang diharamkan). ( ﻭَﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥُ ﺯِﻧَﺎﻩُ ﺍﻟْﻜَﻠَﺎﻡُ )
Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang
(yang diharamkan). ( ﻭَﺍﻟْﻴَﺪُ ﺯِﻧَﺎﻫَﺎ ﺍﻟْﺒَﻄْﺶُ )
Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah
(ke tempat yang haram). ( ﻭَﺍﻟﺮِّﺟْﻞُ ﺯِﻧَﺎﻫَﺎ ﺍﻟْﺨُﻄَﺎ )
Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-2. ( ﻭَﺍﻟْﻘَﻠْﺐُ ﻳَﻬْﻮَﻯ ﻭَﻳَﺘَﻤَﻨَّﻰ )
Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu
atau mendustakannya. ( ﻭَﻳُﺼَﺪِّﻕُ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻔَﺮْﺝُ ﻭَﻳُﻜَﺬِّﺑُﻪُ )
(HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz Muslim).

Penjelasan :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan zina mata pertama kali, karena inilah dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan tampil sebagai pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina. Oleh karena itu, marilah kita menundukkan pandangan kita.Karena jikamengumbarnya,
berarti kita telah membuka berbagai pintu kerusakan yang besar.

Berkata Syaikh Utsaimin, Keterangan diatas merupakan dalil akan wajibnya bertaubat karena tidak menundukan pandangan dan tidak menjaga kemaluan -menundukkan pandangan yaitu dengan menahan pandangan dan tidak mengumbarnya- karena tidak menundukkan pandangan dan tidak menjaga kemaluan merupakan sebab kebinasaan dan sebab kecelakaan dan timbulnya fitnah.

Ya Allah bantulah kami untuk taat kepadamu..Aamiin

Wallahuta'allam
http:// Abuafka.blogspot.com.

Obat Kerasnya Hati

Obat Kerasnya Hati

Kemungkinan kita hidup didunia ini ada kesombongan dihati, dunia berada dihati, bangun pagi bendera yang kita bawa dunia, seloba - loba usia menganggap akan hidup selama-lamanya maka obatnya adalah maut.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: Rasulullah bersabda: ( ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ )
Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan,( ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ )
yaitu kematian .( ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ )

(HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).

Wallahuta'allam
Bersambung
http://Abuafka.blogspot.com